Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Laila Pluviophile

Malaysia

0

Mengikuti

2

Pengikut

Laila Pluviophile

Malaysia
Tentang Penulis

No caption ^^

Tempat,tanggal lahir

Malaysia, 07 Oktober 1993

Media Sosial

Semua

(4)

Puisi

(4)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Rabu 14 Februari 2018

Adalah hujan yang jatuh di pelataran depan rumahmu; Serupa air mata perempuan ketika dilukai kenangan juga rindu yang patah diperjalanan. Makassar, 2016

0 Penulis Terpikat
0
23
Rabu 14 Februari 2018

Hujan di kotamu awet. Sementara di dadaku hujan telah reda. Hanya saja; sisa-sisa dingin masih berkemas di sana. Mengemasi tentangmu dan segala yang pernah kusemogakan; telah kumakamkan pelan-pelan, Sehari sebelum kumintai degub jantungku pamit dari matamu. Di lu...

0 Penulis Terpikat
0
21
Rabu 14 Februari 2018

Maukah kau menunggu? Sebentar saja. Aku masih ingin menikmati sisa-sisa rindu di beranda. Seperti dulu; jauh sebelum akhirnya kita saling sepakat menjatuhkan kesedihan, lalu melukai pangkal jantung sendiri-sendiri. Makassar, 2018

0 Penulis Terpikat
0
22
Selasa 13 Februari 2018

Malam kian pekat. Aku masih termangu pada ruangruang sepi paling sunyi di kotamu, Membesarkan rindu sendiri. Berharap kelak; ia menemukan jalan pulang menuju jantungmu tanpa harus terluka lagi... Makassar, 2018

0 Penulis Terpikat
0
34
Laila belum menulis satupun cerpen
Rabu 14 Februari 2018

Adalah hujan yang jatuh di pelataran depan rumahmu; Serupa air mata perempuan ketika dilukai kenangan juga rindu yang patah diperjalanan. Makassar, 2016

0 Penulis Terpikat
0
23
Rabu 14 Februari 2018

Hujan di kotamu awet. Sementara di dadaku hujan telah reda. Hanya saja; sisa-sisa dingin masih berkemas di sana. Mengemasi tentangmu dan segala yang pernah kusemogakan; telah kumakamkan pelan-pelan, Sehari sebelum kumintai degub jantungku pamit dari matamu. Di lu...

0 Penulis Terpikat
0
21
Rabu 14 Februari 2018

Maukah kau menunggu? Sebentar saja. Aku masih ingin menikmati sisa-sisa rindu di beranda. Seperti dulu; jauh sebelum akhirnya kita saling sepakat menjatuhkan kesedihan, lalu melukai pangkal jantung sendiri-sendiri. Makassar, 2018

0 Penulis Terpikat
0
22
Selasa 13 Februari 2018

Malam kian pekat. Aku masih termangu pada ruangruang sepi paling sunyi di kotamu, Membesarkan rindu sendiri. Berharap kelak; ia menemukan jalan pulang menuju jantungmu tanpa harus terluka lagi... Makassar, 2018

0 Penulis Terpikat
0
34
Laila belum menulis satupun Naskah Drama
Laila belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Laila