Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Merengkuhmu

Oleh AinurLunar
Malam ini rintik hujan memyapaku,
Diantara rimbunnya pohon cemara,
Udara dingin yang menancap ketulang,
Menjadi teman di kegelapan

Sunyi..., sepi....,
Hanya bunyi ribuan tetes air yang kudengar,
Dan sesekali cahaya ajaib bernama kilatpun datang

Resah, gulanah,
Entah apa yang telah menyumbat saluran pernafasanku
Aku ter engah-engah...
Jantungku semakin kencang berdebar tak karuan
Entah sesuatu apa yang telah menghujamnya...

Ah tidak!
Dia datang kembali
Benda cair itu datang lagi

Sabil bergetar kupecahkan sunyi dengan isak
Ingatan-ingatan itu berkamuflase dalam otak
Membawaku kehadapan mereka
Dengan tatapan mata yang merekah
Dan kecapan lidah yang payah

Kemudian ku rengkuh sahabat baiku,
Kuluapkan semua isi otak dan hatiku
Setiap pemikiran-pemikiranku
Dan apa-apa yang ada pada hatiku

Perlahan tetes itu pun berhenti
Namun isaknya tak mau pergi
Kau perbaiki suasana hati
Yang berjuang didalam sepi

Terimakasih bagimu tanpa batas
Yang selalu menjadi pilihas teratas
Yang tak akan meminta untuk dibalas
Wahai sahabatku, pena dan kertas


Rabu 13 Juni 2018
28
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Ainur Lunar

AinurLunar

Tuliskan tanggapanmu tentang Merengkuhmu

Merengkuhmu

Puisi oleh Ainur Lunar

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah