Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Pertemuan

Oleh KataKakiOvina
Dia, lelaki yang aku kenal lewat sahabatku. Mereka juga sempat dekat. Namun, ego yang membatalkan semuanya. Pada akhirnya mereka memilih berteman. Sama seperti aku dan Rama.

"Tahukah kamu, saat kamu menceritakan bagaimana pertemuan kembali dengannya membuatku sedikit sesak?"

Hanya berselang 2 minggu dari pertemuan kembali kalian, kamu memutuskan untuk melamarnya. Ya hanya 2 minggu.
Dan itu 3 bulan sebelum kita saling menyapa kembali.

"Oh Tuhan, rasanya ini tidak adil. Tidak bisakah aku bertukar posisi dengan perempuan itu?"

Ketenangan yang biasa aku ciptakan mulai hilang. Pasalnya, percikan cerita yang lalu mulai bertamu kembali di bibir ingatan. Kita pernah ada sesuatu dan itu baru benar-benar aku sadari sekarang.

Kamu mengingatkan tentang kedekatan kita dulu. Yah, kita membahasnya kembali. Yang katamu, sempat tidak disetujui oleh sahabatku ketika dia tahu kamu mendekatiku. Aku memang tidak terlalu menanggapi serius akan usahamu mendekatiku. Karena aku pikir itu hanya usahamu untuk menjadi lebih akrab denganku sebagai teman.

Aku memang tidak berani terlalu jauh, karena prinsip yang aku yakini dan sahabatku yang belum seutuhnya memaafkanmu. Entahlah, apa kamu tahu prinsipku itu. Tapi, seharusnya dengan melihat perubahan tampilanku, kamu tahu itu.

Sekitar 2 hari yang lalu kamu mengajakku untuk bertemu. Aku pun setuju karena memang sudah sangat lama kita tidak bertemu langsung. Tentunya aku akan mengajak sahabatku. Meskipun, kamu tidak sama sekali memintaku untuk mengajaknya.

Lalu, kita bertemu. Kamu banyak membahas tentang perempuan itu dan rencana pernikahanmu. Kamu menceritakannya dengan begitu semangat.

"Nanti akadnya di rumah dia, sekitar 2 minggu setelah itu resepsi di Yogja."

"Di Yogja di rumahmu?.", tanyaku

"Gak, di gedung, Sha. Biar ga repot."

"Terus kita harus datang ke akad sama resepsimu nih?.", ujar sahabatku yang dari tadi lebih banyak bertanya dibandingkan aku. Wajar saja, karena dia baru diberitahu Rama tentang pernikahannya.

"Yah terserah, tapi aku ga mau nyusahin kalian. Baiknya datang pas di Yogja aja, karena bakal banyak teman-teman kita nanti"

Kamu bahagia. Mana mungkin aku tega merusak kebahagiaanmu dengan emosi masa lalu ini. Pertemuan itu menyadarkanku bahwa aku harus mulai melupakan harapan. Ya...harapan yang memang seharusnya tidak dibiarkan berjalan begitu jauh. Cukup sampai dihari pertemuan itu.
Sabtu 19 Mei 2018
31
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Novry Amelia

KataKakiOvina

Pembelajar yang tertarik pada literasi ~Biar langkah yang membawa kata~

Tuliskan tanggapanmu tentang Pertemuan

Baca karya Novry lainnya

PUISI

Meredam

Selasa 27 Maret 2018
-
44
PUISI

Layang-layang

Selasa 27 Maret 2018
-
27
PUISI

Mengikhlaskan

Rabu 28 Maret 2018
-
32

Pertemuan

Cerpen oleh Novry Amelia

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah