Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Bukan Takdir

Oleh KataKakiOvina
"Apa mungkin dia?"

Jujur saja, pertanyaan itu bukan hanya milikmu. Pernah aku melontarkan pertanyaan itu ketika ada seseorang yang aku kira adalah jawaban atas semua ini. Kurang lebih aku pun berkata, "Apakah dia orangnya?"

Lagi-lagi itu hanya dugaan yang lebih mirip dengan harapan. Dugaanku padamu pun demikian. Terlalu banyak hal yang aku pikirkan jika benar-benar itu kamu.

Ah sudahlah. Kita memang lebih baik begini. Awalnya aku anggap kamu hanya bercanda, seperti yang biasa kamu lakukan. Meskipun, candaan kali ini cukup membuatku setengah percaya. Karena sisanya, aku tidak menginginkan itu nyata.

"Ini tanggalnya, kamu bisa datang kan?"

Kamu mengirimkan gambar undanganmu di ruang percakapan kita. Warna marun dengan sedikit hiasan emas menjadi latar dari undangan itu.

Seketika, aku sadar bahwa kamu sungguh-sungguh atas ucapanmu. Memang rasa itu sudah tinggal di tepian waktu beberapa tahun lalu, semenjak kita mulai larut pada nasib dan lupa bertanya kabar. Tapi, tak bolehkah aku diberi kesempatan untuk ikut tertulis di undangan itu?

Ternyata, kamu dan dia belum begitu lama bertemu kembali. Dia pun berstatus teman bagimu. Sama denganku.

"Aku kalah start",

"Tidak Sha. Takdir memang menuliskan bahwa Rama harus menyapa perempuan itu terlebih dulu, sebelum kamu."
Batinku saling bercakap.
Yah, lelaki itu bernama Rama.
Jumat 11 Mei 2018
27
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Novry Amelia

KataKakiOvina

Pembelajar yang tertarik pada literasi ~Biar langkah yang membawa kata~

Tuliskan tanggapanmu tentang Bukan Takdir

Baca karya Novry lainnya

PUISI

Meredam

Selasa 27 Maret 2018
-
44
PUISI

Layang-layang

Selasa 27 Maret 2018
-
27
PUISI

Mengikhlaskan

Rabu 28 Maret 2018
-
33

Bukan Takdir

Cerpen oleh Novry Amelia

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah