Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Muhammad Fathurridho

Mojokerto

1

Mengikuti

4

Pengikut

Muhammad Fathurridho

Mojokerto
Tentang Penulis

Amplop coklat

Tempat,tanggal lahir

Mojokerto, 29 Desember 1996

Media Sosial

Semua

(8)

Puisi

(8)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Senin 10 September 2018
-

Untuk Charis Akhirnya satu hari nanti kita adalah sepasang titik hujan yang saling pergi menuju kehilangan. Awan hanya serangkaian alasan kita untuk bertemu di tengah haru luasnya langit. Pun perlahan dan pasti kau sudah dipinang bumi dengan mesra dan t...

0 Penulis Terpikat
0
20
Kamis 10 Mei 2018

aku ingin perbincangan kita ditulis menjadi satu bab buku matematika yang isinya materi memperselisihkan sebuah perpecahan sederhana kau cukup diam dan biarkan air matamu menjadi tanda kurung dan segala egoisme kita jadi angka-angkanya perlahan kita subtitus...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 10 Mei 2018

1/ kemauan kali ini seperti matamu, dia bisu saat kutanya "kau ingin apa?" begitu berulang pada jam yang sama aku tidak mau jadi siapapun untuk memelukmu aku adalah kata cukup yang selalu melekat pada nilai-nilai ujian Ilmu Pengetahuan Malam 2/ nanti, k...

0 Penulis Terpikat
0
24
Minggu 18 Maret 2018

Aku selalu penasaran kepada hujan, kenapa dia selalu menyembunyikanmu disaat sedang turun dengan serius-seriusnya. Ada hal yang selalu ingin aku ketahui, apakah kau masih menjadi pohon kota yang diam di jalan-jalan, atau kau menjadi papan penunjuk jalan yang bertuliska...

0 Penulis Terpikat
0
35
Senin 05 Maret 2018

atau bukan karena sepi mungkin jawabanku bukanlah namamu sama seperti penjual kue putu suling tiap sore sampai malam ku putari kota sambil bersiul dengan mengusik sunyimu sampai tiba di persimpangan kaupun keluar dan membeliku atau bukan, jika terlalu...

0 Penulis Terpikat
0
28
Sabtu 20 Januari 2018

Saat hujan, aku pergi sendiri ke kafe malam itu. Ada enam meja, di meja ke empat aku duduk. Lima meja lainnya sudah ditempati sepi. Aku memesan secawan oksigen. Agar aku tidak sampai mati masuk dalam atmosfer kesendirian. Kemudian seekor nyamuk yang sedang mabuk mengham...

0 Penulis Terpikat
0
54
Selasa 14 November 2017
-

dengan sepi, mata jauh bisa melihat kaki kemana, sedalam jejak gagak buangan menggadaikan hidup pada malam. cintalah yang memeluk tangis angin membujuk pergi usiran bulan dan menampar kasih di kedua sela sayap. tinggallah bernyanyi, gagak hidup di cemara-c...

0 Penulis Terpikat
0
74
Rabu 01 November 2017
-

perhatianmu seperti surat kabar pagi, menyapaku dengan sampul hangat halaman utama berjudul sengketa rindu korupsi E-Ldr. matamu menyuapku dengan anggaran janji-janji manis dari telepon rahasia untuk sebuah pertemuan. di halaman dua engkau mengernyit dengan kabar olah...

0 Penulis Terpikat
0
196
Muhammad belum menulis satupun cerpen
Senin 10 September 2018
-

Untuk Charis Akhirnya satu hari nanti kita adalah sepasang titik hujan yang saling pergi menuju kehilangan. Awan hanya serangkaian alasan kita untuk bertemu di tengah haru luasnya langit. Pun perlahan dan pasti kau sudah dipinang bumi dengan mesra dan t...

0 Penulis Terpikat
0
20
Kamis 10 Mei 2018

aku ingin perbincangan kita ditulis menjadi satu bab buku matematika yang isinya materi memperselisihkan sebuah perpecahan sederhana kau cukup diam dan biarkan air matamu menjadi tanda kurung dan segala egoisme kita jadi angka-angkanya perlahan kita subtitus...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 10 Mei 2018

1/ kemauan kali ini seperti matamu, dia bisu saat kutanya "kau ingin apa?" begitu berulang pada jam yang sama aku tidak mau jadi siapapun untuk memelukmu aku adalah kata cukup yang selalu melekat pada nilai-nilai ujian Ilmu Pengetahuan Malam 2/ nanti, k...

0 Penulis Terpikat
0
24
Minggu 18 Maret 2018

Aku selalu penasaran kepada hujan, kenapa dia selalu menyembunyikanmu disaat sedang turun dengan serius-seriusnya. Ada hal yang selalu ingin aku ketahui, apakah kau masih menjadi pohon kota yang diam di jalan-jalan, atau kau menjadi papan penunjuk jalan yang bertuliska...

0 Penulis Terpikat
0
35
Senin 05 Maret 2018

atau bukan karena sepi mungkin jawabanku bukanlah namamu sama seperti penjual kue putu suling tiap sore sampai malam ku putari kota sambil bersiul dengan mengusik sunyimu sampai tiba di persimpangan kaupun keluar dan membeliku atau bukan, jika terlalu...

0 Penulis Terpikat
0
28
Sabtu 20 Januari 2018

Saat hujan, aku pergi sendiri ke kafe malam itu. Ada enam meja, di meja ke empat aku duduk. Lima meja lainnya sudah ditempati sepi. Aku memesan secawan oksigen. Agar aku tidak sampai mati masuk dalam atmosfer kesendirian. Kemudian seekor nyamuk yang sedang mabuk mengham...

0 Penulis Terpikat
0
54
Selasa 14 November 2017
-

dengan sepi, mata jauh bisa melihat kaki kemana, sedalam jejak gagak buangan menggadaikan hidup pada malam. cintalah yang memeluk tangis angin membujuk pergi usiran bulan dan menampar kasih di kedua sela sayap. tinggallah bernyanyi, gagak hidup di cemara-c...

0 Penulis Terpikat
0
74
Rabu 01 November 2017
-

perhatianmu seperti surat kabar pagi, menyapaku dengan sampul hangat halaman utama berjudul sengketa rindu korupsi E-Ldr. matamu menyuapku dengan anggaran janji-janji manis dari telepon rahasia untuk sebuah pertemuan. di halaman dua engkau mengernyit dengan kabar olah...

0 Penulis Terpikat
0
196
Muhammad belum menulis satupun Naskah Drama
Muhammad belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Muhammad