Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Berbahagia dengan Gowes Literasi di Komunitas Baca Kampung Buku

Komunitas Sastra

Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur

Penakota.id - Berawal dari kecintaannya terhadap buku dan dongeng, Novia Uliana, gadis kelahiran Pekalongan ini pada akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang relawan di sebuah komunitas baca Kampung Buku. Sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD), ia yang kerap disapa Vivi ini memang sangat senang mengunjungi taman baca yang dimiliki komunitas tersebut. Berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur, kendati masih berada di sekitaran wilayah Jakarta, taman baca ini masih tergolong asri karena hamparam sawah dan sungai kecil masih terlihat di sekitarnya. 

 

Berdiri sejak medio 2007, dikatakan Vivi, pada mulanya taman baca ini hanya sebuah saung biasa. Sebelum pada akhirnya, tepatnya tahun 2010, para pegiat komunitas Kampung Buku merombak saung tersebut menjadi sebuah taman buku, dan dikokohkan menjadi sebuah bangunan tetap.

 

Berdasarkan penuturan Vivi, komunitas baca Kampung Buku sendiri berdiri dibawah naungan lelaki bernama Edi Dimyanti. Komunitas ini terus bergerak menjadi komunitas yang bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Banyak pengunjung hadir dan meminjam buku yang menjadi lokus minat mereka.

 

"Awalnya koleksi Kampung Buku ini berawal dari 100 eksemplar saja. Tapi sekarang sudah hampir kurang lebih 5000 eksemplar. Jenis buku-bukunya terdiri dari cerita anak, dongeng, cerita rakyat, ensiklopedia, kumpulan novel, komik, majalah anak dan kamus," tutur Vivi kepada Sir Pentoel, Selasa (16/4).

 

Sirkulasi peminjaman buku di taman buku ini terbilang unik. Tidak ada petugas resmi yang duduk di balik meja untuk menuliskan nama dan kapan buku dikembalikan. Namun, siapapun yang membaca dan meminjam buku di taman buku ini, dipercayai oleh Edi untuk bertanggung jawab atas buku yang dipinjam. Pengunjung bebas meminjam buku yang pembaca suka tanpa dipungut biaya.

 

Edi tidak takut bukunya hilang atau rusak, malah rasa senang yang ia tampakkan ketika melihat buku koleksinya ada yang sobek. Pasalnya hal itu membuktikan bahwa masih ada anak–anak yang menyukai buku-buku yang ia sediakan.

 

Dikatakan Vivi, taman baca komunitas Kampung Buku bahkan pernah turut serta dalam program Jakarta Membaca milik Pemprov DKI Jakarta, yakni Taman Baca Masyarat Mandiri dan mendapatkan penghargaan Kampung Literasi pada program tersebut. "Dari pengharagaan ini aku bisa mengikuti pelatihan kampung literasi di Yogyakarta, Jawa Tengah," terangnya

 

Baca juga: Radha Sarisha, Komunitas Tari FISIP UI Siap Harumkan Negeri

 

Bukan hanya penghargaan Kampung Literasi, komunitas ini juga mendapatkan penghargaan sebagai komunitas yang memliki program terbaik, yakni Gowes literasi. Gowes literasi merupakan program perpustakaan bergerak yang memiliki tujuan menyebarkan virus-virus literasi kepada anak secara lebih luas menggunakan sepeda yang sudah dimodifikasi. Perubahan itu dilihat dari posisi sadel yang lebih rendah dari semestinya, tambahan dua lampu sorot jalan di sisi depan dan belakang serta sebuah peti berukuran 60x40 cm di bagian tengah rangka sepeda. Tak tanggung–tanggung, program ini sudah mereka lakukan dengan melangsungkan perjalanan pergi pulang dari Jakarta-Kuningan, Jawa Barat, selama sebelas hari. 

 

"Mayoritas yang mengunjungi taman baca kampung Buku ini ialah anak–anak dari usia taman anak–anak hingga mahasiswa. Banyak kegiatan harian yang dilakukan di taman buku Kampung Buku ini, salah satunya ialah mengajarkan anak–anak membaca hingga bisa membaca," katanya.

 

Adapun kegiatan yang sedang mereka galakkan baru-baru ini ialah mengikuti acara Hari Anak Jakarta Membaca (Hanjaba). Hanjaba sendiri merupakan suatu program yang dicanangkan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudinpusar) Jakarta Timur. Bentuknya kegiatannya adalah menulis resensi. Pada kegiatan tersebut, anak-anak diwajibkan untuk memillih buku yang ia suka untuk dibaca, kemudian anak-anak dituntun untuk membuat resensi atas buku yang telah mereka baca. Kegiatan ini didampingi langsung oleh relawan pendamping, yaitu Vivi sendiri.

 

Untuk diketahui, Komunitas Baca Kampung Buku didirikan lantaran kepedulian Edi Dimyati terhadap literasi. Ia ingin menularkan minat baca terhadap anak sedini mungkin. Penulis buku seri Panduan Sang Petualang ini sangat berharap, komunitas baca Kampung Buku yang ia dirikan dapat mendorong anak-anak untuk cinta pada aktivitas membaca. Komunitas ini bekerjasama dengan komunitas reptil, untuk membuat sesi pembelajaran serta hiburan untuk para pengunjung. Banyak cara yang dilakukan Edi dan Vivi untuk mengajak anak–anak bergembira dengan membaca. Jika kalian penasaran ingin berkunjung, silakan datang ke alamat komunitas ini yang berada di Jl. Abdul Rahman Gg. Rukun RT15 RW 5 No.56 Cibubur, Jakarta Timur.

 

Penulis: Ghea Rae Sabrina

Editor: Galeh Pramudianto

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah