Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Es Kopi Susu, si Instan Primadona Baru

Rabu 08 Mei 2019
496

Penakota.id – Di awal Ramadan seperti ini, barangkali Sir Pentoel sudah tahu betul bahwa buka bersama merupakan agenda yang tak terhindarkan. Oleh sebab itu, kepada kami ia menuturkan, bahwa dirinya mulai berpikir untuk menyisihkan beberapa hari guna buka puasa bersama handai tolan. Giliran buka bersama yang harus ia penuhi kali ini adalah berbuka bersama para juru tulis di salah satu perusahaan rintisannya.

Hari ini, mereka memutuskan untuk berbuka di foodcourt mall yang berada di bilangan Jakarta. Gagasan untuk berbuka di tempat seramai ini sebenarnya amat ditentang oleh Sir Pentoel, tentu saja alasan utamanya karena ramai dan padat. Keramaian bagi versinya merupakan atmosfer yang tak terlalu ramah. Alasan lainnya karena sulitnya untuk berbicara dengan satu sama lain tanpa menaikkan suara karena latar yang acap kali bingar.

Begitu makanan pesanan mereka tandas, arah pembicaraan mereka masih berkutat seputar puasa dan kuliner. Budaya kritis yang selama ini selalu ditekankan oleh Sir Pentoel tampaknya masih memainkan peran, bahkan dalam percakapan ringan seperti memilih makanan pencuci mulut sekalipun.

Sebagai contoh ketika mereka mengkritisi orang-orang yang memilih kopi setelah berbuka karena dianggap tidak sehat. Yang dikritisi pun tak tinggal diam dan memoles argumen mereka bahwa preferensi tersebut didasari oleh kebiasaan sehingga tidak mungkin menimbulkan isu kesehatan.

Sir Pentoel yang sebenarnya mulai mengantuk karena kekenyangan pun menghentikan perdebatan itu dan memilih untuk ikut bersama "tim kopi". Ketika ia bertanya kedai kopi manakah yang akan mereka tuju saat itu? Salah seorang juru tulisnya menyahut, bahwa sekarang mereka tidak perlu pergi ke kedai kopi guna menikmati kopi petang itu. Keadaan sekarang telah bertransformasi menjadi lebih praktis, kios-kios di tepian jalan atau di mall-mall telah banyak menyediakan minuman dari abad ke-9 itu.

Kebetulan di mall yang mereka datangi terdapat kios es kopi susu. Usai turun ke lantai bawah, karena cukup ramai mereka harus mengantre. Saat kedua juru tulisnya tengah berdebat memutuskan ukuran mana yang akan dipesan, Sir Pentoel memfokuskan dirinya kepada seorang bapak dengan jaket ojek online yang berdiri di depannya.

Bapak itu tampak gelisah dan berulang kali memeriksa ponselnya yang diduga oleh Sir Pentoel datang dari pelanggan. Sir Pentoel kemudian memutuskan bahwa mengobrol dengan bapak itu akan jauh lebih menarik untuk mengisi waktu di sela-sela antrean panjang.

Nama bapak itu adalah Antoni Hari. Ia merupakan pengemudi ojek online yang terspesialisasi di pengiriman kuliner. Pria berusia 49 tahun yang biasa beroperasi di sekitar Mall Kota Kasablanka itu menerangkan, bahwa akhir-akhir ini pesanan akan kopi susu instan sangatlah meningkat. Dalam sehari, bahkan ia bisa mengantarkan kurang lebih 5-7 gelas kepada para pelanggannya.

 

Baca juga: Ragam Kandungan Takjil, Agar Berbuka Tak Sekadar Kenyang

 

“Kalau kemarin-kemarin, lebih banyak yang pesan Bubble Tea, tapi akhir-akhir ini permintaan kopi susu seperti Kopi Janji Jiwa ini banyak sekali,” jelas pria yang akrab dipanggil Pak Toni dengan semangat kepada Sir Pentoel, Minggu (5/5).

Pesanan seperti ini cukup membawa rejeki bagi Pak Toni. Ya, kopi susu sebagaimana Kopi Janji Jiwa agaknya memang sedang kekinian dan digandrungi banyak orang. Tak heran jika Pak Toni banjir orderan untuk jenis kopi tersebut.

Hegemoni es kopi susu untuk sekarang dapat dikatakan telah mengalahkan tren kopi seduh manual dinikmati sambil bersantai di café atau kedai kopi. Tren kopi seduh itu nampaknya kini harus menerima kedatangan komoditi penantang, yakni es kopi susu yang kerap di jual di kios-kios mini.

Kopi Tuku menjadi pionir dari sajian es kopi susu ini. Kedai yang pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi itu bahkan kini telah memiliki jumlah penikmat yang cukup banyak. Setelahnya, kini beragam merek kopi dan kios serupa semakin bertebaran dan meluaskan preferensi masyarakat untuk memilih kopi susu yang sesuai dengan selera mereka.

Memudahkan Konsumen

Kendati mendapat perhatian yang demikian besarnya, kehadiran es kopi susu di kios-kios mini yang dapat dikatakan instan ini tidak terlalu mengancam keberadaan kopi seduh manual. Karena pada kenyataannya, kedua varian minuman kopi itu memiliki penikmatnya masing-masing

Berbeda dengan kopi pada umumnya, es kopi susu di kios-kios mini memiliki cita rasa yang lebih ringan dan tidak terlalu pahit ketimbang kopi seduh. Ida Ayu Gita, Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang merupakan penikmat es kopi susu pun mengakui hal yang sama pada bincang hangatnya bersama Sir Pentoel, Senin (6/5).

Bagi Gita, meminum kopi biasa seperti jenis Americano terlalu berat baginya dan kadang menimbulkan rasa pusing sebagai efek samping. Tentu bagi orang-orang seperti Gita yang memiliki toleransi rendah terhadap kopi berdosis tinggi, meminum es kopi susu merupakan cara paling efektif untuk turut menikmati kopi. Bisa dibilang, kehadiran es kopi susu instan merupakan bentuk perluasan pasar minuman kopi agar mampu menyasar orang-orang seperti Gita.

Bukan hanya bentuk kopinya saja yang berevolusi, cara konsumen mendapatkan kopi tersebut pun kini tengah mengalami pergeseran. Ketika cara terbaik untuk menikmati kopi seduh manual adalah dengan datang langsung ke kedai kopi dan menghabiskan kopi tersebut di tempat, semuanya itu tidak berlaku untuk es kopi susu instan.

Penyajiannya yang menggunakan gelas plastik dan di-press menggunakan mesin agar tidak tumpah, semua itu dapat memudahkan para konsumen dalam memesan. Biasanya para konsumen untuk kopi jenis ini kerap menggunakan jasa pengiriman ojek online untuk membelinya.

“Saya lebih sering menggunakan jasa ojek online untuk menghantarkan es kopi susu ketimbang harus datang langsung ke kedainya,” terang Gita.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan salah satunya adalah efisiensi waktu dan kemudahan. Dengan memesan melalui ojek online, pemesan dapat menggunakan waktunya untuk melakukan aktivitas lain ketimbang harus memesan langsung di sebuah kedai.

Berdasarkan pengamatan Sir Pentoel, sejauh ini tren es kopi susu memang telah menunjukkan dampak positif dan justru menjadi warna tersendiri bagi industri minuman kopi. Mengenai konsistensi, kita harus menunggu sedikit lebih lama untuk melihat apakah fenomena es kopi susu akan menancapkan pengaruhnya secara tetap atau hanya sekadar tiupan tren yang akan reda seiring menurunnya animo masyarakat.

 

Editor: Fadli Mubarok

Artikel Terkait

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah