Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Pertemanan, Awal Hingga Akhir

Oleh KataKakiOvina
Aku ingin memiliki seorang pacar yang solehah. Sosok yang kurasa pas saat itu adalah Aisha. Tapi, kini setelah aku mulai berhijrah, aku menertawakan teoriku itu. Pernah aku baca dari salah satu artikel dakwah yang kalimatnya kurang lebih seperti ini.

"Mau punya pacar solehah? Yang adem kalau dipandangi, yang suka ingetin solat tiap waktu solat, yang ajakin ke kajian...
Hei akhi, mana ada wanita solehah yang mau diajak pacaran?
Kalau dia benar-benar solehah, dia bakal ajakin kamu ke Abinya, minta dilamar."

Ini juga berlaku bagi para akhwat. Sayangnya, aku baru sadar sekarang.

Jika kamu tanya, mengapa aku malah menikah dengan orang lain? Bukankah aku dulu menyukai Aisha?

Menyukai? Ya, aku mengakuinya. Ketertarikanku berawal dari kekaguman akan pribadinya. Namun, seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku lebih memilih pertemanan.

Semenjak kejadian dimana Chaca marah padaku, aku mulai jarang menghubungi Aisha. Sampai aku bisa benar-benar menghilangkan perasaan ini.

Pernah aku menghubungi dia kembali, disaat rasa itu mulai memudar. Aku merasakan hal berbeda darinya. Meskipun, sikap ramahnya tidak berubah sama sekali. Yang aku rasakan, dia memberi batas padaku. Mungkin, bisa dibilang menjaga.

Setelah aku cari tahu dari Chaca, ternyata dia memang semakin berubah. Menjadi semakin alim. Dapat aku pastikan dengan perubahan penampilannya. Aku semakin minder melihat kenyataan ini. Sampai, akhirnya aku tidak menghubunginya lagi.

Oh ya, tentang aku dan Chaca. Kami memang teman SMA. Aku baru dekat dengannya ketika kelas XII (kelas 3). Hingga, awal perkuliahan pun kami semakin dekat. Jika ditanya apa yang terjadi diantara kami berdua, aku pun tidak bisa memastikan.

Mungkin memang aku ada ketertarikan padanya. Pun dirinya. Hampir saja kami melanjutkan hubungan yang lebih. Tetapi, sikap bimbangnya yang membuatku mundur teratur. Di kampusnya, dia juga sedang dekat dengan lelaki lain. Aku bukan tipe lelaki yang gemar bersaing. Apalagi keberadaanku yang tidak bisa terus bersamanya, karena kami kuliah di kota yang berbeda. Aku di Bandung dan dia di Bogor.

Sikapku berubah padanya. Tidak ada lagi pesan yang bernada perhatian setiap pagi dan menjelang tidurnya. Dia pasti merasakan perubahanku. Dia begitu marah padaku, bahkan mengumpatku. Kami sempat putus hubungan. Namun, karena kami mengawali semua ini dari pertemanan, kami pun mengakhirinya juga dengan pertemanan. Apalagi, dia juga sudah dekat dengan Ibuku. Kadang, aku tidak enak hati pada Ibu jika dia menanyakan tentang Chaca. Akhirnya, aku kembali menghubunginya. Syukurnya, dia sudah memaafkanku.

Kami mulai berteman kembali seperti dulu. Hingga, dia mengenalkanku pada Aisha. Setelah beberapa waktu dari perkenalan kami, aku memberanikan diri bilang pada Chaca kalau aku ingin mendekati Aisha, seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya. Dan dia pun merespon dengan kemarahannya.

Namun, sudahlah. Semua hal yang terjadi antara aku dan Aisha, pun dengan Chaca. Semua telah menjadi bagian dari masa laluku. Akhirnya, memang jalan pertemanan yang kami pilih.
Selasa 22 Mei 2018
31
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Novry Amelia

KataKakiOvina

Pembelajar yang tertarik pada literasi ~Biar langkah yang membawa kata~

Tuliskan tanggapanmu tentang Pertemanan, Awal Hingga Akhir

Baca karya Novry lainnya

PUISI

Meredam

Selasa 27 Maret 2018
-
44
PUISI

Layang-layang

Selasa 27 Maret 2018
-
27
PUISI

Mengikhlaskan

Rabu 28 Maret 2018
-
33

Pertemanan, Awal Hingga Akhir

Cerpen oleh Novry Amelia

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah