Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Feed, Preset, dan Estetika Layak Instagram

Rabu 15 Mei 2019
183

Penakota.id - Bagaikan seorang anak remaja yang baru saja melawati masa puber, Sir Pentoel berswafoto di Taman Raya Bogor. Dikenal sebagai orang yang berada pada tegangan konservatif dan kontemporer, Sir Pentoel belakangan ini mulai karib dengan identitas jenama di media sosial atau lebih detailnya mulai mengerti esensi seni dari aplikasi Instagram.

Walaupun terlihat kaku, Sir Pentoel masih sok-candid dengan gaya-gaya sok berwibawanya. Dengan setelan kemeja rapi dan dasi bermotif garis-garis, ia terus menekan tombol capture pada ponselnya.

"Ngapain sih pak, serius banget,” Sir Pentoel terkaget saat menemukan seorang remaja menatapnya sambil menahan tawa atas gaya yang dibuat Sir Pentoel saat berswafoto.

Sedikit malu, Sir Pentoel akhirnya pura-pura tidak mendengar dan menutup ponsel pintarnya. Remaja itu mulai tertawa cekikikan saat Sir Pentoel berlagak salah tingkah seperti itu.

“Sini saya edit Instagram Bapak supaya jadi bagus” ucap remaja itu sambil mendekatkan diri ke samping Sir Pentoel.

“Mau kamu apakan?” Sir Pentoel sedikit menarik tangannya untuk menjauhkan ponselnya dari sang remaja.

“Sudah sini saja, nanti saya tunjukkan,” remaja itu akhirnya mengambil ponsel milik Sir Pentoel dan memainkannya. Walaupun terkesan tidak sopan, Sir Pentoel tetap membiarkan ponsel pintarnya itu diambil oleh remaja itu. Ia penasaran, apa sih yang akan dilakukan remaja itu.

Setelah tak berapa lama menunggu, Sir kaget saat remaja itu mengembalikan ponselnya. Sudah terpasang beberapa aplikasi yang tidak ia ketahui apa fungsinya, begitu juga saat membuka Instagramnya, ia menemukan banyak foto swafotonya sudah diunggah. Eh, kenapa fotonya terlihat sangat bagus, ya, ungkap Sir dalam hati.

“Itu namanya feed, Bapak Tua.” remaja itu cekikikan melihat wajah kebingungan Sir Pentoel. “Aku mengedit foto Bapak dengan aplikasi itu dan lalu mengunggahnya di Instagram bapak dengan tema seragam.” ucap remaja itu cengengesan. Sir Pentoel hanya mengangguk pertanda mengerti.

“Apa sih feed itu?” remaja itu semakin cekikikan setelah mendengar pertanyaan kolot Sir Pentoel yang tidak update akan tren masa kini. Remaja itu mulai menjawab pertanyaan Sir.

Feed Instagram merupakan pengunggahan foto Instagram yang tersusun atas suatu tema dan menjadikan tampilan terlihat manis di pandangan mata. Membuat feed dalam Instagram merupakan sebuah tren yang sedang digemari di kalangan para pengguna masa kini. Menyusun susunan foto dengan tema, membuat feed terlihat estetik dan ciamik serta digandrungi oleh para pengikut gaya. Saat ini, feed bisa menjadi salah satu cara yang digunakan para influencer untuk menyebarkan pengaruhnya.

Sebuah feed biasanya diolah dengan aplikasi pengolah foto seperti adobe lightroom, vsco dan aplikasi pengolah lainnya. Namun juga tak jarang, feed dibuat dengan ilustrasi atau pun sebuah gambar dengan satu tone warna yang dapat ditemukan secara mudah di laman yang menyediakan banyak konten gambar seperti pinterest. Kemudahan teknologi inilah yang mendorong munculnya banyak orang yang tertarik dengan adanya feed di Instagram pribadi mereka.

“Aku suka sama feed dan tema preset yang aku buat, biasanya yang aku unggah itu feed yang menggambarkan suasana hati aku banget,” ujar Fajar (20), seorang mahasiswa yang aktif mengatur feed pada Instagram prinadinya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa preset sebuah foto tidaklah hanya dibuat untuk memenuhi sisi estetika dari apa yang dibuat, namun juga dapat menjadi tolak ukur perasaan seseorang. Tidak jauh dari penelitian tentang media sosial yang mengatakan bahwa postingan Instagram dapat mengindikasikan sisi psikologi dari pemilik akun tersebut. Juga seperti apa yang dikatakan Dr. Jaimee Stuart ‘kamu merasa ingin menjelajahi sesuatu yang positif atau negatif’ yang berarti bahwa setiap perlakuan kita di media sosial—Instagram dapat memunculkan kedua dampak tersebut, sesuai dengan bagaimana kita menyikapinya.  

Berbeda dengan pendapat Fajar yang merupakan seorang pengguna akun Instagram pribadi. Menurut Aditya, seorang admin dari akun Instagram kelas yang cukup memiliki traffic yang baik, penggunaan feed ini dapat digunakan agar konten-konten terlihat rapi dan menarik perhatian. Akibat feed yang menarik perhatian ini, statistik pengunjung profil akun Instagram dapat bertambah dengan pesat, di samping adanya tagar yang digunakan sebagai unsur tambahan.

Sebenarnya dengan adanya gaya hidup layak Instagram, dapat membuat orang-orang semakin melek akan keindahan estetika yang dapat kita lihat dari hal terkecil. Banyak orang akan lebih peka terhadap sense of colour yang sebenarnya penting untuk kehidupan sehari-hari.

Pengolahan foto mentah menjadi sebuah foto siap pakai untuk feed membutuhkan beberapa tahapan. Berikut tiga tahapan mudah yang diberi tahu remaja itu kepada Sir Pentoel.

Pertama, memilih foto-foto yang akan digunakan. Biasanya pada satu tema feed digunakan satu baris yang berisi tiga kolom foto. Foto yang dipilih biasanya merupakan foto yang memiliki tema yang sama, atau setidaknya memiliki kesinambungan antara satu foto dan foto lainnya.

Kedua, setelah foto dipilih maka pengolahan dalam aplikasi dapat dimulai. Disini dibuat suatu ‘preset’. Preset merupakan kumpulan rekaman setting aplikasi pengolah foto. Preset ini dibuat untuk memberikan kesan warna yang sama pada setiap foto. Sekarang, banyak preset ala-ala yang telah tersebar luar di media sosial. Tak jarang juga banyak yang memperjualbelikan preset-preset yang dapat memperindah suatu gambar itu.

Ketiga, memulai penyusunan foto di Instagram. Penyusunan ini dapat dibuat sesuai dengan keinginan sang pemilik Instagram.

“Nah, sudah mengerti tentang apa itu feed, Pak?” remaja itu mengulurkan tangan ke arah Sir Pentoel dan menjabatnya. “Nama saya Akrom” remaja itu— tertawa dengan percaya diri.

“Kamu itu suka sekali toh menjahili orang tua,” Sir seolah menasihati Akrom. “Wong sudah tua itu dibantu bukan ditertawakan,”

 “Hehe, Maaf, Pak. Habisnya Bapak kocak sekali, saya jadi ingat almarhum Bapak saya,” kenang Akrom.  

Mereka pun berbincang lebih dalam sambil duduk-duduk di taman. Akhirnya Sir kembali mengeluarkan kamera gawainya dan meminta foto bersama Akrom untuk dokumentasi. Sebelum berpisah, ia meminta akun Instagram Akrom, barangkali ia bisa belajar lebih jauh soal estetika media sosial lainnya.

 

Editor: Destriyadi Imam Nuryaddin

Artikel Terkait

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah