Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Astrajingga Asmasubrata

Cirebon

10

Mengikuti

52

Pengikut

Astrajingga Asmasubrata

Cirebon
Tentang Penulis

Astrajingga Asmasubrata, lahir di Cirebon 3 Maret 1990. Pendidikan terakhir SMP Negeri 1 Astanajapura (2005). Salah satu penggerak Komunitas Malam Puisi Jakarta. Pernah membaca puisi di ASEAN Literary Festival (2015). Antologi puisinya: Ritus Khayali (2016), Miryam Dan Bayangan Dari Yang Berlalu (2018). Turut membantu Jurnal Sastra Lokomoteks (www.lokomoteks.com). Puisi-puisinya tersiar di media cetak dan media online juga termuat dalam antologi bersama: Negeri Bahari: 199 Penyair Dari Negeri Poci 8 (2018), Menguyah Geram (100 Puisi Melawan Korupsi, Yayasan Manikaya Kauci, 2017), Nyanyian Puisi Untuk Ane Matahari (Imaji - Ruang Sastra, 2017), Antologi Puisi Kopi 1550 MDPL (Gayo Institute, 2016), Antologi Puisi Cimanuk (Sail Puisi Cimanuk, Dewan Kesenian Indramayu, 2016), Antologi Puisi Selesat Cahaya Bermekaran (Malam Puisi Depok, 2015), Antologi Puisi Di Bawah Payung Hitam (Seni Indonesia Berkabung, 2015), dan biodatanya termaktub dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi, 2017).

Tempat,tanggal lahir

Cirebon, 03 Maret 1990

Media Sosial

Semua

(46)

Puisi

(46)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Jumat 17 Agustus 2018

Kaupoleskan gincu untuk Betahkan mataku. Padahal, aku Cukup puas dengan senyuman palsu Juga kerlingan gelapmu. Sebaiknya kita berhati-hati pada gairah. Maka berikan saja aku secuil rindu Tanpa hasrat pada setiap sentuhan Lembut tatapan matamu. Aku tak bermak...

2 Penulis Terpikat
0
29
Jumat 17 Agustus 2018

Paling magis dengar bunyi di sela sunyi puisimu Ada semacam srengenge sembunyi di situ; Memancar bagai binar mata pacar yang rindu Ini bukan soal eufoni, barangkali cuma sisa Gema sepasang genta dari gereja kota lama Dibawa kata sebagai berkat bagi segala duka...

0 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 17 Agustus 2018

Saya katak di luar tempurung Tak gentar diburu ular untuk nyemplung Kata orang-orang, nyanyian saya Memanggil hujan menghibur petani malang Yang ladangnya dijarah untuk perumahan Bahkan ada seorang Presiden Memelihara saya di belakang istananya Untuk menggena...

1 Penulis Terpikat
0
55
Jumat 17 Agustus 2018

perihal sepi apa yang akan kamu rasakan? tentu ia hanya belaka saja selebihnya ia sekadar jeda membikin apa yang tampak di dalam dan luar diri seolah tak semarak kamu tentu paham perkara waktu yang bukan berputar melainkan berlalu menyuguhkan sebuah saat...

0 Penulis Terpikat
0
24
Jumat 17 Agustus 2018

aku sudah tidur, katamu, ketika kita tiba di pos ronda itu sungguh, ini perkara sederhana: sarung yang membalut tubuh dan nyala api unggun gagal menangkal gigil kita selalu gamang menghadapi sepi tak seperti pencuri yang paham makna lari: salak anjing, bisik...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 28 Mei 2018

-- buat 17 Desember 1990 di sajak ini, aku menerjemahkanmu sebagai selubung suwung dada (sembulan sunyi yang sumbernya dari debarmu) barangkali di sajak mendatang setelah kita beradu pandang yang kelu pada kataku akan menjelma nyanyian bersahaja pada malu m...

1 Penulis Terpikat
0
183
Rabu 09 Mei 2018
-

: ngebut benjut tentu perilaku tergesa itu menyimpan celaka, menyimpan segala perkara yang dikutuk peribahasa semacam getun pada akhirnya ia memang begitu menggoda kau pasti sulit menolak ajakan yang ia ajukan tentu memacu adrenalin, bersikejar dengan w...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 07 Mei 2018

Kidung suwung Pelan berderu derai Dalam alun hangat napasmu Mengabarkan sampah dan limbah Di antara deretan bangkai perahu Sepanjang pesisir Kejawanan Malam belum jauh Saat kau baringkan gitar itu Namun nada kadung berayun-ayun Menggetarkan rangka baja Pemba...

0 Penulis Terpikat
0
21
Minggu 06 Mei 2018

Kaukah kemurungan yang belum Sempat diberi nama itu? Aku melihatmu sebagai bayangan Di sela kelam kata-kata Menyaru jerit pemberontak yang digantung Di pohon-pohon dekat rumah sakit Dan pekik ngeri prajurit desersi Grete, tanganku gemetar seperti tangkai Mawar...

0 Penulis Terpikat
0
28
Minggu 06 Mei 2018

Akulah pot tanpa bunga itu yang tak terjamah kumbang dan kupu-kupu Tapi hirup-embus napasmu menghidu semacam harum haru, sebelum hening angin merancapkan gigil di sekujur tubuh Aku kini gerimis di kacamatamu ke mana kau memandang hanya buram dan kelam, sepert...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 20 April 2018

Duduk di beranda malam hari, seekor kucing melungker di bawah almari. Matamu hening bergelut dengan kelam diri. Bulan separuh menyelusup di antara kibaran daun pisang. Pendar bohlam bergoyang di tembok kusam dan hawa dingin pun merayapi punggungmu yang kekar....

0 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 12 April 2018

-- buat M.M. Miryam Bertus /1/ Miryam, mungkin di Sainte-Martine di pelataran gereja tua guguran salju akan mempertemukan kita di antara pohon kastanye yang gering. Kawanan burung melayang dan mendarat di jendela-jendela menara seperti kerinduan yang tiba....

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 12 April 2018

Di bangku aku berbaring dipukau cerah langit sore juga kesiur kesejukan dari rindang pepohonan Dua bocah berkejaran memutari monumen pejuang gelak keceriaan mereka setara dengan sorak-sorai kerinduan yang membuatku tiba setelah perjalanan menempuh Jauh Di...

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 12 April 2018

Solo malam hari. Loji Gandrung senyap dibalut redup lampu dan rimbun pepohonan. Wangi masakan menyebar dari tenda kuliner sepanjang Jalan Slamet Riyadi "Itu angkringan, dan kalau di sana menunya selat dan timlo," ujarmu. Lantas aku pun menukas kapan kau akan...

0 Penulis Terpikat
0
59
Rabu 11 April 2018

Kursi rotan di beranda mengoceh tentangmu yang biasa duduk sore-sore sambil ngeteh. Meja kecil di sebelahnya turut pula menimpali dengan lirih dan masih di sekitaran beranda, dekat tangga pot-pot tanpa bunga bertutur merindukan siramanmu saban pagi. Sedang aku...

0 Penulis Terpikat
0
14
Sabtu 07 April 2018

/1/ Rekah fajar dari balik pagar Sepantun rumpun mawar Langkah cemas di tanah basah Berbaur tapak unggas Hari yang hangat Untuk tidak bertanya Beberapa depa dari beranda Aku menunggu di luar bahasa: Selengkung senyum atau aksen manis Kerlingan yang s...

0 Penulis Terpikat
0
29
Sabtu 07 April 2018

sebelum kantuk padam dalam pejam kurayakan pengujung hari bersama bulan yang melayang di seberang jendela juga sayup burung hantu yang konon mengundang mimpi buruk pada pulas anak-anak bengal dalam jingkrung sarung sementara detik terus bergerak seakan meng...

0 Penulis Terpikat
0
32
Rabu 04 April 2018

derit mesin jahit di persimpangan pasar bagai sentimental larik rumpang sajak tak rampung menyeru kepada seluruh indera dari haru menuju ambung itu sebagai petualang bernasib malang sepi dalam diri membentangkan laku jeri deritan itu mungkinkah deritaku? pulanglah pul...

0 Penulis Terpikat
0
74
Selasa 03 April 2018

-- buat Rendy Wijaya Mungkin cuma gurau namun kadung jadi setrum yang mendidihkan air bagi kopi saat kau mengenang rumah juga silsilah dan mimpi pada gulungan kabel itu. Masih ada nyala harapan seterang sorot lampu jauh yang berkilau di kaca spion atau sep...

0 Penulis Terpikat
0
25
Sabtu 31 Maret 2018

Usapan telapak tanganmu di punggungku Telah berubah jadi jalan kecil yang dilintasi Sajak panjang tentang badan meriang Dan sepotong koyo yang kau tempelkan Di jidatku hanyalah dekor bagi sedaras doa Atau sebagai peredam kecamuk pikiran Kedua telingamu turut p...

0 Penulis Terpikat
0
24
Jumat 30 Maret 2018

-- buat Setyowati Wulandari Telingaku dipenuhi cericit pipit Angin mengubahnya menjadi sayup hujan Menitik pada guguran daun Di permukaan kolam, aroma sepi Menyeruak dari balik semak belukar yang Kuterjemahkan sebagai sinawang Yang suwung, tapi serangkai...

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 28 Maret 2018

-- buat Cahya R. Gusti Perlahan namun pasti kau menempuh Jauh itu: Dingin dan licin dibentangkan kata-kata adalah jalanan yang merampas waktu. Angin sedih dari arah silam, mengantarkan halus hujan yang kau terjemahkan sebagai batas bahasa yang bening dan m...

0 Penulis Terpikat
0
24
Rabu 28 Maret 2018

-- buat Rama Aditya Putra Kau tidak tahu rindu siapa menyamar komedo dan jerawat pada roman wajah di cermin itu. Kau ragu: rapuh plus gugup menerjemahkan debar dada harapan yang baur dengan puja selepas senyum, selebihnya dingin sehening kelimun kabut...

0 Penulis Terpikat
0
30
Selasa 27 Maret 2018

-- buat S. Jundi /1/ Tak ada raung juga gaung suwung Cuma senyap berlimbak-limbak Plus gebar gairah yang pudar Tatkala melucuti kata demi kata Di sepanjang sajakmu, sebagai upaya Menduga ada apa di balik seketika Tentunya ini bukan perihal umpama Yang aka...

0 Penulis Terpikat
0
28
Selasa 27 Maret 2018

-- buat Dedy Tri Riyadi Kau memulai tualang Mengikuti derap sepatu Dalam pikiranmu, setelah Ranjang diguncang Mimpi buruk, sebelum Halimun dibubarkan terik Matahari. Lalu kau terpana Pada lubang bekas paku Di dinding terkelupas, dan Sejenak meraba ingatan T...

0 Penulis Terpikat
0
26
Rabu 14 Maret 2018

serupa nonsens, mendengar rayu atau upaya muslihat kilau rembulan di keheningan telaga direnangi ular membikin pandangan bergetar subuh hanya jauh, saat kau mulai menyadari isyarat ini halimun bubar dari rumpun samun lantas sunyi menemukan tetirahnya, sebelum...

0 Penulis Terpikat
0
47
Senin 12 Maret 2018

Di lampin ketiga, merah darah itu Menjelma mawar dan, di akhir tangis Kami temukan duka yang harum Tanpa umpama dan ilusi dosa-dosa Seluruh tanda adalah sebuah prosesi Supaya duka matang dalam samadi Sabda pun memasuki ruang rahasia Yang kudus -- tempat yang...

0 Penulis Terpikat
0
29
Minggu 11 Maret 2018

Di tubuhku ini kepolosan diterjemahkan gersang Bagi segurat warna yang meleleh di mata kuas: Merah ditimpa kuning jadilah nyala layung sore Mungkin nyala layung sore turut pula mengantar Ke pemakaman jenazah ayahnya, kemudian dia Memahami maut sebagai pijar geni...

0 Penulis Terpikat
0
138
Sabtu 10 Maret 2018

Geragu tak selalu Muncul karena cemas Yang meluncur dari mulutmu Meski begitu, kau tentu paham Kenapa kerlap-kerlip suar di balik Pelupuk menyesatkan kepada hampa (Serupa sonya) dan gulita (serupa ruri) Yang membikin mandul semua indera Sehingga keyakinan tertut...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 10 Maret 2018

Ritual berdandan baru 10 menit berlalu. Namun Maman belum menyentuh apa pun. Parfum dan deodoran sudah maklum, walau agak sedikit manyun saat Maman melamun di depan cermin itu. Pada ritual berdandan tadi, sisir dan minyak rambut tampak gembira meski Maman cuek;...

0 Penulis Terpikat
0
35
Jumat 09 Maret 2018

Di peti putih kau berbaring dengan pejam yang pulas Selepas pelayat pulih dari sedih, lantas merapal doa Sebelum anggukan memberangkatkan arak-arakan itu Dalam hati kau berujar semoga langit tetap cerah sebab Mereka begitu gampang menafsirkan duka sebagai Sang Hi...

0 Penulis Terpikat
0
105
Kamis 08 Maret 2018

/ menjelang tidur / (i) Teriakan lirih dari balik pintu lemari di kamarnya suatu malam, pengalaman seram masa kanak-kanak itu masih membawa ketakutan. Segaris sinar yang dipadamkan lampu jalan yang menembus jalusi adalah kantuknya pada suatu subuh. Kabut menyodo...

0 Penulis Terpikat
0
112
Kamis 08 Maret 2018

-- buat A & R    Tebaran kelopak mawar menandakan aku akan menyamarkan bau kecut dan anyir     tak lain agar kalian rileks ketika ingin saling menaklukkan dengan berbagai kejutan.    Sehingga lepaslah segala yang harus lekas dilepas seperti kecanggungan memb...

0 Penulis Terpikat
0
32
Rabu 07 Maret 2018

/1/ Lidahmu tak cukup mahir menghapus nikmat masakan ibu saat membaca daftar menu. Serdawamu juga tak sepuas senyuman tulus ibu sembari mengusap peluh di keningmu. Pelayan itu membuyarkan lamunan "Sajiannya menyimpan kenangan!" Tapi masakan ibu tiada band...

0 Penulis Terpikat
0
43
Selasa 06 Maret 2018

-- buat Arco Transept kata apa yang cukup pas menamsil nasib sendiri? di setapak sajak kita sempoyongan         serupa rusa lepas dari teror pemangsa tunak jejak melulu bercak darah         tapi mereka menyebutnya umpama         ya, begitulah dalih lidah...

0 Penulis Terpikat
0
133
Senin 05 Maret 2018

Antara angan dan ingin Kuziarahi datang dan pergimu Pada segunduk tanah. Doa yang saleh Adalah air mata yang gagal meleleh Antara kenang dan kening Kutakzimi sedih dan gembiramu Pada gurat nisan. Rindu yang tertahan Malih rupa guguran kelopak kembang Ant...

0 Penulis Terpikat
0
50
Senin 05 Maret 2018

Setengah kantuk aku mengikutimu Hingga samar mana ingin mana angan Setengah mabuk aku mencemaskan sepimu Diam-diam menyelinap ke dalam Instagram Foto Berlatar Laut: Aku terjang ombakmu dengan madah kalbu Mengayuh waktu menuju titik marwah rindu Sungguh beta...

0 Penulis Terpikat
0
67
Senin 05 Maret 2018

Bunga jambu berguguran di rumput yang basah Dari bawah sesuatu mengepak ke arah kolam Barangkali serangga, bisa juga daunan garing Atau barangkali sunyi yang mengasingkan diri Fajar pagi adalah hamparan manik-manik surga Aku petik mawar serta melati untuk mem...

0 Penulis Terpikat
0
80
Senin 05 Maret 2018

Penduduk kampung amat percaya Bahwa saya bukan dongeng belaka Sebab pitutur leluhur kadung tercatat Pada setiap persimpangan lubuk hutan Kemunculan saya jadi kabar buruk Bagi para perambah, atau mereka Yang berwatak jahat seperti wabah Menjauhkan sawah dari...

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 05 Maret 2018

Ketika jenazah dibaringkan ke lubang sepi itu Sebagian dari umpama menguap di cakrawala Takzim pelayat yang terus mengabarkan rindu Tak mungkin dipadatkan dalam sebaris sajak Yang menggetarkan bukan sesak-isak tangisan Tetapi kenangan yang berkelebat bagai si...

0 Penulis Terpikat
0
30
Senin 05 Maret 2018

Aku hanya menunggu surya angslup Di kedalaman laut. Tak ada kemurungan Atau gejolak berahi pada pandanganku Perahu-perahu membelah keheningan Aku hanya menikmati embusan angin Di lepas pantai. Lantas merenungi sepi Yang mungkin menghuni kesuwungan Nasib yan...

0 Penulis Terpikat
0
29
Senin 05 Maret 2018

Mengunjungi Kanoman kurangkai kelopak kembang Juga sisa tembang. Di bawah redup syamsu, sederet Mitos dan pamali kuhimpun dalam baris wangsalan Suasana tempo dulu menjadi semerbak seperti hujan Di tembok gapura kusentuh seluruh piring porselin Mencari diksi u...

0 Penulis Terpikat
0
44
Senin 05 Maret 2018

/1/ Agar benar-benar telah pulang Aku melahap hidangan Sega jamblang. Sudah agak siang Jalanan kota tampak lengang Becak menghampar di trotoar Ada yang mendengus Rangka gedung pusat perbelanjaan Seperti baris terakhir wangsalan Yang ironis. Barangkali silam...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 05 Maret 2018

Karena tak ada sendang di setapak sajak Kata-kata pun menumpang mandi Di pelupuk Wulan yang rawan -- Mengalirkan bening kangen tertahan Kadang, kenangan cuma gejolak liris Itu pun tak lantas jadi puitis Yang menyimpan daya magis Atau menoreh en-soi di luar...

0 Penulis Terpikat
0
35
Senin 05 Maret 2018

https://www.instagram.com/p/BIaDobEgBBt/ /1/ Aku tak meminta kau masuk Karena aku cuma lubang bidik di ujung Senapan yang kau intip dengan ragu Dan telunjukmu gemetar, meski Tanpa peluru. Jika kau buka lebar matamu Yang ada cuma gelap dan senyap. Kau...

0 Penulis Terpikat
0
108
Senin 05 Maret 2018

/1/ Pasir menyerap sunyi yang mendiami hidupku Ketika gelombang pasang perlahan surut dan Fajar menyepuhkan kilau emasnya pada laut Nasihat ibu melulu perihal menorehkan jejak Yang apik atau berhati-hati tak sembarangan Mendelik, kecuali ingin melihat sepi...

0 Penulis Terpikat
0
43
Astrajingga belum menulis satupun cerpen
Jumat 17 Agustus 2018

Kaupoleskan gincu untuk Betahkan mataku. Padahal, aku Cukup puas dengan senyuman palsu Juga kerlingan gelapmu. Sebaiknya kita berhati-hati pada gairah. Maka berikan saja aku secuil rindu Tanpa hasrat pada setiap sentuhan Lembut tatapan matamu. Aku tak bermak...

2 Penulis Terpikat
0
29
Jumat 17 Agustus 2018

Paling magis dengar bunyi di sela sunyi puisimu Ada semacam srengenge sembunyi di situ; Memancar bagai binar mata pacar yang rindu Ini bukan soal eufoni, barangkali cuma sisa Gema sepasang genta dari gereja kota lama Dibawa kata sebagai berkat bagi segala duka...

0 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 17 Agustus 2018

Saya katak di luar tempurung Tak gentar diburu ular untuk nyemplung Kata orang-orang, nyanyian saya Memanggil hujan menghibur petani malang Yang ladangnya dijarah untuk perumahan Bahkan ada seorang Presiden Memelihara saya di belakang istananya Untuk menggena...

1 Penulis Terpikat
0
55
Jumat 17 Agustus 2018

perihal sepi apa yang akan kamu rasakan? tentu ia hanya belaka saja selebihnya ia sekadar jeda membikin apa yang tampak di dalam dan luar diri seolah tak semarak kamu tentu paham perkara waktu yang bukan berputar melainkan berlalu menyuguhkan sebuah saat...

0 Penulis Terpikat
0
24
Jumat 17 Agustus 2018

aku sudah tidur, katamu, ketika kita tiba di pos ronda itu sungguh, ini perkara sederhana: sarung yang membalut tubuh dan nyala api unggun gagal menangkal gigil kita selalu gamang menghadapi sepi tak seperti pencuri yang paham makna lari: salak anjing, bisik...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 28 Mei 2018

-- buat 17 Desember 1990 di sajak ini, aku menerjemahkanmu sebagai selubung suwung dada (sembulan sunyi yang sumbernya dari debarmu) barangkali di sajak mendatang setelah kita beradu pandang yang kelu pada kataku akan menjelma nyanyian bersahaja pada malu m...

1 Penulis Terpikat
0
183
Rabu 09 Mei 2018
-

: ngebut benjut tentu perilaku tergesa itu menyimpan celaka, menyimpan segala perkara yang dikutuk peribahasa semacam getun pada akhirnya ia memang begitu menggoda kau pasti sulit menolak ajakan yang ia ajukan tentu memacu adrenalin, bersikejar dengan w...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 07 Mei 2018

Kidung suwung Pelan berderu derai Dalam alun hangat napasmu Mengabarkan sampah dan limbah Di antara deretan bangkai perahu Sepanjang pesisir Kejawanan Malam belum jauh Saat kau baringkan gitar itu Namun nada kadung berayun-ayun Menggetarkan rangka baja Pemba...

0 Penulis Terpikat
0
21
Minggu 06 Mei 2018

Kaukah kemurungan yang belum Sempat diberi nama itu? Aku melihatmu sebagai bayangan Di sela kelam kata-kata Menyaru jerit pemberontak yang digantung Di pohon-pohon dekat rumah sakit Dan pekik ngeri prajurit desersi Grete, tanganku gemetar seperti tangkai Mawar...

0 Penulis Terpikat
0
28
Minggu 06 Mei 2018

Akulah pot tanpa bunga itu yang tak terjamah kumbang dan kupu-kupu Tapi hirup-embus napasmu menghidu semacam harum haru, sebelum hening angin merancapkan gigil di sekujur tubuh Aku kini gerimis di kacamatamu ke mana kau memandang hanya buram dan kelam, sepert...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 20 April 2018

Duduk di beranda malam hari, seekor kucing melungker di bawah almari. Matamu hening bergelut dengan kelam diri. Bulan separuh menyelusup di antara kibaran daun pisang. Pendar bohlam bergoyang di tembok kusam dan hawa dingin pun merayapi punggungmu yang kekar....

0 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 12 April 2018

-- buat M.M. Miryam Bertus /1/ Miryam, mungkin di Sainte-Martine di pelataran gereja tua guguran salju akan mempertemukan kita di antara pohon kastanye yang gering. Kawanan burung melayang dan mendarat di jendela-jendela menara seperti kerinduan yang tiba....

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 12 April 2018

Di bangku aku berbaring dipukau cerah langit sore juga kesiur kesejukan dari rindang pepohonan Dua bocah berkejaran memutari monumen pejuang gelak keceriaan mereka setara dengan sorak-sorai kerinduan yang membuatku tiba setelah perjalanan menempuh Jauh Di...

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 12 April 2018

Solo malam hari. Loji Gandrung senyap dibalut redup lampu dan rimbun pepohonan. Wangi masakan menyebar dari tenda kuliner sepanjang Jalan Slamet Riyadi "Itu angkringan, dan kalau di sana menunya selat dan timlo," ujarmu. Lantas aku pun menukas kapan kau akan...

0 Penulis Terpikat
0
59
Rabu 11 April 2018

Kursi rotan di beranda mengoceh tentangmu yang biasa duduk sore-sore sambil ngeteh. Meja kecil di sebelahnya turut pula menimpali dengan lirih dan masih di sekitaran beranda, dekat tangga pot-pot tanpa bunga bertutur merindukan siramanmu saban pagi. Sedang aku...

0 Penulis Terpikat
0
14
Sabtu 07 April 2018

/1/ Rekah fajar dari balik pagar Sepantun rumpun mawar Langkah cemas di tanah basah Berbaur tapak unggas Hari yang hangat Untuk tidak bertanya Beberapa depa dari beranda Aku menunggu di luar bahasa: Selengkung senyum atau aksen manis Kerlingan yang s...

0 Penulis Terpikat
0
29
Sabtu 07 April 2018

sebelum kantuk padam dalam pejam kurayakan pengujung hari bersama bulan yang melayang di seberang jendela juga sayup burung hantu yang konon mengundang mimpi buruk pada pulas anak-anak bengal dalam jingkrung sarung sementara detik terus bergerak seakan meng...

0 Penulis Terpikat
0
32
Rabu 04 April 2018

derit mesin jahit di persimpangan pasar bagai sentimental larik rumpang sajak tak rampung menyeru kepada seluruh indera dari haru menuju ambung itu sebagai petualang bernasib malang sepi dalam diri membentangkan laku jeri deritan itu mungkinkah deritaku? pulanglah pul...

0 Penulis Terpikat
0
74
Selasa 03 April 2018

-- buat Rendy Wijaya Mungkin cuma gurau namun kadung jadi setrum yang mendidihkan air bagi kopi saat kau mengenang rumah juga silsilah dan mimpi pada gulungan kabel itu. Masih ada nyala harapan seterang sorot lampu jauh yang berkilau di kaca spion atau sep...

0 Penulis Terpikat
0
25
Sabtu 31 Maret 2018

Usapan telapak tanganmu di punggungku Telah berubah jadi jalan kecil yang dilintasi Sajak panjang tentang badan meriang Dan sepotong koyo yang kau tempelkan Di jidatku hanyalah dekor bagi sedaras doa Atau sebagai peredam kecamuk pikiran Kedua telingamu turut p...

0 Penulis Terpikat
0
24
Jumat 30 Maret 2018

-- buat Setyowati Wulandari Telingaku dipenuhi cericit pipit Angin mengubahnya menjadi sayup hujan Menitik pada guguran daun Di permukaan kolam, aroma sepi Menyeruak dari balik semak belukar yang Kuterjemahkan sebagai sinawang Yang suwung, tapi serangkai...

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 28 Maret 2018

-- buat Cahya R. Gusti Perlahan namun pasti kau menempuh Jauh itu: Dingin dan licin dibentangkan kata-kata adalah jalanan yang merampas waktu. Angin sedih dari arah silam, mengantarkan halus hujan yang kau terjemahkan sebagai batas bahasa yang bening dan m...

0 Penulis Terpikat
0
24
Rabu 28 Maret 2018

-- buat Rama Aditya Putra Kau tidak tahu rindu siapa menyamar komedo dan jerawat pada roman wajah di cermin itu. Kau ragu: rapuh plus gugup menerjemahkan debar dada harapan yang baur dengan puja selepas senyum, selebihnya dingin sehening kelimun kabut...

0 Penulis Terpikat
0
30
Selasa 27 Maret 2018

-- buat S. Jundi /1/ Tak ada raung juga gaung suwung Cuma senyap berlimbak-limbak Plus gebar gairah yang pudar Tatkala melucuti kata demi kata Di sepanjang sajakmu, sebagai upaya Menduga ada apa di balik seketika Tentunya ini bukan perihal umpama Yang aka...

0 Penulis Terpikat
0
28
Selasa 27 Maret 2018

-- buat Dedy Tri Riyadi Kau memulai tualang Mengikuti derap sepatu Dalam pikiranmu, setelah Ranjang diguncang Mimpi buruk, sebelum Halimun dibubarkan terik Matahari. Lalu kau terpana Pada lubang bekas paku Di dinding terkelupas, dan Sejenak meraba ingatan T...

0 Penulis Terpikat
0
26
Rabu 14 Maret 2018

serupa nonsens, mendengar rayu atau upaya muslihat kilau rembulan di keheningan telaga direnangi ular membikin pandangan bergetar subuh hanya jauh, saat kau mulai menyadari isyarat ini halimun bubar dari rumpun samun lantas sunyi menemukan tetirahnya, sebelum...

0 Penulis Terpikat
0
47
Senin 12 Maret 2018

Di lampin ketiga, merah darah itu Menjelma mawar dan, di akhir tangis Kami temukan duka yang harum Tanpa umpama dan ilusi dosa-dosa Seluruh tanda adalah sebuah prosesi Supaya duka matang dalam samadi Sabda pun memasuki ruang rahasia Yang kudus -- tempat yang...

0 Penulis Terpikat
0
29
Minggu 11 Maret 2018

Di tubuhku ini kepolosan diterjemahkan gersang Bagi segurat warna yang meleleh di mata kuas: Merah ditimpa kuning jadilah nyala layung sore Mungkin nyala layung sore turut pula mengantar Ke pemakaman jenazah ayahnya, kemudian dia Memahami maut sebagai pijar geni...

0 Penulis Terpikat
0
138
Sabtu 10 Maret 2018

Geragu tak selalu Muncul karena cemas Yang meluncur dari mulutmu Meski begitu, kau tentu paham Kenapa kerlap-kerlip suar di balik Pelupuk menyesatkan kepada hampa (Serupa sonya) dan gulita (serupa ruri) Yang membikin mandul semua indera Sehingga keyakinan tertut...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 10 Maret 2018

Ritual berdandan baru 10 menit berlalu. Namun Maman belum menyentuh apa pun. Parfum dan deodoran sudah maklum, walau agak sedikit manyun saat Maman melamun di depan cermin itu. Pada ritual berdandan tadi, sisir dan minyak rambut tampak gembira meski Maman cuek;...

0 Penulis Terpikat
0
35
Jumat 09 Maret 2018

Di peti putih kau berbaring dengan pejam yang pulas Selepas pelayat pulih dari sedih, lantas merapal doa Sebelum anggukan memberangkatkan arak-arakan itu Dalam hati kau berujar semoga langit tetap cerah sebab Mereka begitu gampang menafsirkan duka sebagai Sang Hi...

0 Penulis Terpikat
0
105
Kamis 08 Maret 2018

/ menjelang tidur / (i) Teriakan lirih dari balik pintu lemari di kamarnya suatu malam, pengalaman seram masa kanak-kanak itu masih membawa ketakutan. Segaris sinar yang dipadamkan lampu jalan yang menembus jalusi adalah kantuknya pada suatu subuh. Kabut menyodo...

0 Penulis Terpikat
0
112
Kamis 08 Maret 2018

-- buat A & R    Tebaran kelopak mawar menandakan aku akan menyamarkan bau kecut dan anyir     tak lain agar kalian rileks ketika ingin saling menaklukkan dengan berbagai kejutan.    Sehingga lepaslah segala yang harus lekas dilepas seperti kecanggungan memb...

0 Penulis Terpikat
0
32
Rabu 07 Maret 2018

/1/ Lidahmu tak cukup mahir menghapus nikmat masakan ibu saat membaca daftar menu. Serdawamu juga tak sepuas senyuman tulus ibu sembari mengusap peluh di keningmu. Pelayan itu membuyarkan lamunan "Sajiannya menyimpan kenangan!" Tapi masakan ibu tiada band...

0 Penulis Terpikat
0
43
Selasa 06 Maret 2018

-- buat Arco Transept kata apa yang cukup pas menamsil nasib sendiri? di setapak sajak kita sempoyongan         serupa rusa lepas dari teror pemangsa tunak jejak melulu bercak darah         tapi mereka menyebutnya umpama         ya, begitulah dalih lidah...

0 Penulis Terpikat
0
133
Senin 05 Maret 2018

Antara angan dan ingin Kuziarahi datang dan pergimu Pada segunduk tanah. Doa yang saleh Adalah air mata yang gagal meleleh Antara kenang dan kening Kutakzimi sedih dan gembiramu Pada gurat nisan. Rindu yang tertahan Malih rupa guguran kelopak kembang Ant...

0 Penulis Terpikat
0
50
Senin 05 Maret 2018

Setengah kantuk aku mengikutimu Hingga samar mana ingin mana angan Setengah mabuk aku mencemaskan sepimu Diam-diam menyelinap ke dalam Instagram Foto Berlatar Laut: Aku terjang ombakmu dengan madah kalbu Mengayuh waktu menuju titik marwah rindu Sungguh beta...

0 Penulis Terpikat
0
67
Senin 05 Maret 2018

Bunga jambu berguguran di rumput yang basah Dari bawah sesuatu mengepak ke arah kolam Barangkali serangga, bisa juga daunan garing Atau barangkali sunyi yang mengasingkan diri Fajar pagi adalah hamparan manik-manik surga Aku petik mawar serta melati untuk mem...

0 Penulis Terpikat
0
80
Senin 05 Maret 2018

Penduduk kampung amat percaya Bahwa saya bukan dongeng belaka Sebab pitutur leluhur kadung tercatat Pada setiap persimpangan lubuk hutan Kemunculan saya jadi kabar buruk Bagi para perambah, atau mereka Yang berwatak jahat seperti wabah Menjauhkan sawah dari...

0 Penulis Terpikat
0
106
Senin 05 Maret 2018

Ketika jenazah dibaringkan ke lubang sepi itu Sebagian dari umpama menguap di cakrawala Takzim pelayat yang terus mengabarkan rindu Tak mungkin dipadatkan dalam sebaris sajak Yang menggetarkan bukan sesak-isak tangisan Tetapi kenangan yang berkelebat bagai si...

0 Penulis Terpikat
0
30
Senin 05 Maret 2018

Aku hanya menunggu surya angslup Di kedalaman laut. Tak ada kemurungan Atau gejolak berahi pada pandanganku Perahu-perahu membelah keheningan Aku hanya menikmati embusan angin Di lepas pantai. Lantas merenungi sepi Yang mungkin menghuni kesuwungan Nasib yan...

0 Penulis Terpikat
0
29
Senin 05 Maret 2018

Mengunjungi Kanoman kurangkai kelopak kembang Juga sisa tembang. Di bawah redup syamsu, sederet Mitos dan pamali kuhimpun dalam baris wangsalan Suasana tempo dulu menjadi semerbak seperti hujan Di tembok gapura kusentuh seluruh piring porselin Mencari diksi u...

0 Penulis Terpikat
0
44
Senin 05 Maret 2018

/1/ Agar benar-benar telah pulang Aku melahap hidangan Sega jamblang. Sudah agak siang Jalanan kota tampak lengang Becak menghampar di trotoar Ada yang mendengus Rangka gedung pusat perbelanjaan Seperti baris terakhir wangsalan Yang ironis. Barangkali silam...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 05 Maret 2018

Karena tak ada sendang di setapak sajak Kata-kata pun menumpang mandi Di pelupuk Wulan yang rawan -- Mengalirkan bening kangen tertahan Kadang, kenangan cuma gejolak liris Itu pun tak lantas jadi puitis Yang menyimpan daya magis Atau menoreh en-soi di luar...

0 Penulis Terpikat
0
35
Senin 05 Maret 2018

https://www.instagram.com/p/BIaDobEgBBt/ /1/ Aku tak meminta kau masuk Karena aku cuma lubang bidik di ujung Senapan yang kau intip dengan ragu Dan telunjukmu gemetar, meski Tanpa peluru. Jika kau buka lebar matamu Yang ada cuma gelap dan senyap. Kau...

0 Penulis Terpikat
0
108
Senin 05 Maret 2018

/1/ Pasir menyerap sunyi yang mendiami hidupku Ketika gelombang pasang perlahan surut dan Fajar menyepuhkan kilau emasnya pada laut Nasihat ibu melulu perihal menorehkan jejak Yang apik atau berhati-hati tak sembarangan Mendelik, kecuali ingin melihat sepi...

0 Penulis Terpikat
0
43
Astrajingga belum menulis satupun Naskah Drama
Astrajingga belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Astrajingga