Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Komunitas Bersajak, Wahana untuk Kembangkan Kualitas Menulis

Komunitas Sastra

Jakarta, Jakarta

Penakota.id – Kiranya di era kiwari, sastra sebagai salah satu entitas seni kian tak berjarak. Ketika sastra kerap dilabeli sebagai seni yang adiluhung, faktanya sastra sekarang bukan lagi hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu. Sastra tak lagi dipandang sebagai suatu hal yang absurd.

 

Banyak kalangan, tak terkecuali anak-anak muda kian kemari terlihat menyukai seni tersebut. Terlepas dari genre sastra itu dikatakan populer maupun serius, makin hari agaknya makin bertambah orang-orang yang mulai mendekati sastra. Apalagi diikuti dengan perkembangan teknologi yang nampaknya membantu probabilitas tersebut. Lewat teknologi, kaum muda memandang sastra dengan cara lebih karib dan santai.

 

Hal ini terbukti dari banyaknya komunitas sastra di kalangan anak muda yang tumbuh atau lahir. Rata-rata kelahiran mereka didasarkan daripada pergeraknnya lewat dunia teknologi atau digital, salah satunya Komunitas Bersajak.

 

Komunitas Bersajak merupakan salah satu komunitas pecinta puisi, atau pegiat puisi yang bersifat online dan bergerak melalui fitur aplikasi Line. Pendiri komunitas tersebut merupakan seorang pemuda bernama Andriansah. Ia adalah lulusan Universitas Gunadarma dan kini bekerja di sebuah perusahaan teknik di Bandung, Jawa Barat.

 

Menurut Andriansah, terbentuknya Komunitas Bersajak awalnya hanya didasari dari keisengan belaka. Medio 2016, saat melihat maraknya puisi-puisi di dunia digital, Adriansah pada akhirnya memiliki niat untuk membangun komunitas pencinta puisi.

 

 “Yang paling awal selain hits puisi, karena awalnya saya mau buat sesuatu yang bermanafaat buat banyak orang,” ungkap Andriansah kepada Sir Pentoel, Minggu (14/4).

 

Komunitas Bersajak sendiri lahir, tepatnya pada tanggal 27 September 2016. Komunitas ini sering menampilkan beberapa karya puisi milik penyair milenial yang sedang mengembangkan diri di dunia tulis-menulis. Tak hanya menampilkan beberapa karya-karya puisi saja, Komunitas Bersajak juga kerap melakukan kegiatan rutin menulis setiap bulan dengan tajuk 10 Hari Dalam Diksi (10HDD).

 

10HDD merupakan tantangan menulis selama sepuluh hari pada tanggal 1-10. Peserta yang terdaftar ditantang untuk menulis karya dengan tema yang telah ditentukan.

 

“Peserta yang daftar 10HDD, atau 10 Hari Dalam Diksi total sebanyak seratus peserta, dengan total seribu karya,” sambungnya.

 

Selain itu, Komunitas Bersajak juga memiliki acara Arisan Puisi. Biasanya pada acara ini, mereka mengundang pembicara yang memiliki latar belakang penulis, penyair, dan akademisi sastra. Kegiatan tersebut berfokus pada kegiatan pembacaan puisi dan diskusi kecil. Biasanya, dikatakan Adriansah, kegiatan digelar di Kios Ojokeos, Jakarta Selatan.

 

Hingga saat ini, papar Adriansah, anggota komunitas yang telah tergabung ke dalam Komunitas Bersajak sebanyak 60-100 anggota. Sementara adders official  account (OA) Line sebanyak 50ribu pengikut. Pemuda yang menyukai penyair Chairil Anwar dan Puisi Kwatrin Berima itu mengaku, Komunitas Bersajak telah melanglang buana di nasional. Bahkan pernah ikut berkontribusi menjadi tamu undangan dalam acara puisi yang digelar di Universitas Indonesia tahun 2017 lalu.

 

“Pernah diundang baca puisi. Dan itu membawa Bersajak juga untuk berkembang,” tegasnya.

 

Komunitas Bersajak tidak terlalu memikirkan akan mendapatkan atensi yang besar atau tidak. Dikatakan Adriansah, hal yang menjadi titik fokus pada komunitasnya hanyalah ingin menjadi wahana bagi para pecinta puisi untuk saling bertemu dan sharing.

 

Baginya, hadirnya Komunitas Bersajak memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas yang dapat bermanfaat pada diri orang lain, sehingga dapat ikut berkembang dan saling berkontribusi terhadap literasi puisi yang dahulu, dianggap barang kuno dan tua.

 

“Dan benar, enggak pernah memikirkan atensi besarnya atau tidak. Lebih tepatnya fokus untuk kualitas dalam penulisan puisi, berkarya setiap saat, saling berkontribusi terhadap sastra Indonesia,” paparnya.

 

Guna membangkitkan dunia literasi pada puisi Komunitas Bersajak memiliki motto tersendiri, yakni “Bersajak Adalah Cara Menenangkan Hati”. Jika kalian ingin bergabung dengan Komunitas Bersajak, kalian tinggal add saja OA Line (@REY7583c) dan akun Insatgram (@mari.bersajak).

 

 

Penulis: Aflaha Rizal

Editor: Fadli Mubarok

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah