Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Mencari Ibu di Jambang*

Oleh FatahAnshori
1/
Setiap sore ayah membawa
batu bata dari pekuburan lama,
yang berlumut percuma dan
berbalut doa-doa untuk para
arwah yang tersangkut di
reranting pohon jati.

Lalu setiap malam menjadi
tangisan dan mimpi buruk.

Bersama dosa-dosa dari pekuburan,
ayah masih membawa batu bata
lagi, menatanya diatas tumpukan
lama hingga dirasa cukup.

"Ini untuk jambang idaman!" Katanya.

2/
Lalu jadilah jambang itu:
Wajahnya persegi panjang, kau bisa
melihat wajahmu ketika menatap
wajahnya. Tapi adikku tidak pernah
menemukan wajahnya melayang
di sana. Hanya ada tangis dan suara
-suara desis ular. Potongan tangan,
dan wajah geram seorang Veteran.

"Kembalikan aku ke pekuburan!" Kata
Veteran itu pada adikku yang terpaku
di pintu kamar mandi.

Tapi ayah hanya tertawa mendengar
cerita adikku yang mengada-ada.

3/
Jambang itulah
yang mungkin,
telah membuat remuk
keluarga kami. Ia satu
-satunya yang tahu aib
dan rahasia setiap orang di
keluarga kami sewaktu mandi. Kecuali
adikku, yang tak pernah mandi di sana.

"Lebih baik aku jadi tanah
dari pada mandi darah
dan nanah!" Katanya.

4/
Di suatu pagi, ibu menjadi anak
kecil lagi. Ia tak mau bangun pagi
dan menanak nasi. Ayah muring
lalu seluruh benda, pecah belah
di rumah.

"Jiwa ibu tersesat di dalam jambang,
dan di dada ibu anak kecil itu mencari
jalan pulang." Kata adikku yang muncul
tiba-tiba di sampingku.

5/
Lalu aku masuk ke dalam jambang, saat
seluruh keluargaku ditawan. Seorang
Veteran itu membungkukkan dada dan
tersenyum riang. Ia sepertinya senang
aku masuk jambang. Di bawah kakiku
tulang belulang masa lalu. Cerita-cerita
yang lapuk, dan desis ular makin liar. Si
Veteran mempersilahkan: ada lubang
hitam di pojokan. 'masuk saja!' katanya.

Aku masuk dan berenang ke sana.

Hamparan rumput dan padang ilalang di
dalam jambang. Para penggembala, sapi,
kambing, domba dan orang tua yang
bercerita di bawah pohon mangga.

Aku masih melayang, capung dan kupu-kupu
di sampingku. Desa tampak permai dan damai.
Ibu berada di beranda rumah bambu.

"Ayo pulang Bu!"
"Kita sudah benar-benar pulang, Nak!"

Dari balik pintu si Veteran itu tersenyum
menatapku.

Lamongan, 2018

*) Sebutan untuk bak penampung air di kamar mandi oleh masyarakat desa di Lamongan.
Selasa 15 Mei 2018
27
1 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Fatah Anshori

FatahAnshori

mungkin menyenangkan menjadi petani dusun

Tuliskan tanggapanmu tentang Mencari Ibu di Jambang*

Baca karya Fatah lainnya

PUISI

Bolero-mu

Jumat 16 Februari 2018
-
53
PUISI

Merangkum Sore

Senin 30 April 2018
27

Mencari Ibu di Jambang*

Puisi oleh Fatah Anshori

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah