Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Memoria Maharani

Oleh GandaSucipta02
"hanya sial yang mampu hentikan lenguh. dalam sebuah perjalanan tubuh, kita sepakat janganlah angkuh"

ruang tempat mengingat kini gelap
serta pekat.
buku berdebu tak sempat kita baca
halaman terakhirnya pun t'lah lenyap.
kunjungan yang penghabisan jadi bayang,
kau setengah telanjang terdekap kesepian.

kita yang mendesis,
meliuk
mencari lekuk-lekuk
di tiap sudut tubuh
memastikan bahwasanya
di sana,
sudah tertanam
tetumbuhan sorga.

saat ini, di kepalaku penuh sesal
--harusnya kutetak saja lidahmu--
penanti ciuman berabad-abad itu

Bengkulu, Februari-Maret 2018
Selasa 13 Maret 2018
91
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Gansu Karangnio

GandaSucipta02

Lahir di Talang Leak, Lebong 16 September 1992. Menamatkan pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Bengkulu. Juara 1 seleksi tingkat provinsi baca puisi p...

Tuliskan tanggapanmu tentang Memoria Maharani

Baca karya Gansu lainnya

Memoria Maharani

Puisi oleh Gansu Karangnio

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah