Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Dyan

Dyan Amatir

7
Pengikut
3
Mengikuti
Tentang Penulis
mencintai kopi dan senja, juga kamu yang senang mendengarkan ceritaku tanpa jeda.
Tempat, Tanggal Lahir
Jakarta , 22 May, 1987
Username Penakota
penakota.id/penulis/DiyanAmatir/
Puisi
Cerpen

Cerpen Dyan

Dyan belum menulis satu pun Cerpen

Puisi Dyan

Sujud yang Terlupa
Puisi

Aku berpulang pada sujud-sujud yang pernah terlewat, sujud-sujud yang terlupa, memanjatkan berbagai rasa yang selalu mengendap di pusara jiwa. Merengkuh lemas pada alas yang pernah terabaikan, berpasrah pada kuasa semesta yang Maha Luas dan tak...

: 8 | : 0 | : Kamis, 8 November 2018 - 22:49

Hampir Mati
Puisi

Aku menjadi hilang arah, selalu linglung ketika marah. Butuh aroma yang menghangatkan juga menenangkan, seperti bau menyan yang datang ditiap malam. Bau ini aku suka, sekarang aku dimana? apakah sudah diantara ruh yang tak bernyawa?...

: 24 | : 0 | : Kamis, 1 Maret 2018 - 17:17

Tuan Hujan
Puisi

Sekali lagi aku terjebak pada bau hujan, aroma khasmu Tuan, menarik Ku kembali pada sudut ruangan itu. Sudut rumahmu diujung kota Hujan, yang biasa aku datangi setiap akhir pekan. ‌Tuan hujan, kamu mempersilakan aku masuk, agar aku...

: 83 | : 0 | : Senin, 23 Oktober 2017 - 14:46

Rindumu Palsu
Puisi

Kamu bilang Rindu, Tapi tidak mau bertemu. Kamu bilang kesepian, Tapi kamu lebih pilih sendirian. Kamu bilang tak punya cukup waktu, Padahal aku siap menunggumu. Ah kamu, bermulut manis, seperti puisi-puisi yang pernah kau tulis. Aku...

: 97 | : 0 | : Senin, 23 Oktober 2017 - 10:58

kalah
Puisi

semesta. malam ini aku mengaku kalah, aku jatuh lagi, pada egoku yang meninjuku hingga hancur, habis semua, tanpa tersisa. oh semesta, sesalkupun tak ada guna, rasa sakit pada kepala tak terhingga, khawatirku menendangku, terperosok...

: 106 | : 2 | : Minggu, 22 Oktober 2017 - 21:21

Menghilang atau Dihilangkan
Puisi

Pernah merasa hilang? hilang dalam bising, hilang sendiri, hilang tanpa arah, hilang terpendam, hilang lalu pergi, atau hilang dalam diam hilang bersama, hilang bermunculan, hilang lalu kembali, hilang lalu lalang, melayang. kalimat...

: 72 | : 0 | : Sabtu, 21 Oktober 2017 - 03:00

Penjinak Senja
Puisi

Warna merah merona seperti biasa, ia datang bersama para pengelana, membawa gumpalan awan hitam, bergulung-gulung tak terhingga terasa kelam memang, sampai burung enggan berlarian dihadapanya Apakah ini pertanda, tanda akan adanya air...

: 74 | : 0 | : Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:03

SEMU
Puisi

Nanti dulu, jangan buru-buru aku hampir saja putus asa, menunggu cintamu ditiap senja, menanti jiwamu bersauh, bersatu dalam satu tubuh, karena aku ingin kamu utuh. hampa ini membuatku tersiksa, meraung haus lelah berharap, terlalu lama...

: 97 | : 0 | : Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:41
Tutup

Bagikan profil Dyan