Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Angger Pramestia Budi

Banyumas

2

Mengikuti

2

Pengikut

Angger Pramestia Budi

Banyumas
Tentang Penulis

Amatir.

Tempat,tanggal lahir

Banyumas , 20 April 1997

Media Sosial

Semua

(28)

Puisi

(28)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Kamis 21 Februari 2019

Kelabu, malam ini hujan akan turun. Nama akan dibiarkan hilang. Doa akan dirapal, sedang dosa akan ditimbang-timbang. Mata pisau mu sudah aku tajamkan. Sayatlah tepat di nadi, tepat di hati mereka para pelawat dengki. Kelabu, jangan berkejap malam ini. Mengilatlah di ha...

0 Penulis Terpikat
0
2
Kamis 21 Februari 2019

Sedang tatapmu menyerang wajah, hati luruh memeluk dasar peraduan rasa. Hangat tumbuh disesap darah. Rupa gempa dicitra dada yang menganga. Sedang kepala mengutus tanya. Ini mata dibawa kemana? Pandang kan inginkan bersua. 

0 Penulis Terpikat
0
3
Selasa 29 Januari 2019

Dahulu, berlumur air. "Habis dari mana?" "Aku habis hujan-hujanan dengan pasangan" "Dingin kah?" "Tidak. Justru hangat." Lalu kau pergi. Acuh tak acuh pada basah baju barumu. Saat ini, berlumur darah. "Habis dari mana?" "Aku habis hujam-hujaman dengan kenang...

0 Penulis Terpikat
0
11
Sabtu 19 Januari 2019

Nanti malam aku ingin menengok ingatan lama. Ingatanku tentang kamu. Mungkin dengan sekuntum bunga melati. Supaya harum lagi tanah yang busuk itu. Nanti malam aku ingin menemani jasad lama. Jasadku yang acapkali terbangun dari tidurnya. Mungkin dengan selembar selim...

0 Penulis Terpikat
0
9
Senin 10 Desember 2018

Sepertinya kata "kita" semakin kabur dari kenyataan. Entah pagi atau malam, kita tidak pernah sepemikiran. Kucoba mengeluh kedinginan, kamu justru asyik memandu hangat keluar. Kucoba menikmati kehangatan, kamu justru sebal; malam itu waktunya api dimatikan. Di...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 10 Desember 2018

Akhir dari senang adalah siang. Sebab pertemuan akan meminta untuk ditanggalkan. Meskipun kenang-kenang masih menunggu dituliskan, siang akan memintamu pulang. Maka biarkan pagi ini jadi abadi. Aku minta sekali lagi senyum pasti dalam rasa yang pucat pasi. Sebab...

0 Penulis Terpikat
0
23
Kamis 29 November 2018

Sekali nanti kau lihat aku sedang menggali kuburan basah, tolong biarkan. Barangkali kenang-kenang yang di dalam bisa kuhidupkan. Lalu ku ajak pulang. Sekali nanti kau temui aku sedang membongkar batu nisan, tolong biarkan. Barangkali aku lagi senang bertemu rasa ya...

0 Penulis Terpikat
0
34
Rabu 28 November 2018

Tubuhku terdiam Mengabaikan ajakan perempuan dari ujung kuburan Membeku di depan batu nisan Merenungi maut, yang hingga kini masih saja menolak untuk luput Nanti dulu, Ada kenang-kenang yang ingin ku persembahkan Barang satu lembar kelopak kenanga Tanda r...

0 Penulis Terpikat
0
18
Senin 26 November 2018

Mata-mata di wajahku sedang sibuk. Sibuk menyatukan perhatiannya pada warna-warna baju lamamu yang kukira baru. Telinga-telinga kepalaku sedang belajar. Belajar meniti nada-nada baru yang keluar dari gerak-gerik tubuhmu. Berkali-kali hidung dan kulitku ikut term...

0 Penulis Terpikat
0
19
Senin 26 November 2018

Bayi bilang bayi bosan Makan tanpa merasakan, berenang lamun bungkam Kalau saja lemari basah ini ada mainan, bayi bisa bilang bayi senang Sayangnya lemari basah cuma berisi ketuban Tuban-tuban kapan pecahnya? Bayi bilang bayi tidak sabar mencari puan Puan-puan...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 24 November 2018

Lari, lari! Lagi-lagi sedih mengajakmu mati Larilah, lari! Matilah hati tangan sedih kau genggam lagi! Cepatlah, lari! Cegakkan batin jangan sampai kamu mati lagi! Ayo asu! Lari! Sontoloyo kamu! Masih saja berhenti untuk mati!

0 Penulis Terpikat
0
20
Sabtu 24 November 2018

Kami masih berdalih Satu kali berjanji Senin kamis jadi puisi Masih juga menagih Dua kali berjanji Ubah puasa jadi puisi Kian hari masih setia mencari arti Tiga kali berjanji Senin kamis mencumbui panji puisi Kepada hati yang suka puasa dan puisi Kami berpesan d...

0 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 24 November 2018

Kunang-kunang lampu temaram Kenang-kenang renungan padam Kenang kunang tengah malam Kunang kenang dansa kendati bungkam Kenang-kenang sebelum makam Kunang-kunang pencemburu bulan Kenang-kenang bunga kuburan Kunang-kunang kenanga paling belakang Kenang-kenang be...

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 20 November 2018

Keahlian paling hebat para munafik adalah kemampuannya mengukir diatas air Munafik sangat ahli mengukir mirat diri Dengan khidmat di depan para kekasih diujung danau Entah satu hari atau sepuluh, mirat munafik tak pernah selesai diukir Tak pernah terlihat nyata...

0 Penulis Terpikat
0
17
Selasa 20 November 2018

"Bajuku kusut!" Teriak pesolek berambut panjang yang berdiri di depan bayangan kembarnya Tanpa kain selimut mengamati baju kusut Yang sudah ia pakai 20 tahun lamanya "Harusnya aku beli baju baru sebelum kencanku!" Teriak munafik yang berdiri tanpa busana Meng...

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 20 November 2018

Lucunya Satu-satunya yang kau tinggalkan adalah kulit kering pipi sedihmu Kau tularkan di ujung-ujung lapisan kulit wajahku Sampai-sampai mirat diriku keheranan Bagaimana mungkin melupakan Jikalau melihat wajah sendiri sama dengan melihat mata wajah kesedihan

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 20 November 2018

Puncak sedih adalah taman letak benih-benih sedih mulai aku tanami Ku semai sepenuh hati agar mereka tumbuh tinggi Perlahan-lahan ku biarkan mereka berakar Mencengkeram tanah agar kokoh dan tidak tumbang Benih-benih sedih ku pelihara jadi hutan sedih Hutan s...

0 Penulis Terpikat
0
26
Selasa 20 November 2018

Hilir mudik ramai di pasar tak lagi kau sukai Lebih menarik empat dinding tanpa pintu dengan segelas kopi, Katamu Tumpukan buku jadi pemandangan indah Yang lebih menenangkan dari senja oranye penutup hari Seberkas cahaya temaram jadi penerang Yang lebih nyama...

0 Penulis Terpikat
0
13
Senin 12 November 2018

Sungguhlah kawan, Adanya 'ada' yang tak ada Bisa jadi nada tanpa bahana yang mengganggu telinga Membuatmu tuli tanpa sedikitpun bersuara Jelaslah kawan, Adanya 'tak ada' yang ada Bisa jadi frasa tanpa aksara yang meradangi mata Membuatmu buta tanpa sediki...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 12 November 2018

Jika kau dengar jeritan berantakan di awal malam Itu aku, berusaha menyamarkan kesendirian Jika kau lihat bayangan tarian menakutkan di tengah malam Itu aku, berusaha menghangatkan jiwa yang kedinginan Jika kau cium bau anyir darah menjijikan di penghujung mala...

0 Penulis Terpikat
0
17
Selasa 06 November 2018

Selalu ada pelajaran dari alam Perihal cinta yang tak tersampaikan Dan harapan yang tak kunjung dikabulkan Selalu ada pertanyaan untuk alam Perihal pandangan terlarang Dan rasa yang kian menyakitkan Yaitu perasaan pungguk pada sang bulan Yang setiap malam m...

0 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 30 Oktober 2018

Rusak hati yang tak kunjung sehat Semakin rusak dirajam ego yang terus berhelat Menjadi lebih rusak dipenuhi harapan-harapan bejat Jadi tambah rusak dihujam rindu yang semakin berat Rusak Sepenuhnya rusak disadarkan ia yang tak lagi mau dekat

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 30 Oktober 2018

Kemarin sore aku bermain tumpahan air Sebisa mungkin kutahan agar ia berhenti mengalir Salah kau kah air di mata tak kunjung kering? Atau salah alam yang membuat air lebih suka di hilir? Atau mungkin salah hasrat ku yang menolak untuk mati Disaat kau pemilik ha...

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 30 Oktober 2018

Aku tantang langit bertanya pada senja Perkara sakitnya berharap sendirian Harapan senja untuk bisa tampil molek setiap hari pasti tidak pernah kau hiraukan Harapan senja menjadi perhatian kala malam mulai datang pasti sadar pun kau tak akan Harusnya kamu sadar...

0 Penulis Terpikat
0
21
Selasa 23 Oktober 2018

Ya jangan salahkan kalau kamu ku anggap sungguh Habis cuma kamu yang bisa buatku terasa penuh Kamu lupa kah dulu kita akar dan bunga Yang tak pernah bertemu walaupun satu tubuh Kemudian kamu sadarkan kita lebih dari sekedar itu Kau bawa aku terbang, keluar dari ta...

0 Penulis Terpikat
0
12
Selasa 23 Oktober 2018

Sudah aku putuskan Tiga hal yang aku suka dari dunia adalah Kopi hitam tanpa gula Kecap, dan sastra Pahit kopi hitamku membawakan sakit pada lidah Membuatnya bergetar keperihan selagi terbakar oleh panasnya air Sama dengan hati yang sakit kala asa tidak kunjun...

0 Penulis Terpikat
0
8
Rabu 17 Oktober 2018

Katamu dunia hanya soal angka Ditata rapi menjadi sebuah cerita yang tidak selalu bermakna Memang kadang cerita kau buat berharga, namun lebih sering kau anggap sebagai undian dadu belaka Dalam hidupmu yang penuh angka Cerita bisa jadi cuma probabilita Lantas a...

0 Penulis Terpikat
0
19
Kamis 11 Oktober 2018

Tarian itu selalu bermakna Meninggalkan jejak setiap iramanya Tarian itu bisa mengundang tawa Di kala sama memberi kecewa Sempat hati dibuat menangis teriris Sempat hati dibuat bungah Meriah Dasar kalian Tarian pembawa cerita Dasar kalian Jemari penari...

0 Penulis Terpikat
0
30
Angger belum menulis satupun cerpen
Kamis 21 Februari 2019

Kelabu, malam ini hujan akan turun. Nama akan dibiarkan hilang. Doa akan dirapal, sedang dosa akan ditimbang-timbang. Mata pisau mu sudah aku tajamkan. Sayatlah tepat di nadi, tepat di hati mereka para pelawat dengki. Kelabu, jangan berkejap malam ini. Mengilatlah di ha...

0 Penulis Terpikat
0
2
Kamis 21 Februari 2019

Sedang tatapmu menyerang wajah, hati luruh memeluk dasar peraduan rasa. Hangat tumbuh disesap darah. Rupa gempa dicitra dada yang menganga. Sedang kepala mengutus tanya. Ini mata dibawa kemana? Pandang kan inginkan bersua. 

0 Penulis Terpikat
0
3
Selasa 29 Januari 2019

Dahulu, berlumur air. "Habis dari mana?" "Aku habis hujan-hujanan dengan pasangan" "Dingin kah?" "Tidak. Justru hangat." Lalu kau pergi. Acuh tak acuh pada basah baju barumu. Saat ini, berlumur darah. "Habis dari mana?" "Aku habis hujam-hujaman dengan kenang...

0 Penulis Terpikat
0
11
Sabtu 19 Januari 2019

Nanti malam aku ingin menengok ingatan lama. Ingatanku tentang kamu. Mungkin dengan sekuntum bunga melati. Supaya harum lagi tanah yang busuk itu. Nanti malam aku ingin menemani jasad lama. Jasadku yang acapkali terbangun dari tidurnya. Mungkin dengan selembar selim...

0 Penulis Terpikat
0
9
Senin 10 Desember 2018

Sepertinya kata "kita" semakin kabur dari kenyataan. Entah pagi atau malam, kita tidak pernah sepemikiran. Kucoba mengeluh kedinginan, kamu justru asyik memandu hangat keluar. Kucoba menikmati kehangatan, kamu justru sebal; malam itu waktunya api dimatikan. Di...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 10 Desember 2018

Akhir dari senang adalah siang. Sebab pertemuan akan meminta untuk ditanggalkan. Meskipun kenang-kenang masih menunggu dituliskan, siang akan memintamu pulang. Maka biarkan pagi ini jadi abadi. Aku minta sekali lagi senyum pasti dalam rasa yang pucat pasi. Sebab...

0 Penulis Terpikat
0
23
Kamis 29 November 2018

Sekali nanti kau lihat aku sedang menggali kuburan basah, tolong biarkan. Barangkali kenang-kenang yang di dalam bisa kuhidupkan. Lalu ku ajak pulang. Sekali nanti kau temui aku sedang membongkar batu nisan, tolong biarkan. Barangkali aku lagi senang bertemu rasa ya...

0 Penulis Terpikat
0
34
Rabu 28 November 2018

Tubuhku terdiam Mengabaikan ajakan perempuan dari ujung kuburan Membeku di depan batu nisan Merenungi maut, yang hingga kini masih saja menolak untuk luput Nanti dulu, Ada kenang-kenang yang ingin ku persembahkan Barang satu lembar kelopak kenanga Tanda r...

0 Penulis Terpikat
0
18
Senin 26 November 2018

Mata-mata di wajahku sedang sibuk. Sibuk menyatukan perhatiannya pada warna-warna baju lamamu yang kukira baru. Telinga-telinga kepalaku sedang belajar. Belajar meniti nada-nada baru yang keluar dari gerak-gerik tubuhmu. Berkali-kali hidung dan kulitku ikut term...

0 Penulis Terpikat
0
19
Senin 26 November 2018

Bayi bilang bayi bosan Makan tanpa merasakan, berenang lamun bungkam Kalau saja lemari basah ini ada mainan, bayi bisa bilang bayi senang Sayangnya lemari basah cuma berisi ketuban Tuban-tuban kapan pecahnya? Bayi bilang bayi tidak sabar mencari puan Puan-puan...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 24 November 2018

Lari, lari! Lagi-lagi sedih mengajakmu mati Larilah, lari! Matilah hati tangan sedih kau genggam lagi! Cepatlah, lari! Cegakkan batin jangan sampai kamu mati lagi! Ayo asu! Lari! Sontoloyo kamu! Masih saja berhenti untuk mati!

0 Penulis Terpikat
0
20
Sabtu 24 November 2018

Kami masih berdalih Satu kali berjanji Senin kamis jadi puisi Masih juga menagih Dua kali berjanji Ubah puasa jadi puisi Kian hari masih setia mencari arti Tiga kali berjanji Senin kamis mencumbui panji puisi Kepada hati yang suka puasa dan puisi Kami berpesan d...

0 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 24 November 2018

Kunang-kunang lampu temaram Kenang-kenang renungan padam Kenang kunang tengah malam Kunang kenang dansa kendati bungkam Kenang-kenang sebelum makam Kunang-kunang pencemburu bulan Kenang-kenang bunga kuburan Kunang-kunang kenanga paling belakang Kenang-kenang be...

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 20 November 2018

Keahlian paling hebat para munafik adalah kemampuannya mengukir diatas air Munafik sangat ahli mengukir mirat diri Dengan khidmat di depan para kekasih diujung danau Entah satu hari atau sepuluh, mirat munafik tak pernah selesai diukir Tak pernah terlihat nyata...

0 Penulis Terpikat
0
17
Selasa 20 November 2018

"Bajuku kusut!" Teriak pesolek berambut panjang yang berdiri di depan bayangan kembarnya Tanpa kain selimut mengamati baju kusut Yang sudah ia pakai 20 tahun lamanya "Harusnya aku beli baju baru sebelum kencanku!" Teriak munafik yang berdiri tanpa busana Meng...

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 20 November 2018

Lucunya Satu-satunya yang kau tinggalkan adalah kulit kering pipi sedihmu Kau tularkan di ujung-ujung lapisan kulit wajahku Sampai-sampai mirat diriku keheranan Bagaimana mungkin melupakan Jikalau melihat wajah sendiri sama dengan melihat mata wajah kesedihan

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 20 November 2018

Puncak sedih adalah taman letak benih-benih sedih mulai aku tanami Ku semai sepenuh hati agar mereka tumbuh tinggi Perlahan-lahan ku biarkan mereka berakar Mencengkeram tanah agar kokoh dan tidak tumbang Benih-benih sedih ku pelihara jadi hutan sedih Hutan s...

0 Penulis Terpikat
0
26
Selasa 20 November 2018

Hilir mudik ramai di pasar tak lagi kau sukai Lebih menarik empat dinding tanpa pintu dengan segelas kopi, Katamu Tumpukan buku jadi pemandangan indah Yang lebih menenangkan dari senja oranye penutup hari Seberkas cahaya temaram jadi penerang Yang lebih nyama...

0 Penulis Terpikat
0
13
Senin 12 November 2018

Sungguhlah kawan, Adanya 'ada' yang tak ada Bisa jadi nada tanpa bahana yang mengganggu telinga Membuatmu tuli tanpa sedikitpun bersuara Jelaslah kawan, Adanya 'tak ada' yang ada Bisa jadi frasa tanpa aksara yang meradangi mata Membuatmu buta tanpa sediki...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 12 November 2018

Jika kau dengar jeritan berantakan di awal malam Itu aku, berusaha menyamarkan kesendirian Jika kau lihat bayangan tarian menakutkan di tengah malam Itu aku, berusaha menghangatkan jiwa yang kedinginan Jika kau cium bau anyir darah menjijikan di penghujung mala...

0 Penulis Terpikat
0
17
Selasa 06 November 2018

Selalu ada pelajaran dari alam Perihal cinta yang tak tersampaikan Dan harapan yang tak kunjung dikabulkan Selalu ada pertanyaan untuk alam Perihal pandangan terlarang Dan rasa yang kian menyakitkan Yaitu perasaan pungguk pada sang bulan Yang setiap malam m...

0 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 30 Oktober 2018

Rusak hati yang tak kunjung sehat Semakin rusak dirajam ego yang terus berhelat Menjadi lebih rusak dipenuhi harapan-harapan bejat Jadi tambah rusak dihujam rindu yang semakin berat Rusak Sepenuhnya rusak disadarkan ia yang tak lagi mau dekat

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 30 Oktober 2018

Kemarin sore aku bermain tumpahan air Sebisa mungkin kutahan agar ia berhenti mengalir Salah kau kah air di mata tak kunjung kering? Atau salah alam yang membuat air lebih suka di hilir? Atau mungkin salah hasrat ku yang menolak untuk mati Disaat kau pemilik ha...

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 30 Oktober 2018

Aku tantang langit bertanya pada senja Perkara sakitnya berharap sendirian Harapan senja untuk bisa tampil molek setiap hari pasti tidak pernah kau hiraukan Harapan senja menjadi perhatian kala malam mulai datang pasti sadar pun kau tak akan Harusnya kamu sadar...

0 Penulis Terpikat
0
21
Selasa 23 Oktober 2018

Ya jangan salahkan kalau kamu ku anggap sungguh Habis cuma kamu yang bisa buatku terasa penuh Kamu lupa kah dulu kita akar dan bunga Yang tak pernah bertemu walaupun satu tubuh Kemudian kamu sadarkan kita lebih dari sekedar itu Kau bawa aku terbang, keluar dari ta...

0 Penulis Terpikat
0
12
Selasa 23 Oktober 2018

Sudah aku putuskan Tiga hal yang aku suka dari dunia adalah Kopi hitam tanpa gula Kecap, dan sastra Pahit kopi hitamku membawakan sakit pada lidah Membuatnya bergetar keperihan selagi terbakar oleh panasnya air Sama dengan hati yang sakit kala asa tidak kunjun...

0 Penulis Terpikat
0
8
Rabu 17 Oktober 2018

Katamu dunia hanya soal angka Ditata rapi menjadi sebuah cerita yang tidak selalu bermakna Memang kadang cerita kau buat berharga, namun lebih sering kau anggap sebagai undian dadu belaka Dalam hidupmu yang penuh angka Cerita bisa jadi cuma probabilita Lantas a...

0 Penulis Terpikat
0
19
Kamis 11 Oktober 2018

Tarian itu selalu bermakna Meninggalkan jejak setiap iramanya Tarian itu bisa mengundang tawa Di kala sama memberi kecewa Sempat hati dibuat menangis teriris Sempat hati dibuat bungah Meriah Dasar kalian Tarian pembawa cerita Dasar kalian Jemari penari...

0 Penulis Terpikat
0
30
Angger belum menulis satupun Naskah Drama
Angger belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Angger