Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Indraswari Puruwita

Jakarta

2

Mengikuti

24

Pengikut

Indraswari Puruwita

Jakarta
Tentang Penulis

Berkuliah di Politeknik Statistik STIS.

Tempat,tanggal lahir

Jakarta , 01 September 1997

Media Sosial

Semua

(56)

Puisi

(52)

Cerpen

(4)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Kamis 21 Maret 2019

Temaram malam menyimpan dendam yang tak kunjung padamHingga pagi api mulai menguliti hatiyang perlahan mati. Yang tersisa hanya masa tanpa jiwa kian terlupa. (2019)

0 Penulis Terpikat
0
9
Senin 18 Maret 2019

Pada sebuah malam yang kini dipeluknya, ia bertanya. "Tidakkah kau ingin bergabung bersama malam lain?". Dijawabnya oleh sang malam, "tidak, tidak perlu. Kami berbeda." Tak mampu lagi ia pahami. Beralih pada malam malam lain, ia bertanya. "Tidakkah kau ingin berkab...

0 Penulis Terpikat
0
23
Rabu 13 Maret 2019

Beling beling bergesekan. Satu seokan, dua seokan, tiga seokan. Seokan seokan itu terus terdengar. Beling beling itu terbungkus dalam sebuah kantung plastik hitam, cukup tebal. Saling berdekatan terkurung dalam ruang hitam. Darah terus bercucura...

2 Penulis Terpikat
0
57
Selasa 26 Februari 2019

Kumparan kisah yang tak berkasih mulai menyisih segala masa. Menyisa resah dalam gumpalan kata yang terlilit dalam kepala. Namun tak ada rasa yang terungkap, melainkan terperangkap.. Berlindung pada masa yang tak kian masak 'tuk kembali. Mengurung ganjil-ganjil di...

2 Penulis Terpikat
0
34
Jumat 08 Februari 2019

"Hhhfhh" Entah ini helaan ke berapa yang telah ku hembuskan malam ini. Aku sudah memikirkan ini masak-masak selama 3 hari 3 malam. Hubungan ini tidak lagi sehat, atau memang sejak awal sudah tidak sehat. Selama aku berpikir, selama itu pula aku tidak menemuinya, memin...

3 Penulis Terpikat
0
53
Kamis 07 Februari 2019

Sampai sudah, Tuan? Mengejar waktu tak akan pernah berhasil Sudahlah, Tuan Duduk sejenak di rindangnya pohon yang ku tanam khusus untukmu bila lelah. Rebahkan dirimu, Tuan Biar ku sajikan secangkir teh dengan sesendok rindu diseduh dengan kasih hangat. Istiraha...

2 Penulis Terpikat
0
31
Minggu 27 Januari 2019

"Halo Ri, apa kabar?" aku tersenyum membaca surat cukup usang yang baru ku baca. Kertasnya kini sudah menguning, seperti kertas yang diselipkan di lemari pakaian selama 10 tahun. "Jangan diem aja, Ri. Dijawab! Sekarang pasti kamu lagi mengenang masa-masa 10 tahun dr w...

1 Penulis Terpikat
0
25
Minggu 20 Januari 2019

Malam itu, aku bermimpi dimas datang, dia tersenyum. Dulu, kata orang, dia manis. Ternyata benar, kulitnya ngga putih, agak gelap, tapi manis. "dim.. "Dia menatapku, lalu tersenyum. " kamu betah? "Dia kembali tersenyum. " apa setelah pergi, orang akan tetep merasakan em...

1 Penulis Terpikat
0
85
Jumat 18 Januari 2019

Wr wzozn hvornfg, zpf yvigzmbz Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr hvnfg? Zpzmpzs zpf gzp gzpfg tvozk wr wzozn gzmzs Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr mbznfp? Zpzmpzs zpf gzp gzpfg wzizs yzspzm nvmbfpzrmbz Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr zmtrm? Zpzmpzs zpf hfpz pv yviyztzr nzxzn gv...

0 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 27 Desember 2018

Malam itu alam tak mau lagi berlama lama. Lama sudah Mala tak beramal. Amal yang dilakukannya terakhir adalah malam itu, Ialah kala alam tak sudi berlama lama bersama Mala. Malam berlalu cepat bagi Mala yang kagum akan alam. Tapi alam tak sedikit pun melempark...

0 Penulis Terpikat
0
78
Kamis 20 Desember 2018

Kelak, Ketika tak ada lagi hari Dimana dengung pertikaian bersenandung Membawa segala kilatan kelam malam Dibopongnya hujan pada hutan gersang Bernama rasa dan karsa Saat itu, Mungkin kamu bersenandung kabung Membawa buku kecil rupa tulis arab berambut Menyan...

1 Penulis Terpikat
0
29
Kamis 13 Desember 2018

Kemarin, rodiah dilamar Mas kawinnya cinta Tendanya pakai cinta Prasmanannya dengan cinta Mua-nya juga cinta Semua resepsi dan akad tentang cinta Sekarang, lepas nikah sampai saat ini Cintanya habis tak bersisa Tak lagi bisa; makan cinta Bayar kontrakan pakai...

0 Penulis Terpikat
0
33
Kamis 06 Desember 2018

Kelak, Ketika tak ada lagi hari dimana kelopak mampu terpisah, Langit mungkin tak lagi mendung Hari tak lagi dihadapi jutaan ohm Matahari mengurai tawa Yang sungguhlah hanya benang kusut Kelak, Ketika tak ada lagi hari Dimana sendi mampu mengangkat telpon...

1 Penulis Terpikat
0
45
Kamis 29 November 2018

Bagaimana bisa; Dalam kehampaan kau berkata paham? Sedang dalam gegap gempita kau tergagap Kini tak jua kau tunjukkan riang dalam liang Yang tersisa gemingmu dalam gamang

1 Penulis Terpikat
0
37
Kamis 22 November 2018

Lelah sudah, Tuan? Waktumu tak barang sedetik tersisa, Kecuali untuk menikmat resah. Ragamu tak barang seinci menganggur, Kecuali kosongnya mata. Suaramu tak barang seungkap terbungkam, Kecuali rintihan kerisauan. Rasamu tak barang sepakat merela, Kecual...

1 Penulis Terpikat
0
67
Rabu 14 November 2018

Pusar itu, dulu saat masih di perut ibu: Menjadi jembatan bagi ibu, nak. Juga kendaraan bagi nutrisi untuk sampai padamu. Yang ibu sangat bahagia akan keberadaanya. Sebab itu kamu mampu bertahan Hingga tiba di dalam kefanaan, Yang kini masih ibu jajaki. Tanpa...

0 Penulis Terpikat
0
55
Kamis 08 November 2018

Tidak, kawan Sungguhlah tak ada 'ada' yang tak ada Tapi bagaimana mungkin, Aku ini 'ada' yang tak ada Juga, kawan Sungguhlah tak ada 'tak ada' yang ada Tapi bagaimana mungkin, Dia menjadi 'tak ada' yang ada Katanya, kawan Tak ada ketiadaan yang ada tapi tiada...

1 Penulis Terpikat
0
53
Kamis 01 November 2018

Hal yang paling ku ingat Tentang mu adalah kenangan kita Semua itu indah Juga menyegarkan rasa Rasa sakit hanyalah asap Yang mengepul di dalamnya Yang kemudian membuatku sesak Dan mati terlalu lama menghirupnya Terlena dengan kenangan kita Adalah cara singkat...

0 Penulis Terpikat
0
65
Kamis 25 Oktober 2018

Kan ku puisikan Setiap tetesan Dari gersangnya hujan Dalam kehampaan Ruang relung Kan ku bisikkan Setiap dikte getaran Dari segala bentuk patahan Yang mulai bergesekan Memilukan telinga Kan ku nyanyikan Setiap nada yang 'kan ceritakan Tiap gores maya yan...

0 Penulis Terpikat
0
47
Kamis 18 Oktober 2018

Rindu hanya sebuah kata Yang uniknya menggiring rasa Cinta menjadi akar kata Yang mungkin menjadi luka Tak tau lagi bagaimana Cara ungkap lala Yang rasanya mulai meluap Bak Rahwana yang kalap Sudah cukup, Luka yang mendasari luka Luka pula yang menutup l...

0 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 11 Oktober 2018

Tak ada lagi mati setelah ini Menghadapimu adalah akar kematian Ketika tak ada lagi sisa serpih hati Bahkan hanya sekedar belas kasihan Tak ada lagi sakit setelah teriakan itu Mendengarmu adalah tumor yang tertanam Sehingga tak ada lagi sisa napas terhembus Bah...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 04 Oktober 2018

Tak ada yang lebih indah dari sebuah gundah Yang dihujaninya tanah pipi yang tandus Mengalir hingga tiba dan bermuara pada resah Yang kini tak lagi mampu terhapus Tak ada yang lebih ramah dari sebuah gemuruh Yang diiringinya tarian ide dalam kepala Bergerak beg...

0 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 27 September 2018

Hujan membeku Terdiam, lalu bersideku Menatap, lalu berlakrimasi Berkedip, lalu berpresipitasi Hujan terbendung Dalam sebuah lubang Gelap tak berbayang Lalu tercipta palung Hujan bernyanyi Senandung rintih bergema Menggesekkan tiap hati Dengan luka menganga....

0 Penulis Terpikat
0
50
Jumat 21 September 2018

Mata ini sebuah pelabuhan Bagi setiap rasa Yang tak terungkap Namun terperangkap Di ujung sel kepala bagian depan Hingga ketika berlabuh di mata Lonceng akan berbunyi di kepala Denyut hebat mulai terasa Ombak besar menerpa pulau

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 20 September 2018

Tak ada nasi yang tak basi Jika kau hanya berdiam diri Tak ada hening yang tak sunyi Jika hanya hati yang bernyanyi Tak mungkin daun tak menari Jika angin tak mampu dihindari Tak ada masalah tanpa solusi Jika tak ada niat tuh hadapi Yang kau butuh hanya imunisa...

0 Penulis Terpikat
0
43
Kamis 13 September 2018

Ia demam, malam itu Tak enak badannya Seperti ada yang mengganggu Atau justru ada yang kurang terasa Sekali lagi dicicipnya Ia coba tambahkan micin Tak mampu jua melengkapi rasa Hingga tiba ditambahkannya permen Perlahan, tapi pasti Permen tak lagi ia suka...

0 Penulis Terpikat
0
41
Kamis 06 September 2018

Matahari tenggelam Malam datang lalu menggelap Kemudian malam tenggelam Dalam bisunya harap Sunyi lalu menyergap Hingga diam terpupuk Tumbuh kini subur sang kelam Karena kini, Kepalaku yang sibuk Aku diam

0 Penulis Terpikat
0
44
Rabu 29 Agustus 2018

Mengingat waktu bukan lagi sebuah pilihan, seharusnya. Tapi sudah menjadi kewajiban bagi manusia dan hak bagi sang waktu. Ya, seharusnya.. Saat itu, malam belum lama datang. Ku ambil dua pasang sepatu, milikku dan milik temanku, di penitipan sepatu gratis. Di atas r...

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 23 Agustus 2018

Burung kasuari kini sedang iri Namun Siapalah yang peduli Bahkan tak ada basa basi Hanya dirinya sendiri Mencoba terbang namun gagal Berlari lalu tersenggal Tak dapat lagi disangkal Hatinya kini mendangkal Hingga ia jatuh terjungkal

0 Penulis Terpikat
0
33
Kamis 16 Agustus 2018

Putri kota kini tengah resah Kemana ia kelak bermuara Ketika sang ibu tertutupi peluh Yang kian hari kian hitam saja Putri kota kini tengah gundah Kelak besar menjadi apa? Mata sang ibu kian keruh Polusinya tak ubahnya buta Putri kota kini tengah kecewa M...

0 Penulis Terpikat
0
22
Kamis 09 Agustus 2018

Ku raup raup tanah Lalu ku suapkan ke dalam mulut Ku raup raup tanah Ku suapkan lagi ke dalam mulut Harapku kan jadi lebih baik Namun yang terjadi ku diinjak-injak

0 Penulis Terpikat
0
49
Minggu 05 Agustus 2018

"Kamu tau? Ngga ada hal yang berubah. Kecewaku kini 9 dari 10." ______ Sebelenggu dua belenggu menderu Kini masihlah ada haru Tiga belenggu menjelma harap Keempatnya kau buatku pengap Lima belenggu mengorek waktu Enam menggiringku dalam pilu Tujuh belenggu bic...

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 02 Agustus 2018

Gemuruh sebagai pengantar Dari cerahnya langit Hingga kelabu terlantar Pada semesta yang gemelut Badai bak dusta Yang datang menghantam Pada tiap inci benda Tuk jemput kehancuran

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 26 Juli 2018

Takada lagi elakan dari setiap sakit Dari tiap susunan puzzle yang menghimpit Hanya tersisa ruang sempit Hingga sesak mengapit Sempat bersiasat bangkit Namun kian rasa kian sulit Semua virus kini menjangkit Hanya terdengar bunyi menyinyit

0 Penulis Terpikat
0
32
Kamis 19 Juli 2018

Deru haru kian membiru Yang tersisa kini hanyalah pilu Diam ia berdeku Dalam sebuah ruang malu Yang membungkusnya dalam buku Sebuah catatan harian nan kelabu Tak ada lagi rindu Kisah kini tersisa dulu Hanya kenangan yang mengabu Tanpa berusaha mengadu Namun ki...

0 Penulis Terpikat
0
43
Jumat 13 Juli 2018

Langit menatap dan berbisik Menyatakan rasa gemercik Bahkan hujan yang berisik Tak mampu mengusik. Kemudian angin menghampiri Meniupkan rindu yang tak tersudahi Bersama hamparan oranye takterkendali Menumpukkan bayangan diri di atas bumi. Hingga kini titik ca...

0 Penulis Terpikat
0
63
Rabu 04 Juli 2018

Ku terbangun dari diri Terbang aku tanpa setapak rapuh Memandang diriku sendiri Kini ringan tak bertubuh Waktu tidak lagi berdenting Hujan tak lagi sampai Hanya tersisa air menggenang Dalam gundukan tanah yang mengurai Tak ada lagi yang bisa disesali Sisa r...

0 Penulis Terpikat
0
43
Jumat 29 Juni 2018

Tuhan mulai menitikkan rintik airnya Dari hasil produksi kelenjar lakrimal Lalu menuju merahnya konjungtiva Menggiring emosi dengan tersenggal Hujan memulai ceritanya Dalam setiap senggal hening Kisah sesak mulai bermuara Pada tiap tetes air bening Tiap reng...

0 Penulis Terpikat
0
74
Kamis 21 Juni 2018

Jangan minta aku tuk bunuh rindu, Nanti yang ku bunuh justru kamu. Agar tak perlu lagi bagiku, tuk merindumu.

0 Penulis Terpikat
0
36
Jumat 08 Juni 2018

Jangan lagi menyesal katamu. Terjatuhnya palu bukan dilempar olehku Maka aku tak perlu resah, katamu. Pecahan kaca masih bisa dibentuk kembali Aku masih berkesempatan, katamu. Tapi hati-hati Jangan terluka karenanya, katamu. Tapi hati-hati Pecah sekali lagi...

0 Penulis Terpikat
0
81
Jumat 01 Juni 2018

Kala nanti aku hilang Jangan harap ku pulang Silahkan coba kau temukan Tapi tak perlu, jika kau enggan Kala nanti ku membeku Jangan harapkan kehangatan Sebab aku bukan api Pula bukan matahari Kala nanti ku hanya sebuah bayang Jangan harapkan ku nyata Seba...

0 Penulis Terpikat
0
53
Kamis 24 Mei 2018

Juga maaf. Tapi katamu, penyesalan tak lagi berarti. Walau mengingat aku menjadi sebab Dari turunnya hujan Dari lapangnya langit hati sang bunda. Mengelamkan kilau mata teduh Menjatuhkan palu di atas kaca buah hubungan Menyisakan dendam bagi langit dan bumi....

0 Penulis Terpikat
0
64
Senin 21 Mei 2018

Dalam balutan malam itu Melihatmu lagi, dengan mata terpejam Datang sebuah pertemuan yang diharap-harap Dalam kesemuan ruang tidur Kala kita lepaskan rindu Dengan sebuah pelukan buah doa Juga maaf, penyesalan tak lagi berarti Lalu katamu, jaga saja Dimasmu Juga...

0 Penulis Terpikat
0
74
Senin 14 Mei 2018

Ku genggam mesin waktu usang Yang dulu kita bawa kemana-mana Masuk aku ke dalamnya Dan berputar kembali Dalam waktu usang kala terasa sedang, Menghentikan waktu Kala itu menjadi hobiku Agar hari tetap diam Membiarkan jarak untuk esok menjadi panjang Namun...

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 07 Mei 2018

Embun beradu dalam sejuk pagi Menemani helaian rambut berelegi Lalu bersandar pada rumput liar Sampai matahari meninggi Menghapus segala embun Dalam sunyi, sambari memangku cangkir Yang tersisa ampas kopi Di hati Dan pikiran Lalu mengendap Menyisakan trauma.

0 Penulis Terpikat
0
37
Selasa 01 Mei 2018

Terang... Langit jakarta memang selalu terang. Seterang kilat matamu kala itu. Kala kau melihatnya berjalan, Yang menjadikanku jelmaan kamera Bermemori usang tak terhapus.

0 Penulis Terpikat
0
28
Senin 23 April 2018

Aku ini udara Udara terkurung yang menyesakkan Aku ini suara Suara terpendam yang meneriakan Aku ini air mata Air mata tertahan yang meluapkan Aku ini deraan perasaan.

0 Penulis Terpikat
0
33
Senin 16 April 2018

Di pelupuk hati rasa terbendung Dalam lubuk mata yang tersisa ruang Kosong dan tanpa bulan Tanpa dirimu puan Di sela jari rasa hilang Kini sisa kilauan terkenang Belum tertata dalam memori Masih.. Kusut masai menjuntai 99 matahari berlalu Menyusun 99 sembilu M...

0 Penulis Terpikat
0
39
Minggu 08 April 2018

Dalam sebuah puisi Kata berkelana membawa rasa, mengubur duka yang menyimpan lara. Mengikis rindu dalam bisu, Yang dijeda koma berakhiran titik.

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 04 April 2018

Hari ini ia pulang, masih tanpa kendaraan. Namun cukup mustahil baginya untuk berjalan kaki. Dipesannya sebuah jasa antar raga. Lalu bertanya, "Bapak posisi dimana?". Didapatnya sebuah jawaban, "Saya depan patung singa, mbak!". Lalu diantarlah ia pulang oleh sang jasa a...

0 Penulis Terpikat
0
50
Rabu 04 April 2018

Tak ada yang berubah saat hening menjadi sunyi. Yang kemudian perlahan membunuh dalam kebisuan. Hingga jatuhlah korban ke liang lahat. Namun hanya dipandang jutaan mata.

0 Penulis Terpikat
0
44
Senin 02 April 2018

Awalnya kutolak rasa, Kini yang kurasa lara. Ketika kutolak lara, Malah yang kurasa duka. Saat kutolak duka, Yang kurasa mata bicara.

0 Penulis Terpikat
0
23
Senin 02 April 2018

Malam itu, bulan membelalak dan menghamparkan sinarnya. Bersama angin yang berbisik dalam kebisuan. Yang kemudian pecah oleh rengekan yang hanya dapat didengar olehnya.

1 Penulis Terpikat
0
34
Senin 26 Maret 2018

Aku ini nada nada sumbang. Jangan kau mainkan, Nanti telingamu sakit. Aku ini lagu lagu sendu, Jangan kau nyanyikan, Nanti hatimu teriris. Aku ini gitar gitar rusak. Jangan kau petikan, Nanti jarimu terluka. Biarkan aku dengan diriku saja, Tanpa kamu.

1 Penulis Terpikat
0
155
Senin 26 Maret 2018

Malam ini, Hujan bercerita Angin berbicara Pohon rindang berkata ini itu Jangkrik berteriak Bulan merintih Bintang meringis Aku mendengar Sambil menunggu giliranku tiba dalam antrian Hingga akhirnya yang kudengar Aku kehabisan tiket untukku berkata-kata

1 Penulis Terpikat
0
30
Senin 26 Maret 2018

Kamu adalah sunyi Diam menjadi bahasamu Tatap menjadi bicaramu Dan Senyum menjadi canduku. Kamu adalah sunyi Kadang angin yang sampaikan pesan Hujan yang sampaikan rasa Dan Doa yang sampaikan rindu Tetaplah menjadi sunyi, Sampai nanti menjadi s...

1 Penulis Terpikat
0
38
Jumat 08 Februari 2019

"Hhhfhh" Entah ini helaan ke berapa yang telah ku hembuskan malam ini. Aku sudah memikirkan ini masak-masak selama 3 hari 3 malam. Hubungan ini tidak lagi sehat, atau memang sejak awal sudah tidak sehat. Selama aku berpikir, selama itu pula aku tidak menemuinya, memin...

3 Penulis Terpikat
0
53
Minggu 27 Januari 2019

"Halo Ri, apa kabar?" aku tersenyum membaca surat cukup usang yang baru ku baca. Kertasnya kini sudah menguning, seperti kertas yang diselipkan di lemari pakaian selama 10 tahun. "Jangan diem aja, Ri. Dijawab! Sekarang pasti kamu lagi mengenang masa-masa 10 tahun dr w...

1 Penulis Terpikat
0
25
Minggu 20 Januari 2019

Malam itu, aku bermimpi dimas datang, dia tersenyum. Dulu, kata orang, dia manis. Ternyata benar, kulitnya ngga putih, agak gelap, tapi manis. "dim.. "Dia menatapku, lalu tersenyum. " kamu betah? "Dia kembali tersenyum. " apa setelah pergi, orang akan tetep merasakan em...

1 Penulis Terpikat
0
85
Rabu 29 Agustus 2018

Mengingat waktu bukan lagi sebuah pilihan, seharusnya. Tapi sudah menjadi kewajiban bagi manusia dan hak bagi sang waktu. Ya, seharusnya.. Saat itu, malam belum lama datang. Ku ambil dua pasang sepatu, milikku dan milik temanku, di penitipan sepatu gratis. Di atas r...

0 Penulis Terpikat
0
36
Kamis 21 Maret 2019

Temaram malam menyimpan dendam yang tak kunjung padamHingga pagi api mulai menguliti hatiyang perlahan mati. Yang tersisa hanya masa tanpa jiwa kian terlupa. (2019)

0 Penulis Terpikat
0
9
Senin 18 Maret 2019

Pada sebuah malam yang kini dipeluknya, ia bertanya. "Tidakkah kau ingin bergabung bersama malam lain?". Dijawabnya oleh sang malam, "tidak, tidak perlu. Kami berbeda." Tak mampu lagi ia pahami. Beralih pada malam malam lain, ia bertanya. "Tidakkah kau ingin berkab...

0 Penulis Terpikat
0
23
Rabu 13 Maret 2019

Beling beling bergesekan. Satu seokan, dua seokan, tiga seokan. Seokan seokan itu terus terdengar. Beling beling itu terbungkus dalam sebuah kantung plastik hitam, cukup tebal. Saling berdekatan terkurung dalam ruang hitam. Darah terus bercucura...

2 Penulis Terpikat
0
57
Selasa 26 Februari 2019

Kumparan kisah yang tak berkasih mulai menyisih segala masa. Menyisa resah dalam gumpalan kata yang terlilit dalam kepala. Namun tak ada rasa yang terungkap, melainkan terperangkap.. Berlindung pada masa yang tak kian masak 'tuk kembali. Mengurung ganjil-ganjil di...

2 Penulis Terpikat
0
34
Kamis 07 Februari 2019

Sampai sudah, Tuan? Mengejar waktu tak akan pernah berhasil Sudahlah, Tuan Duduk sejenak di rindangnya pohon yang ku tanam khusus untukmu bila lelah. Rebahkan dirimu, Tuan Biar ku sajikan secangkir teh dengan sesendok rindu diseduh dengan kasih hangat. Istiraha...

2 Penulis Terpikat
0
31
Jumat 18 Januari 2019

Wr wzozn hvornfg, zpf yvigzmbz Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr hvnfg? Zpzmpzs zpf gzp gzpfg tvozk wr wzozn gzmzs Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr mbznfp? Zpzmpzs zpf gzp gzpfg wzizs yzspzm nvmbfpzrmbz Yztzrnzmz qrpz zpf nvmqzwr zmtrm? Zpzmpzs zpf hfpz pv yviyztzr nzxzn gv...

0 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 27 Desember 2018

Malam itu alam tak mau lagi berlama lama. Lama sudah Mala tak beramal. Amal yang dilakukannya terakhir adalah malam itu, Ialah kala alam tak sudi berlama lama bersama Mala. Malam berlalu cepat bagi Mala yang kagum akan alam. Tapi alam tak sedikit pun melempark...

0 Penulis Terpikat
0
78
Kamis 20 Desember 2018

Kelak, Ketika tak ada lagi hari Dimana dengung pertikaian bersenandung Membawa segala kilatan kelam malam Dibopongnya hujan pada hutan gersang Bernama rasa dan karsa Saat itu, Mungkin kamu bersenandung kabung Membawa buku kecil rupa tulis arab berambut Menyan...

1 Penulis Terpikat
0
29
Kamis 13 Desember 2018

Kemarin, rodiah dilamar Mas kawinnya cinta Tendanya pakai cinta Prasmanannya dengan cinta Mua-nya juga cinta Semua resepsi dan akad tentang cinta Sekarang, lepas nikah sampai saat ini Cintanya habis tak bersisa Tak lagi bisa; makan cinta Bayar kontrakan pakai...

0 Penulis Terpikat
0
33
Kamis 06 Desember 2018

Kelak, Ketika tak ada lagi hari dimana kelopak mampu terpisah, Langit mungkin tak lagi mendung Hari tak lagi dihadapi jutaan ohm Matahari mengurai tawa Yang sungguhlah hanya benang kusut Kelak, Ketika tak ada lagi hari Dimana sendi mampu mengangkat telpon...

1 Penulis Terpikat
0
45
Kamis 29 November 2018

Bagaimana bisa; Dalam kehampaan kau berkata paham? Sedang dalam gegap gempita kau tergagap Kini tak jua kau tunjukkan riang dalam liang Yang tersisa gemingmu dalam gamang

1 Penulis Terpikat
0
37
Kamis 22 November 2018

Lelah sudah, Tuan? Waktumu tak barang sedetik tersisa, Kecuali untuk menikmat resah. Ragamu tak barang seinci menganggur, Kecuali kosongnya mata. Suaramu tak barang seungkap terbungkam, Kecuali rintihan kerisauan. Rasamu tak barang sepakat merela, Kecual...

1 Penulis Terpikat
0
67
Rabu 14 November 2018

Pusar itu, dulu saat masih di perut ibu: Menjadi jembatan bagi ibu, nak. Juga kendaraan bagi nutrisi untuk sampai padamu. Yang ibu sangat bahagia akan keberadaanya. Sebab itu kamu mampu bertahan Hingga tiba di dalam kefanaan, Yang kini masih ibu jajaki. Tanpa...

0 Penulis Terpikat
0
55
Kamis 08 November 2018

Tidak, kawan Sungguhlah tak ada 'ada' yang tak ada Tapi bagaimana mungkin, Aku ini 'ada' yang tak ada Juga, kawan Sungguhlah tak ada 'tak ada' yang ada Tapi bagaimana mungkin, Dia menjadi 'tak ada' yang ada Katanya, kawan Tak ada ketiadaan yang ada tapi tiada...

1 Penulis Terpikat
0
53
Kamis 01 November 2018

Hal yang paling ku ingat Tentang mu adalah kenangan kita Semua itu indah Juga menyegarkan rasa Rasa sakit hanyalah asap Yang mengepul di dalamnya Yang kemudian membuatku sesak Dan mati terlalu lama menghirupnya Terlena dengan kenangan kita Adalah cara singkat...

0 Penulis Terpikat
0
65
Kamis 25 Oktober 2018

Kan ku puisikan Setiap tetesan Dari gersangnya hujan Dalam kehampaan Ruang relung Kan ku bisikkan Setiap dikte getaran Dari segala bentuk patahan Yang mulai bergesekan Memilukan telinga Kan ku nyanyikan Setiap nada yang 'kan ceritakan Tiap gores maya yan...

0 Penulis Terpikat
0
47
Kamis 18 Oktober 2018

Rindu hanya sebuah kata Yang uniknya menggiring rasa Cinta menjadi akar kata Yang mungkin menjadi luka Tak tau lagi bagaimana Cara ungkap lala Yang rasanya mulai meluap Bak Rahwana yang kalap Sudah cukup, Luka yang mendasari luka Luka pula yang menutup l...

0 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 11 Oktober 2018

Tak ada lagi mati setelah ini Menghadapimu adalah akar kematian Ketika tak ada lagi sisa serpih hati Bahkan hanya sekedar belas kasihan Tak ada lagi sakit setelah teriakan itu Mendengarmu adalah tumor yang tertanam Sehingga tak ada lagi sisa napas terhembus Bah...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 04 Oktober 2018

Tak ada yang lebih indah dari sebuah gundah Yang dihujaninya tanah pipi yang tandus Mengalir hingga tiba dan bermuara pada resah Yang kini tak lagi mampu terhapus Tak ada yang lebih ramah dari sebuah gemuruh Yang diiringinya tarian ide dalam kepala Bergerak beg...

0 Penulis Terpikat
0
40
Kamis 27 September 2018

Hujan membeku Terdiam, lalu bersideku Menatap, lalu berlakrimasi Berkedip, lalu berpresipitasi Hujan terbendung Dalam sebuah lubang Gelap tak berbayang Lalu tercipta palung Hujan bernyanyi Senandung rintih bergema Menggesekkan tiap hati Dengan luka menganga....

0 Penulis Terpikat
0
50
Jumat 21 September 2018

Mata ini sebuah pelabuhan Bagi setiap rasa Yang tak terungkap Namun terperangkap Di ujung sel kepala bagian depan Hingga ketika berlabuh di mata Lonceng akan berbunyi di kepala Denyut hebat mulai terasa Ombak besar menerpa pulau

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 20 September 2018

Tak ada nasi yang tak basi Jika kau hanya berdiam diri Tak ada hening yang tak sunyi Jika hanya hati yang bernyanyi Tak mungkin daun tak menari Jika angin tak mampu dihindari Tak ada masalah tanpa solusi Jika tak ada niat tuh hadapi Yang kau butuh hanya imunisa...

0 Penulis Terpikat
0
43
Kamis 13 September 2018

Ia demam, malam itu Tak enak badannya Seperti ada yang mengganggu Atau justru ada yang kurang terasa Sekali lagi dicicipnya Ia coba tambahkan micin Tak mampu jua melengkapi rasa Hingga tiba ditambahkannya permen Perlahan, tapi pasti Permen tak lagi ia suka...

0 Penulis Terpikat
0
41
Kamis 06 September 2018

Matahari tenggelam Malam datang lalu menggelap Kemudian malam tenggelam Dalam bisunya harap Sunyi lalu menyergap Hingga diam terpupuk Tumbuh kini subur sang kelam Karena kini, Kepalaku yang sibuk Aku diam

0 Penulis Terpikat
0
44
Kamis 23 Agustus 2018

Burung kasuari kini sedang iri Namun Siapalah yang peduli Bahkan tak ada basa basi Hanya dirinya sendiri Mencoba terbang namun gagal Berlari lalu tersenggal Tak dapat lagi disangkal Hatinya kini mendangkal Hingga ia jatuh terjungkal

0 Penulis Terpikat
0
33
Kamis 16 Agustus 2018

Putri kota kini tengah resah Kemana ia kelak bermuara Ketika sang ibu tertutupi peluh Yang kian hari kian hitam saja Putri kota kini tengah gundah Kelak besar menjadi apa? Mata sang ibu kian keruh Polusinya tak ubahnya buta Putri kota kini tengah kecewa M...

0 Penulis Terpikat
0
22
Kamis 09 Agustus 2018

Ku raup raup tanah Lalu ku suapkan ke dalam mulut Ku raup raup tanah Ku suapkan lagi ke dalam mulut Harapku kan jadi lebih baik Namun yang terjadi ku diinjak-injak

0 Penulis Terpikat
0
49
Minggu 05 Agustus 2018

"Kamu tau? Ngga ada hal yang berubah. Kecewaku kini 9 dari 10." ______ Sebelenggu dua belenggu menderu Kini masihlah ada haru Tiga belenggu menjelma harap Keempatnya kau buatku pengap Lima belenggu mengorek waktu Enam menggiringku dalam pilu Tujuh belenggu bic...

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 02 Agustus 2018

Gemuruh sebagai pengantar Dari cerahnya langit Hingga kelabu terlantar Pada semesta yang gemelut Badai bak dusta Yang datang menghantam Pada tiap inci benda Tuk jemput kehancuran

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 26 Juli 2018

Takada lagi elakan dari setiap sakit Dari tiap susunan puzzle yang menghimpit Hanya tersisa ruang sempit Hingga sesak mengapit Sempat bersiasat bangkit Namun kian rasa kian sulit Semua virus kini menjangkit Hanya terdengar bunyi menyinyit

0 Penulis Terpikat
0
32
Kamis 19 Juli 2018

Deru haru kian membiru Yang tersisa kini hanyalah pilu Diam ia berdeku Dalam sebuah ruang malu Yang membungkusnya dalam buku Sebuah catatan harian nan kelabu Tak ada lagi rindu Kisah kini tersisa dulu Hanya kenangan yang mengabu Tanpa berusaha mengadu Namun ki...

0 Penulis Terpikat
0
43
Jumat 13 Juli 2018

Langit menatap dan berbisik Menyatakan rasa gemercik Bahkan hujan yang berisik Tak mampu mengusik. Kemudian angin menghampiri Meniupkan rindu yang tak tersudahi Bersama hamparan oranye takterkendali Menumpukkan bayangan diri di atas bumi. Hingga kini titik ca...

0 Penulis Terpikat
0
63
Rabu 04 Juli 2018

Ku terbangun dari diri Terbang aku tanpa setapak rapuh Memandang diriku sendiri Kini ringan tak bertubuh Waktu tidak lagi berdenting Hujan tak lagi sampai Hanya tersisa air menggenang Dalam gundukan tanah yang mengurai Tak ada lagi yang bisa disesali Sisa r...

0 Penulis Terpikat
0
43
Jumat 29 Juni 2018

Tuhan mulai menitikkan rintik airnya Dari hasil produksi kelenjar lakrimal Lalu menuju merahnya konjungtiva Menggiring emosi dengan tersenggal Hujan memulai ceritanya Dalam setiap senggal hening Kisah sesak mulai bermuara Pada tiap tetes air bening Tiap reng...

0 Penulis Terpikat
0
74
Kamis 21 Juni 2018

Jangan minta aku tuk bunuh rindu, Nanti yang ku bunuh justru kamu. Agar tak perlu lagi bagiku, tuk merindumu.

0 Penulis Terpikat
0
36
Jumat 08 Juni 2018

Jangan lagi menyesal katamu. Terjatuhnya palu bukan dilempar olehku Maka aku tak perlu resah, katamu. Pecahan kaca masih bisa dibentuk kembali Aku masih berkesempatan, katamu. Tapi hati-hati Jangan terluka karenanya, katamu. Tapi hati-hati Pecah sekali lagi...

0 Penulis Terpikat
0
81
Jumat 01 Juni 2018

Kala nanti aku hilang Jangan harap ku pulang Silahkan coba kau temukan Tapi tak perlu, jika kau enggan Kala nanti ku membeku Jangan harapkan kehangatan Sebab aku bukan api Pula bukan matahari Kala nanti ku hanya sebuah bayang Jangan harapkan ku nyata Seba...

0 Penulis Terpikat
0
53
Kamis 24 Mei 2018

Juga maaf. Tapi katamu, penyesalan tak lagi berarti. Walau mengingat aku menjadi sebab Dari turunnya hujan Dari lapangnya langit hati sang bunda. Mengelamkan kilau mata teduh Menjatuhkan palu di atas kaca buah hubungan Menyisakan dendam bagi langit dan bumi....

0 Penulis Terpikat
0
64
Senin 21 Mei 2018

Dalam balutan malam itu Melihatmu lagi, dengan mata terpejam Datang sebuah pertemuan yang diharap-harap Dalam kesemuan ruang tidur Kala kita lepaskan rindu Dengan sebuah pelukan buah doa Juga maaf, penyesalan tak lagi berarti Lalu katamu, jaga saja Dimasmu Juga...

0 Penulis Terpikat
0
74
Senin 14 Mei 2018

Ku genggam mesin waktu usang Yang dulu kita bawa kemana-mana Masuk aku ke dalamnya Dan berputar kembali Dalam waktu usang kala terasa sedang, Menghentikan waktu Kala itu menjadi hobiku Agar hari tetap diam Membiarkan jarak untuk esok menjadi panjang Namun...

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 07 Mei 2018

Embun beradu dalam sejuk pagi Menemani helaian rambut berelegi Lalu bersandar pada rumput liar Sampai matahari meninggi Menghapus segala embun Dalam sunyi, sambari memangku cangkir Yang tersisa ampas kopi Di hati Dan pikiran Lalu mengendap Menyisakan trauma.

0 Penulis Terpikat
0
37
Selasa 01 Mei 2018

Terang... Langit jakarta memang selalu terang. Seterang kilat matamu kala itu. Kala kau melihatnya berjalan, Yang menjadikanku jelmaan kamera Bermemori usang tak terhapus.

0 Penulis Terpikat
0
28
Senin 23 April 2018

Aku ini udara Udara terkurung yang menyesakkan Aku ini suara Suara terpendam yang meneriakan Aku ini air mata Air mata tertahan yang meluapkan Aku ini deraan perasaan.

0 Penulis Terpikat
0
33
Senin 16 April 2018

Di pelupuk hati rasa terbendung Dalam lubuk mata yang tersisa ruang Kosong dan tanpa bulan Tanpa dirimu puan Di sela jari rasa hilang Kini sisa kilauan terkenang Belum tertata dalam memori Masih.. Kusut masai menjuntai 99 matahari berlalu Menyusun 99 sembilu M...

0 Penulis Terpikat
0
39
Minggu 08 April 2018

Dalam sebuah puisi Kata berkelana membawa rasa, mengubur duka yang menyimpan lara. Mengikis rindu dalam bisu, Yang dijeda koma berakhiran titik.

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 04 April 2018

Hari ini ia pulang, masih tanpa kendaraan. Namun cukup mustahil baginya untuk berjalan kaki. Dipesannya sebuah jasa antar raga. Lalu bertanya, "Bapak posisi dimana?". Didapatnya sebuah jawaban, "Saya depan patung singa, mbak!". Lalu diantarlah ia pulang oleh sang jasa a...

0 Penulis Terpikat
0
50
Rabu 04 April 2018

Tak ada yang berubah saat hening menjadi sunyi. Yang kemudian perlahan membunuh dalam kebisuan. Hingga jatuhlah korban ke liang lahat. Namun hanya dipandang jutaan mata.

0 Penulis Terpikat
0
44
Senin 02 April 2018

Awalnya kutolak rasa, Kini yang kurasa lara. Ketika kutolak lara, Malah yang kurasa duka. Saat kutolak duka, Yang kurasa mata bicara.

0 Penulis Terpikat
0
23
Senin 02 April 2018

Malam itu, bulan membelalak dan menghamparkan sinarnya. Bersama angin yang berbisik dalam kebisuan. Yang kemudian pecah oleh rengekan yang hanya dapat didengar olehnya.

1 Penulis Terpikat
0
34
Senin 26 Maret 2018

Aku ini nada nada sumbang. Jangan kau mainkan, Nanti telingamu sakit. Aku ini lagu lagu sendu, Jangan kau nyanyikan, Nanti hatimu teriris. Aku ini gitar gitar rusak. Jangan kau petikan, Nanti jarimu terluka. Biarkan aku dengan diriku saja, Tanpa kamu.

1 Penulis Terpikat
0
155
Senin 26 Maret 2018

Malam ini, Hujan bercerita Angin berbicara Pohon rindang berkata ini itu Jangkrik berteriak Bulan merintih Bintang meringis Aku mendengar Sambil menunggu giliranku tiba dalam antrian Hingga akhirnya yang kudengar Aku kehabisan tiket untukku berkata-kata

1 Penulis Terpikat
0
30
Senin 26 Maret 2018

Kamu adalah sunyi Diam menjadi bahasamu Tatap menjadi bicaramu Dan Senyum menjadi canduku. Kamu adalah sunyi Kadang angin yang sampaikan pesan Hujan yang sampaikan rasa Dan Doa yang sampaikan rindu Tetaplah menjadi sunyi, Sampai nanti menjadi s...

1 Penulis Terpikat
0
38
Indraswari belum menulis satupun Naskah Drama
Indraswari belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Indraswari