Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Herman

Herman Herman

19
Pengikut
3
Mengikuti
Tentang Penulis
Pemusik dan pekerja, lahir dan hidup di Palangka Raya. Dimiliki sebuah grup musik bernama Catatan Kaki (instagram: @catatankakimusik) Untuk mengkontak dapat melalui WA: 085252972909
Tempat, Tanggal Lahir
Palangka Raya , 22 June, 1991
Username Penakota
penakota.id/penulis/HermanxHerman/
Media Sosial
Puisi
Cerpen

Cerpen Herman

Herman belum menulis satu pun Cerpen

Puisi Herman

Sajak Pendek Para Budak
Puisi

Mulut mereka tak berhenti mengunyah mengecap rakus yang tak pernah putus Menjejal racun ke dalam perut terus-menerus. Derit malas kursi berbunyi mengiringi detak dari detik jam dinding yang tak mau berhenti. Kepala penuh bising oleh keluh, mantra...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 7 | : 0 | : Kamis, 9 Agustus 2018 - 15:22

Meletakan Rahasia Pada Tempat Terbuka
Puisi

Datang Tak ada yang mengisi, firasat tak jua pasti Kau tiba, dalam diri yang terbata-bata Entah ingin apa, namun kita tak berjarak waktu yang jauh usai malam terjatuh luruh Membawaku pergi ke taman menemui sungai, airnya sekeruh tujuan...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 34 | : 0 | : Kamis, 7 Juni 2018 - 18:43

Sekolah Kami Menghitam
Puisi

Ditulis berdasarkan kejadian nyata pembakaran 8 sekolah pada rentang waktu berdekatan, Diinisiasi oleh oknum politik demi kepentingan pribadinya, terjadi di Palangka Raya pada Juli 2017. Sirine berbunyi panjang kala mata terpejam Dini hari...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 13 | : 0 | : Senin, 7 Mei 2018 - 11:16

Gerimis Di Pemakaman
Puisi

Gerimis kala kau dikebumikan, deras pada mata-mata yang menyaksikan, kami tak bisa menyangsikan, kehilangan adalah ujung dari kepemilikan. Tanah pekuburan yang lembab, semoga tenang bersemayam dalam dekap. Bumi telah memiliki tubuhmu dan langit...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 19 | : 0 | : Jumat, 6 April 2018 - 14:43

Khayal
Puisi

Di ruang-ruang kepala, tak ada tentara, tak ada agama. Tak perlu menista dan tak ada siksa. Di ruang-ruang pikiran, sejuta keindahan diaduk menjadi adonan. Tak ada bunuh-membunuh, tak ada lahir yang dibuang Tak ada cinta terlarang, tak ada yang...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 11 | : 0 | : Senin, 26 Maret 2018 - 10:36

Sepi
Puisi

Restoran ini sepi, tak ada bunyi denting sendok mengadu pada piring Tak ada riuh pengunjung bising, meja-meja kering. Bukankah kita dibesarkan pula oleh sepi, ucapmu nyaring. Lalu kita aku disuguhi yang semula diresapi, sepi. Bahkan dalam...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 18 | : 0 | : Kamis, 15 Maret 2018 - 08:34

Penantian Yang Lain
Puisi

Apakah hidup hanya menanti, menari dari cahaya redup mata, digiring oleh iring irama sesak di dada, seperti batu besar mengganjal di rongga. Jika jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, bukankah yang kerap mengintai hidup adalah...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 13 | : 0 | : Rabu, 7 Maret 2018 - 14:45

Engkaukah Angin Itu?
Puisi

Engkaukah angin itu? Meniupkan malam membawa pagi datang dalam pertemuan, Sungguh disayang aku lupa membawa keberanian dan membiarkan waktu memisahkan ruang. Dalam kacaunya sirkuit waktu dan sengitnya hariku, kau temukan aku dalam kegamangan...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 14 | : 0 | : Selasa, 27 Februari 2018 - 20:35

Cincin Perkawinan
Puisi

Engkau adalah alam liar Aku adalah serakahnya pembangunan Apa aku harus berhenti membangun? Apakah harus merelakan hasrat berjalan di tempat? Aku cintai kau diam-diam, di sudut-sudut pembangunan ada pohon kutanam, meski terlarang tapi rindu...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 23 | : 0 | : Minggu, 25 Februari 2018 - 20:36

Padang Panjang
Puisi

Buai aku di sana. Hidangkan sejuk ‘tuk mengairi kemarau di kepala dan di dada. Susuri sawah kuning merekah di tepi jalan. Kabut embun tak lekang oleh siang. Telusuri sejuk hutan di jalanan yang berlumpur selepas hujan lebur. Pohon-pohon yang...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 21 | : 0 | : Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:20

Inisiasi Rasa
Puisi

Waktu, latar berwarna kecemasan. Terang gelap yang saling silang. Suara-suara tembakan dari film tema kejahatan. Jenuh, kamuflase warna di dinding waktu. Penuh coretan yang kerap menyaru. Merayu nyala api ‘tuk menari membakar...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 14 | : 0 | : Jumat, 23 Februari 2018 - 07:56

Potongan Kalimat Ini Kutemukan Di Jalan Pulang
Puisi

Diantara debu, ada rindu yang kuhirup separuh jalan pulang Lampu jalan redup redam, berkedip bak kunang-kunang Banyak ruang kosong di kota ini, seperti juga kepala yang harus diisi Dari segala sisi, rindu bisa saja memanggil Sebab Palangka Raya...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 20 | : 0 | : Kamis, 22 Februari 2018 - 08:49

Pemakan Plastik
Puisi

Mereka menulis puisi Mengaku paling mengerti perihal kesenduan menggurat kesedihan di atas kertas buram Rekaan tangis pada baris-baris tanpa arahan Kata yang tak saling berkenalan, kehilangan tujuan. Kunyah itu kalimat, dijilat sejuta...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 16 | : 0 | : Rabu, 21 Februari 2018 - 10:17

Untuk Hujan Sore Kemarin
Puisi

Memandangi beranda dan halaman dimandikan. Perciknya meresonansi ingatan masa silam Terbentuk dari uap ingatan Jatuh kembali ke bumi jadi kenangan. Di ketinggian awan memasak hujan Dengan cinta-Nya langit, hidup bumi telah...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 15 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:58

Sajak Kemarau
Puisi

Untuk kabut asap tahun 2015 yang begitu parah Nafas kami gantungkan di kokohnya belantara. Kini terkabar, hutan kami terbakar murka api kemarau. Jiwa-jiwa pohon mati bergentayang menjadi asap kelam Tanah kami tak tersentuh cahaya...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 13 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:55

Kemana?
Puisi

Pikiranku adalah gang sempit menuju rumahmu Lalui kumuh pemandangan Riuh anak-anak kecil berlarian Pikiranmu adalah setapak buntu penuh ilalang Menanjak dan menurun tak berarah kepastian Menuju laut atau...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 19 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:46

Pecahan
Puisi

Anak-anak pikiran, mengambang di tengah malam mimpi dan kenyataan tak bisa lagi dipisahkan pejam Anak-anak pikiran, belarian di lorong-lorong kubur Pikiran tak bisa tertidur, mengumpulkan pecahan yang terhambur Anak-anak pikiran, mati perlahan...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 16 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:39

Marah
Puisi

Menjadi pemarah setiap hari Bergegas menua atau jadi benda mati saja Meja, brangkas , apa saja yang tak bisa diajak bicara. Dan pendingin ruangan membekukan kita. Kebosanan, berhala yang kusembah. Detik disini terasa begitu plastik, tak...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 14 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:35

Tempat Paling Sendiri
Puisi

Kau, masih renangi masa silam Bahkan kenangan yang tak punya kaki untuk berjalan. Tangannya menggapai pikiranmu, mengaduk keruh keberadaanku. Kau, salahkan waktu, lelahmu yang tak bisa kupangku. Disisakan memar, mendekat dan bersandar. Entah...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 32 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 12:02

Perokok
Puisi

Asapiku dengan persepsimu “Rokok adalah Ibu, yang lahirkan ide-ide baru.” Katamu. Yang aku tahu dompetmu tak berhenti mencandu. Zat-zat berbahaya berbahasa kedokteran Lebih kau hafal ketimbang teks undang-undang. Senin pagi kau tak pernah...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 14 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:56

Mata Kaca Ibu
Puisi

Tak sempat teralir, kata maaf pada pamitku yang serupa nyala petir. Kukemasi diri dan meninggalkan beberapa khawatir. Lembab di mata tertahan, sebelum diriku hilang sesudah pertigaan. Aku harus belajar terbang. Masa depan sedang kurakit, di...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 12 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:44

Penari
Puisi

Tubuh terbuka lepas menari Berlari sejumlah mata menghampiri Menggoyah iman pria-pria baris depan Menggoda pikiran “apakah hanya sekedar tarian?” Dari belakang tirai sandiwara, negosiasi berbicara Merumuskan harga jasa, Membungkus pulang...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 19 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:39

Telisik - Untuk Album
Puisi

Pada penutupan, suaramu meneduhkan hujan Kau jebakan di lintasan waktu, sepintas masa lalu. Lahir dari tanah basah sebuah tunas Keinginan memilikimu, namun hanya seutas. Senja memerah malu, nyanyianmu pilu. Kepiluan diakhiri suara jejak...

Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 19 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 10:11

Catatan Kaki
Puisi

Jika hidup adalah buku, kita adalah kedangkalan. Tenggelam sebelum memahami. Maka waktu menjadi catatan kaki. Menerangkan kenyataan yang harus...

Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
: 94 | : 0 | : Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:27
Tutup

Bagikan profil Herman