Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

KOLABORASI PENULIS Vol.01 - #MerasakanSumpah

Penakota berkolaborasi dengan Paviliun Puisi mengajak kalian untuk menulis satu buah karya kolaboratif sampai tanggal 25 Oktober dengan tema #MerasakanSumpah dalam rangka mengapresiasi Bulan Bahasa dan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Tulis satu baris yang menginterpretasi arti "sumpah" buatmu, gunakan paling tidak satu kata dari bahasa daerahmu ya. Baris haruslah terdiri dari minimal 4/ maximal 12 kata. Satu Baris yang kamu tulis pada akhirnya akan kami jadikan satu buah puisi bersama yang nantinya akan ditampilkan di acara puncak, di Pavilliun 28 pada tanggal 28 Oktober 2017.

MERASAKAN SUMPAH
Biarpun telah langkas raga ini, sumpah akan terus baka menghantui
Satu bahasa yang lantang menyatu jelma dhere.
Hei Pemuda, Air tak akan terisi penuh jika ember KOSONG..!!!
Karena pemuda Indonesia itu, setiap ucapannya tra kosong !
Ku teringat Sumpah,Darah dan perjuanganmu untuk nafas kebebasan, kemerdekaanku
Kepalan-kepalan tangan menari bebas di langit kebiruan di atas bumi Indonesia
Seakan sumpah tra lagi kata bernyawa!
Mamasepi dewata-e, sumpah hidup sepanjang hirup!
Sampai hari ini, masih banyak yang menggunakan sumpah untuk berlaggak songong
Apakah sumpah sudah kehilangan makna, karena banyak yang hanya mengumbar janji?
Sumpah kan teteasan banyu mu dan ku untuk bersama
Mergo janji harus dibuktikan dengan perbuatan nyata
Masih Bersatukah Kita? Pemuda
Sumpah para pemuda benar-benar tak kan terhembus habis dan hilang
Sebab sumpah pemuda lebih berarti daripada bualan para begundal-begundal feodal
Ini sumpah, bukan sampah yang bisa kamu buang dan tendang.
Bukan kata tapi aksi yang perlu, dapatkah ku sebut kau pemuda!
Sebab sumpahmu pemuda, kelak kau akan dikenal sebagai siapa
Torang so ba sumpah, mo kase jaga Bhinneka Tunggal Ika
Ke manakah lagi harus kurindukan? Bumi pertiwiku yang hilang ditelan zaman
Arah tiada lagi menjadi petunjuk, semuanya menjadi jauh dan kehilangan harapan
namun dalam sumpah, harapan tetap bernyawa, tansah ana
Jikalau mengkhianati sumpah, jadilah kau aki-aki yang penuh dengan keriput kebohongan
Sumpahmu pemuda gema janjimu masih tetap meraung, kan kugemakan selalu sampai nanti
Pasti kan direalisasi namun nggak setiap hari, karena lelah akan tersitanya kesibukan.
Cukup lakukan saja tanpa sampah-sampah nyaring dari mulutmu
Tekadkan mudamu kawal sumpah suci ini demi pertiwi
Sebab kamu bersumpah layaknya lodeh di tanggal tua, hambar.
sumpah pemuda wajib dibuktikan jika kau tak ingin dicap sampah pemuda.
Sumpah jabatan sajalah yang terlanggar, sumpah pemuda tetap terikrar pada ibu pertiwi
Sumpah pemuda adalah awal impian, tentang Indonesia yang saling berjabat tangan
Kalau utas hanya angka, buat apa sumpah pemuda ada?
Jika aku penyair kau akan menjadi insipirasiku!!!
sumpah pemuda kau biarkan, yang kau pikirkan hanya sumpah serapah orang lain.
Terbelalak ribuan pasang mata mendengarkan sumpahmu yang menggetarkan jiwa
indonesia is a myth. discuss.
Biarkan aku bersumpah sebagai pemuda untuk menghargai lahirnya Indonesia
Karena sejatinya, mereka yang berbisik pun akan jadi berisik bila serentak bersuara.
tak peduli kau penalar yang memilih sadar atau pendekar tanpa gelar
sumpah bukan sekedar ucapan, melainkan doa dalam ikatan penuh keyakinan
sumpah tidak perlu di tulis, di rekam. Tapi perlu di buktikan
Pemuda, dan lawan diri sendiri dari keterpurukan ahklak dan moral.
Jancuk! Definisi paling sederhana perihal sumpah itu sendiri, seumpama ngarai di pipi
Masih beranikah untuk bersumpah? hai pemuda?
Apakah sumpah, tidak ada lagi maknanya jika tanpa di ikuti oleh serapah?
Sumpahlah Raden. Urip iku ojo lali eling lan waspada!
sumpah pemuda tidak akan lagi bernyawa manakala torang mudah terbelah
Sumpah yang bersimbah dengan darah. Masih tersisakah di dalam jiwa?
Tanpa di sadari, kita terlalu jauh berlari tanpa peduli dengan negeri sendiri
kita merawat sumpah pemuda dengan mendengar Jakarta banjir dan basah bersamanya
Dan apakah para pemuda itu berani sumpah untuk menjaga negeri ini tentram?
Atau hanya ucap kosong dan negeri ini kenyang dengan sumpah kosong?
Yang bukan sampah adalah yang bersumpah dengan tekad, bukan untuk akhirat.
Sejarah tercipta sebab darah dari luka perjuangan, tak hanya tangisan penyesalan
padahal yang bilang itu abang-abang jaman dulu. kok malah aku?
Sumpah Pemuda hanya mengunyah janji, sampai pencernaan jadi sebentuk mencret; sisanya sepi.
sumpah yang kesepian kasiang rupa pigura kosong di ngana pe dinding rumah
kesepian abadi, lahir dari rahim puisi. sumpah bertungkus dalam dahi dan hati
Jiwamu akan terus membuncah, sumpah tak pernah kau muntahkan.
Ingatlah, karena setetes nyali dalam peluhmu memicu gairah tak terbatas
sebermula sumpah ialah wadah, dan pemuda ialah isi yang mudah dipindah.
Tutup usia wahai penerus. Kita adalah pelurus
Sumpah demi kerang ajaib, semoga kita pemuda makin ajib
Beda jaman bukan berarti beda semangat juang jadi pemuda
Wahai pemuda, mari befusi dalam sumpah untuk getarkan semesta
sumpah, aku takut bersumpah. Karena kesetiaan pada sumpah sesok ditagih oleh-Nya.
Sumpah, barangkali kata-kata itu ialah antara bohong dan benar.
Jadi, ke mana arahnya tulisan ini? Mungkin ke mimpi para pahlawan kami.
Pernah sekali, Aku pernah persumpah untuk tidak pernah bersumpah lagi
sumpah adalah janji-janji yang lebih mendalam.
Karena rongga kosong berani berteriak hingga yang terisi sungkan beriak
pada akhirnya diujung nyata kau memaki diri sendiri karena ulah sumpah serapahmu
Jangan gagap ihwal masa kini lalu merelakan ikrar jadi prasasti
Jangan pula mengotori prasasti suci dengan emosi
Terima kasih atas partisipasi kalian. Karya #MerasakanSumpah yang kita tulis bersama nantinya akan dibacakan di acara Paviliun Puisi, Sabtu, 28 Oktober 2017. Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi instagram @paviliunpuisi
Fairuz
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Syarat dan Ketentuan:
  1. satu penulis hanya bisa menulis satu baris
  2. Penakota berhak menghapus baris yang menurut tim redaksi tidak senonoh (mengandung SARA & ujaran kebencian)
  3. Di akhir event redaksi penakota akan mengkurasikan (redaksi hapus atau ubah kata) baris-baris yang ada hingga menjadi satu buah puisi
  4. Jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan menghubungi Penakota di penakota.id@gmail.com.

Ajak temanmu nulis bareng

LINE