Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Muhammad

Muhammad Fathurridho

4
Pengikut
1
Mengikuti
Tentang Penulis
Amplop coklat
Tempat, Tanggal Lahir
Mojokerto , 29 December, 1996
Username Penakota
penakota.id/penulis/MuhammadFathurridho/
Media Sosial
Puisi
Cerpen

Cerpen Muhammad

Muhammad belum menulis satu pun Cerpen

Puisi Muhammad

Nantinya
Puisi

Untuk Charis Akhirnya satu hari nanti kita adalah sepasang titik hujan yang saling pergi menuju kehilangan. Awan hanya serangkaian alasan kita untuk bertemu di tengah haru luasnya langit. Pun perlahan dan pasti kau sudah dipinang...

: 15 | : 0 | : Senin, 10 Sepember 2018 - 13:04

Pertimbangan
Puisi

aku ingin perbincangan kita ditulis menjadi satu bab buku matematika yang isinya materi memperselisihkan sebuah perpecahan sederhana kau cukup diam dan biarkan air matamu menjadi tanda kurung dan segala egoisme kita jadi...

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur
: 16 | : 0 | : Kamis, 10 Mei 2018 - 23:58

Kemauan
Puisi

1/ kemauan kali ini seperti matamu, dia bisu saat kutanya "kau ingin apa?" begitu berulang pada jam yang sama aku tidak mau jadi siapapun untuk memelukmu aku adalah kata cukup yang selalu melekat pada nilai-nilai ujian Ilmu Pengetahuan...

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur
: 9 | : 0 | : Kamis, 10 Mei 2018 - 23:44

Berhenti Bekerja
Puisi

Aku selalu penasaran kepada hujan, kenapa dia selalu menyembunyikanmu disaat sedang turun dengan serius-seriusnya. Ada hal yang selalu ingin aku ketahui, apakah kau masih menjadi pohon kota yang diam di jalan-jalan, atau kau menjadi papan penunjuk...

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur
: 21 | : 0 | : Minggu, 18 Maret 2018 - 05:26

Persimpangan Jalan Niaga
Puisi

atau bukan karena sepi mungkin jawabanku bukanlah namamu sama seperti penjual kue putu suling tiap sore sampai malam ku putari kota sambil bersiul dengan mengusik sunyimu sampai tiba di persimpangan kaupun keluar dan membeliku atau...

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur
: 19 | : 0 | : Senin, 5 Maret 2018 - 06:19

Merunding Lampu Kota
Puisi

Saat hujan, aku pergi sendiri ke kafe malam itu. Ada enam meja, di meja ke empat aku duduk. Lima meja lainnya sudah ditempati sepi. Aku memesan secawan oksigen. Agar aku tidak sampai mati masuk dalam atmosfer kesendirian. Kemudian seekor nyamuk yang...

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur
: 46 | : 0 | : Sabtu, 20 Januari 2018 - 01:17

Tubuh
Puisi

dengan sepi, mata jauh bisa melihat kaki kemana, sedalam jejak gagak buangan menggadaikan hidup pada malam. cintalah yang memeluk tangis angin membujuk pergi usiran bulan dan menampar kasih di kedua sela sayap. tinggallah...

: 69 | : 0 | : Selasa, 14 November 2017 - 19:25

Koran
Puisi

perhatianmu seperti surat kabar pagi, menyapaku dengan sampul hangat halaman utama berjudul sengketa rindu korupsi E-Ldr. matamu menyuapku dengan anggaran janji-janji manis dari telepon rahasia untuk sebuah pertemuan. di halaman dua...

: 180 | : 0 | : Rabu, 1 November 2017 - 21:46
Tutup

Bagikan profil Muhammad