Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Aflaha Rizal

Bogor

5

Mengikuti

12

Pengikut

Aflaha Rizal

Bogor
Tentang Penulis

Karya-karya yang sudah terbit: Cuaca Sama(Nulisbuku.com,2016), Cuaca Sama II(Nulisbuku.com,2017), Antologi cerpen December Sky(Ellunar publish, 2017), Antologi puisi Ratu Abu(Ratu Abu, 2017), Cerpen Tak Sempat(www.sastramu.com, 2015), Antologi Bersajak Dalam Buku(Deandra Publishing, 2017). Menyukai kopi. Buku. Hujan. Dan fotografi.

Tempat,tanggal lahir

Bogor, 26 Agustus 1997

Media Sosial

Semua

(20)

Puisi

(17)

Cerpen

(3)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Senin 18 Maret 2019

Seperti pertemuan yang tak pernah selesai. Seperti percakapan singkat yang melekat abadi di ingatan panjang. Seperti secangkir kopi yang menandaskan bibir ciuman kenangan. Ada lekat yang dimakan waktu perlahan.Seperti sepasang sosok matamu, yang diturunkan Tuhan de...

0 Penulis Terpikat
0
23
Senin 11 Maret 2019

Saat malam tumbuh seusai senja, kau merapihkan rambut panjang yang kau sampirkan di belakang telingamu. Rambutmu yang perlahan tidur, rambutmu yang ditandang waktu.Namun Reveana, ada matahari malam setiap waktu yang melihat sesosok kita dalam tidurnya, juga selimutnya....

0 Penulis Terpikat
0
58
Kamis 31 Januari 2019

Sapardi Djoko Damono Tuhan menciptakan seekor Sapardi kepada liang kata-kata yang tumbuh, yang terbalut kisah Dongeng Marsinah, lalu terhempas pada Hujan Bulan Juni, lalu melukis makna pada selembar Ada Berita Apa Hari Ini...

1 Penulis Terpikat
0
29
Selasa 25 Desember 2018

* Suu, tanah telah berubah menjadi bangunan tinggi bersama lelehan kaca yang tegak. Ada manusia gila di dalamnya yang hidupnya sungguh serius, sedangkan aku bahagia selalu dengan kopi dan mekar puisi. Suu, banyak kawanan manusia yang bunuh diri. Sebab mere...

0 Penulis Terpikat
0
41
Kamis 18 Oktober 2018

Senja dan Kopi berada di depan rumah Puisi. Seorang menteri kata-kata yang dibutuhkan dua wartawan untuk mencari informasi mengenai kasus pembunuhan penyair dari amuk massa. Pagar rumah kemudian dibuka oleh satpam dan mempersilahkan Senja dan Kopi masuk. Malam menatap...

0 Penulis Terpikat
0
58
Rabu 26 September 2018

Di Kiarasari itu Reveana, warung kecil menjual kopi dari biji kenangan dan mereka menikmatinya dan berduka. Memikirkan tempat di masa lalu, dan masa depan yang berada di jalan jauh. Di Kiarasari itu Reveana, empat anjing liar berkeliaran mencari tempat mereka ya...

0 Penulis Terpikat
0
65
Kamis 23 Agustus 2018

Untuk Joko Pinurbo 1 Saya kemudian berbicara asu kepadanya. Dengan megap-megap gila yang rindu amat gila, ia bertanya, “Apa itu asu?” saya menjawab, “Asu ialah anjing yan...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 16 Agustus 2018
-

Baju Kemerdekaan Untuk Pak Apan, Desa Kiarasari Saya mencari baju kemerdekaan di dalam lemari. Berwarna merah darah kenangan dan putih kata-kata. Seorang kapten menunggu di depan rumah. Ia tengah duduk di ber...

0 Penulis Terpikat
0
29
Rabu 18 Juli 2018

Djakarta Warehouse Project 2017 Di konser musik tanpa suara penyanyi, perempuan itu membutuhkan lebih banyak perihal kertas berisi surat atau kata-kata dari seorang tubuh penyair. Ia berbicara padaku, ka...

0 Penulis Terpikat
0
45
Rabu 30 Mei 2018

(Joko Pinurbo) Dalam keremangan lampu-lampu, ia merobek-robek sunyi kamarku dengan buku-buku dan pakaian senjaku. Dalam tubuhku yang penuh darah kopi, membiaskan tangka...

0 Penulis Terpikat
0
125
Selasa 22 Mei 2018

Wajahnya telah menggores waktu, dengan pasir warna dan cat bibir merekah menunggu birahi pemangsa datang. Wajahnya telah minum dengan senyum, menunggu perburuan mangsa untuk mendapatkan kecantikan dan dipelihara. Wajah cantik miliknya, sebuah sunyi menunggu y...

0 Penulis Terpikat
0
56
Sabtu 21 April 2018

saya punya lengan yang terkadang sungguh bisa saya pakai untuk menggampar seseorang yang telah merutuki hidup saya. Atau genangan yang telah membuat saya gampang runtuh. Lengan juga pernah saya pakai untuk membuat makanan yang tidak pernah jadi, meski pada akhirnya Ibu...

0 Penulis Terpikat
0
27
Kamis 12 April 2018

Hari ini sudah pagi, Nak. Bangun dan lihatlah matahari yang meletup-letup itu. Didalamnya, penuh baju-baju kuning yang bersih dan sebagian masuk di binatu. Hari ini juga sudah pagi, Nak. Orang-orang juga sudah pada minum kopi demi mengusir sepi mereka dari keb...

0 Penulis Terpikat
0
127
Selasa 13 Maret 2018

Perempuan itu menatap pagi di sebuah empang besar di sudut kota. Empang yang paling baik, jika mau ditatap atau dikunjungi saat matahari pagi. Siang, para buaya sudah keluar dan menunggu mangsa. Ular-ular banyak yang melintas, mereka juga meminta sumbangan kepada orang-...

0 Penulis Terpikat
0
46
Selasa 27 Februari 2018

Kubuka pintu kamar, penuh kegelapan. Ada laba-laba. Tumpukkan buku-buku. Dan hening-hening yang bersemayam menemani untuk tidurku. Di sebelah saya ada puisi. Rupanya ia ada di tempat tidur. Matanya tetap melotot tanpa berkedip. Tidak ada orang yang mau bicara sama d...

0 Penulis Terpikat
0
46
Senin 12 Februari 2018

Aku hendak tidur, mencium kekasih. Setiap tidur di malam hari ketika lelah dengan urusan kota, ciuman layaknya jadwal yang tertempel di meja belajar. Seperti pengingat. Atau jadwal pelajaran sekolah yang barangkali serupa menjadi pengingat. Aku tahu, dimana-mana...

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 12 Februari 2018

Aku hendak menulis wajahmu di kertas. Kubayangkan wajahmu selembar kertas yang mampu menelurkan peluru senjata ketika kata-kata ialah kemampuan penyair berkata-kata. Aku ingin kalimat mampu yang damai menulismu tanpa kegaduhan ketika tetangga rumah dan orang-o...

0 Penulis Terpikat
0
78
Senin 29 Januari 2018

1 “Nak, kalian harus sukses. Membangun yang bisa membangun manfaat bagi banyak orang,” kata si Jas. Orang-orang termenung, menepuki tangan kepada si Jas yang hebat itu. Langkah yang angkuh dan mobil menunggu di luar hotel. Di tanah-tanah kosong daerah, yang dimak...

0 Penulis Terpikat
0
76
Rabu 03 Januari 2018
-

Dunia menyambut hari mati hari ini. Kota-kota lain memandang berita tentang manusia berbaring di jalan tanpa kehidupan sekali lagi. Air menyerang menumbuhkan racun di mana-mana. Tsunami, bahasa yang tepat kulakukan bagai mataku menatap dan suaraku menjadi bisu. Aku me...

0 Penulis Terpikat
0
92
Selasa 07 November 2017
-

Pengunjung Kedai yang Sedang Menelepon Anaknya Oleh: Aflaha Rizal Apa yang mau kau ceritakan lagi? Khansa, lelaki yang hendak menyendiri di sebuah kedai kota Kemang Timur itu, mencari kata-kata pada catatan yang selalu di bawanya. Buku puisi pun demikian. Ia memba...

0 Penulis Terpikat
0
112
Sabtu 21 April 2018

saya punya lengan yang terkadang sungguh bisa saya pakai untuk menggampar seseorang yang telah merutuki hidup saya. Atau genangan yang telah membuat saya gampang runtuh. Lengan juga pernah saya pakai untuk membuat makanan yang tidak pernah jadi, meski pada akhirnya Ibu...

0 Penulis Terpikat
0
27
Selasa 13 Maret 2018

Perempuan itu menatap pagi di sebuah empang besar di sudut kota. Empang yang paling baik, jika mau ditatap atau dikunjungi saat matahari pagi. Siang, para buaya sudah keluar dan menunggu mangsa. Ular-ular banyak yang melintas, mereka juga meminta sumbangan kepada orang-...

0 Penulis Terpikat
0
46
Selasa 07 November 2017
-

Pengunjung Kedai yang Sedang Menelepon Anaknya Oleh: Aflaha Rizal Apa yang mau kau ceritakan lagi? Khansa, lelaki yang hendak menyendiri di sebuah kedai kota Kemang Timur itu, mencari kata-kata pada catatan yang selalu di bawanya. Buku puisi pun demikian. Ia memba...

0 Penulis Terpikat
0
112
Senin 18 Maret 2019

Seperti pertemuan yang tak pernah selesai. Seperti percakapan singkat yang melekat abadi di ingatan panjang. Seperti secangkir kopi yang menandaskan bibir ciuman kenangan. Ada lekat yang dimakan waktu perlahan.Seperti sepasang sosok matamu, yang diturunkan Tuhan de...

0 Penulis Terpikat
0
23
Senin 11 Maret 2019

Saat malam tumbuh seusai senja, kau merapihkan rambut panjang yang kau sampirkan di belakang telingamu. Rambutmu yang perlahan tidur, rambutmu yang ditandang waktu.Namun Reveana, ada matahari malam setiap waktu yang melihat sesosok kita dalam tidurnya, juga selimutnya....

0 Penulis Terpikat
0
58
Kamis 31 Januari 2019

Sapardi Djoko Damono Tuhan menciptakan seekor Sapardi kepada liang kata-kata yang tumbuh, yang terbalut kisah Dongeng Marsinah, lalu terhempas pada Hujan Bulan Juni, lalu melukis makna pada selembar Ada Berita Apa Hari Ini...

1 Penulis Terpikat
0
29
Selasa 25 Desember 2018

* Suu, tanah telah berubah menjadi bangunan tinggi bersama lelehan kaca yang tegak. Ada manusia gila di dalamnya yang hidupnya sungguh serius, sedangkan aku bahagia selalu dengan kopi dan mekar puisi. Suu, banyak kawanan manusia yang bunuh diri. Sebab mere...

0 Penulis Terpikat
0
41
Kamis 18 Oktober 2018

Senja dan Kopi berada di depan rumah Puisi. Seorang menteri kata-kata yang dibutuhkan dua wartawan untuk mencari informasi mengenai kasus pembunuhan penyair dari amuk massa. Pagar rumah kemudian dibuka oleh satpam dan mempersilahkan Senja dan Kopi masuk. Malam menatap...

0 Penulis Terpikat
0
58
Rabu 26 September 2018

Di Kiarasari itu Reveana, warung kecil menjual kopi dari biji kenangan dan mereka menikmatinya dan berduka. Memikirkan tempat di masa lalu, dan masa depan yang berada di jalan jauh. Di Kiarasari itu Reveana, empat anjing liar berkeliaran mencari tempat mereka ya...

0 Penulis Terpikat
0
65
Kamis 23 Agustus 2018

Untuk Joko Pinurbo 1 Saya kemudian berbicara asu kepadanya. Dengan megap-megap gila yang rindu amat gila, ia bertanya, “Apa itu asu?” saya menjawab, “Asu ialah anjing yan...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 16 Agustus 2018
-

Baju Kemerdekaan Untuk Pak Apan, Desa Kiarasari Saya mencari baju kemerdekaan di dalam lemari. Berwarna merah darah kenangan dan putih kata-kata. Seorang kapten menunggu di depan rumah. Ia tengah duduk di ber...

0 Penulis Terpikat
0
29
Rabu 18 Juli 2018

Djakarta Warehouse Project 2017 Di konser musik tanpa suara penyanyi, perempuan itu membutuhkan lebih banyak perihal kertas berisi surat atau kata-kata dari seorang tubuh penyair. Ia berbicara padaku, ka...

0 Penulis Terpikat
0
45
Rabu 30 Mei 2018

(Joko Pinurbo) Dalam keremangan lampu-lampu, ia merobek-robek sunyi kamarku dengan buku-buku dan pakaian senjaku. Dalam tubuhku yang penuh darah kopi, membiaskan tangka...

0 Penulis Terpikat
0
125
Selasa 22 Mei 2018

Wajahnya telah menggores waktu, dengan pasir warna dan cat bibir merekah menunggu birahi pemangsa datang. Wajahnya telah minum dengan senyum, menunggu perburuan mangsa untuk mendapatkan kecantikan dan dipelihara. Wajah cantik miliknya, sebuah sunyi menunggu y...

0 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 12 April 2018

Hari ini sudah pagi, Nak. Bangun dan lihatlah matahari yang meletup-letup itu. Didalamnya, penuh baju-baju kuning yang bersih dan sebagian masuk di binatu. Hari ini juga sudah pagi, Nak. Orang-orang juga sudah pada minum kopi demi mengusir sepi mereka dari keb...

0 Penulis Terpikat
0
127
Selasa 27 Februari 2018

Kubuka pintu kamar, penuh kegelapan. Ada laba-laba. Tumpukkan buku-buku. Dan hening-hening yang bersemayam menemani untuk tidurku. Di sebelah saya ada puisi. Rupanya ia ada di tempat tidur. Matanya tetap melotot tanpa berkedip. Tidak ada orang yang mau bicara sama d...

0 Penulis Terpikat
0
46
Senin 12 Februari 2018

Aku hendak tidur, mencium kekasih. Setiap tidur di malam hari ketika lelah dengan urusan kota, ciuman layaknya jadwal yang tertempel di meja belajar. Seperti pengingat. Atau jadwal pelajaran sekolah yang barangkali serupa menjadi pengingat. Aku tahu, dimana-mana...

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 12 Februari 2018

Aku hendak menulis wajahmu di kertas. Kubayangkan wajahmu selembar kertas yang mampu menelurkan peluru senjata ketika kata-kata ialah kemampuan penyair berkata-kata. Aku ingin kalimat mampu yang damai menulismu tanpa kegaduhan ketika tetangga rumah dan orang-o...

0 Penulis Terpikat
0
78
Senin 29 Januari 2018

1 “Nak, kalian harus sukses. Membangun yang bisa membangun manfaat bagi banyak orang,” kata si Jas. Orang-orang termenung, menepuki tangan kepada si Jas yang hebat itu. Langkah yang angkuh dan mobil menunggu di luar hotel. Di tanah-tanah kosong daerah, yang dimak...

0 Penulis Terpikat
0
76
Rabu 03 Januari 2018
-

Dunia menyambut hari mati hari ini. Kota-kota lain memandang berita tentang manusia berbaring di jalan tanpa kehidupan sekali lagi. Air menyerang menumbuhkan racun di mana-mana. Tsunami, bahasa yang tepat kulakukan bagai mataku menatap dan suaraku menjadi bisu. Aku me...

0 Penulis Terpikat
0
92
Aflaha belum menulis satupun Naskah Drama
Aflaha belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Aflaha