Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Ibu

Oleh MichellNapitupulu
Pagi ini Lia berangkat ke sekolah dengan semangat. Sebelum berangkat tidak lupa iya pamit pada Ayahnya yang sedang duduk-duduk sambil meminum kopi di depan teras, “Yah Lia pergi sekolah dulu ya. Hari ini hari terakhir di sekolah sebelum kelulusan minggu depan."

Ayah membalas pamitan Lia dengan senyuman, dan menjawab, “Ya sudah hati-hati ya Nak. Jangan pulang terlalu lama, hari ini ada tamu mau bertemu dengan mu." Lia penasaran siapa tamu yang dimaksud Ayah, “Siapa yang mau datang Yah?" Ayah tidak menjawab dan malah menyuruh Lia untuk segera berangkat sekolah dan mengingatkan kembali agar jangan pulang terlalu lama.


Selama di sekolah Lia penasaran siapa tamu yang Ayah maksud. Itulah sebabnya setelah semua urusan di sekolah selesai, Lia segera menuju ke rumah dengan hati bertanya-tanya siapakah tamu yang ingin menemuiku.
Sesampainya di rumah, Lia langsung disapa oleh seorang wanita. “Halo lia , perkenalkan nama tante Meli. Tante adalah teman Ayah kamu." Risa perlahan-lahan mencerna siapa dan untuk apa Tante Meli datang ke rumahnya. Apakah tante Meli ini tamu yang dimaksud oleh Ayah.

Lia kemudian menyapa kembali tante Meli dengan “Halo tante, aku Lia. Ayah ada di mana ya tante?" Tante Meli menjawab, “Ayah kamu sedang di belakang membantu tante menyiapkan makan siang. Kami sudah menunggu Lia sejak tadi."
Aku kemudian beranjak menuju meja makan dan akhirnya bertemu dengan Ayah. Ayah memeluknya lalu kembali memperkenalkan tante Meli lagi. “Lia, ini tante Meli teman Ayah." Risa hanya menganggukan kepala sekali lagi dan kembali memikirkan apa maksud Ayah memperkenalkan tante Meli padanya.

Apakah Ayah ingin menggantikan posisi Ibu dengan Tante Meli? Memikirkan hal tersebut aku seketika menjadi sedih dan tidak bersemangat. Aku tidak mungkin mengecewakan Ayah dengan tidak ikut makan siang bersama. Tapi aku merasakan perasaan yang sangat sedih ketika memikirkan apakah benar Ayah ingin menggantikan posisi Ibu dengan orang lain.
Tidak lama selesai makan siang, tante Meli kemudian pamit pulang.

Ayah mengantarkannya ke luar dan aku mengunci diriku di kamar. Setelah beberapa saat, Ayah menghampiri pintu kamarku. Ayah mengetuk pintu beberapa kali, namun aku tidak ingin berbicara dengan Ayah dahulu. Aku masih belum mengerti kenapa harus ada orang lain yang menggantikan posisi ibu.

Tanpa aku sadari Ayah mengajakku berbicara dari balik pintu. Ayah berkata, “Lia, Ayah tahu kamu pasti kaget dengan kedatangan tante Meli hari ini. Tapi Ayah ingin kamu tahu kalau tante Meli itu baik dan Ayah ingin tante Meli membantu Ayah menjaga dan membesarkan kamu."

Aku menangis mendengar pengakuan Ayah. Aku pun menjawab Ayah sambil menangis, “Tapi Lia tidak mau siapapun menggantikan Ibu, yah." Ibu memang sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu, tepat saat aku berumur 12 tahun. Saat itu aku dan ayah sangat terpukul dengan kematian ibu. Aku tidak pernah menyangka bahwa ayah akan secepat ini mencari pengganti ibu.

“Tante Meli tidak menggantikan Ibu, Nak. Tante Meli ada untuk membantu membesarkan kamu. Banyak hal yang tidak ayah ketahui dalam membesarkan kamu menjadi seorang wanita dewasa. Ayah harap kamu bisa mengerti nak." Ucap ayah lagi kali ini. Akupun menyadari ada banyak hal yang harus aku mepertimbangkan. Ayah sudah bersusah payah selama tiga tahun terakhir bekerja sekaligus membesarkanku sendirian. Aku harus mengerti ayah dan aku pun membuka pintu kamarku.

“Ayah aku mengerti perasaan Ayah. Jika memang tante Meli adalah pilihan terbaik untuk Ayah, Lia tidak akan menolaknya. Lia tahu Ibu juga bahagia ketika Ayah bahagia dan Lia bahagia." Aku memeluk ayah sambil menangis. Aku yakin Ibu mengerti dan tidak akan merasa tergantikan. Ibu tetap anda di hati kami. Ibu tetap hidup di hati kami. Aku dan Ayah sayang Ibu.
Rabu 07 Februari 2018
38
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Michell Napitupulu

MichellNapitupulu

Tuliskan tanggapanmu tentang Ibu

Baca karya Michell lainnya

Ibu

Cerpen oleh Michell Napitupulu

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah