Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Pelukan Pelepasan

Oleh KataKakiOvina
Aku memang penasaran dengan perempuan itu. Sempat aku mencari tahu tentangnya di media sosial. Perempuan itu memang menarik. Itu penilaian jujur dariku sebagai seorang perempuan.

Dia suka menulis ya? Aku perhatikan dari postingan sosial medianya. Sebagian besar tentang tulis menulis. Menurutku, kalian tidak terlalu banyak kesamaan. Maaf jika terdengar sedikit sentimen. Aku ingin tahu apa yang membuatmu begitu yakin dengannya.

Tapi sudahlah...
Semakin aku tahu tentang perempuan itu, maka semakin aku sulit untuk melupakanmu.

Kini aku dan Chaca sudah berada di kamar yang kamu pesankan. Kami langsung beristirahat, karena resepsi pernikahanmu akan diadakan malam ini.

Pernikahanmu cukup mewah. Wajar saja untuk anak sulung seorang pengusaha sepertimu. Meskipun, tampilan dan pribadimu sama sekali tidak mencerminkan itu. Kamu tetap dididik untuk tidak lupa apa itu kesederhanaan. Itu yang menambah nilaimu di mataku.

Acaranya akan dimulai. Kamu dan perempuan yang sekarang sudah menjadi istrimu masuk dengan diiringi sambutan yang meriah dari tamu undangan. Melihatmu berdampingan dengannya membuat penilaianku berubah. Dia memang pantas bersamamu. Kalian begitu serasi.

Tiba saatnya aku dan Chaca untuk memberikan selamat padamu secara langsung di atas pelaminan. Kamu sudah melihat kami dari awal masuk dengan melambaikan tangan dan senyum mengembang yang menghiasi wajahmu.

Kami sudah dihadapanmu. Kamu memperkenalkan kami sekilas kepada istrimu. Dia pun menyambutku dan Chaca dengan ramah.

"Selamat, ya, Rama," ucapku padamu.

"Makasih ya, kalian udah mau datang."

Aku lanjutkan memberi selamat pada istrimu, "Selamat, ya, Rindu, kalian serasi banget".

"Terima kasih Aisha."
Lalu, kami berpelukan. Pelukan itu menjadi penanda bahwa aku memang sudah benar-benar melepaskan Rama pada Rindu.

Lalu, diteruskan dengan foto bersama. Ketika kami hendak turun, Rindu menghentikan langkah kami, "kalian jangan langsung pulang ya, nanti kita makan bareng".

"Oh, siap-siap", jawab Chaca.

Rama, ini caraku menyayangimu. Melihatmu sudah menemukan perempuan yang tepat adalah hal yang paling ampuh untuk mengikhlaskanmu.

"Sha, kamu kenapa? Kamu nangis?," Chaca menyadarkanku. Airmata sudah mengalir dipipiku.

"Heh... ga Cha, aku senang banget liat mereka. Semoga mereka selalu diberkahi Allah ya."
Aku sungguh-sungguh atas ucapanku.

"Aamiin."
Minggu 20 Mei 2018
37
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Novry Amelia

KataKakiOvina

Pembelajar yang tertarik pada literasi ~Biar langkah yang membawa kata~

Tuliskan tanggapanmu tentang Pelukan Pelepasan

Baca karya Novry lainnya

PUISI

Meredam

Selasa 27 Maret 2018
-
43
PUISI

Layang-layang

Selasa 27 Maret 2018
-
26
PUISI

Mengikhlaskan

Rabu 28 Maret 2018
-
32

Pelukan Pelepasan

Cerpen oleh Novry Amelia

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah