Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

lima anak, lima mulut, lima lambung

Oleh ImamBudiman

membunuh petani kebun kacang

dalam narasi pengantar tidur


seorang petani kebun kacang

               keluar gubuk

membawa semacam peta;

garis-garis liar luntur


serta beberapa titik

sengaja ditebalkan.


pagi penuh syak. tak ada

arit di pinggang.

tak ada butah

dipanggul punggung.


"di mana musim sembunyi? di hutan mana

hujan berpinak sehingga tak pulang kemari?"


petani murung yang bingung.

lima anak, lima mulut, lima lambung.

sehari saja, katanya, kalian bermain

masak-masakkan. pura-pura makan.

kenyang --tidak pura-pura.


petani mencari hujan di antara belukar,

hanya batu cadas mengurut kakinya.


petani mencari hutan di aspal jalan,

buritan truk menyenggol tubuhnya.


lima anak, lima mulut, lima lambung.

kebun kacang itu turut pulang ke langit

bersama arit dan butah milik tuannya.


Ciputat, 2019

Kamis 20 Juni 2019
93
2 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Imam Budiman

ImamBudiman

Pembaca. Menulis Puisi Sesekali.

Tuliskan tanggapanmu tentang lima anak, lima mulut, lima lambung

Baca karya Imam lainnya

lima anak, lima mulut, lima lambung

Puisi oleh Imam Budiman

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah