Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

target

Oleh arfiicha
Bagaimana jika rinduku ternyata sudah terbakar habis oleh ego?

Kupikir cukup yakin pada awalnya, untuk pergi dan berkata baiklah, aku
mengerti.

Tapi di tapak kaki ke sepuluh, pilihan yang beku itu luluh.
Menyeruak, beriak bengis kata, hatiku merah
memarah

Tidak, seharusnya tidak segampang ini aku dirasuk halu.
menutup jimat-jimat yang kubuat agar tak lagi menyukaimu.
Seharusnya hanya tiga, tidak,
dua kata saja.

aku, dan benci.

Sekarang, ambisi untuk memilikimu sekian kali, kembali menjadi setan

Kesetanan.

Aku mengumpat rasa, serendah-rendahnya sumpah serapah kutukan tujuh turunan, aku tidak peduli.
peduli amat dengan cinta, terlebih padamu untuk tempo yang tak pernah statis.

...

Tidak.
Aku menyukaimu, sangat. hingga rasanya ingin terbakar saja karena menyiksa.
Aku menyukaimu, seharusnya aku tahu.
Empat huruf itu tak akan bersatu. Kita tak pernah berkait.
lagi.


(sebelum perang, 1 adalah awal. 516)
Rabu 16 Mei 2018
12
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Arfi Choirunnisa

arfiicha

Sedang berada di ruang bebas 'hampa'

Tuliskan tanggapanmu tentang target

Baca karya Arfi lainnya

PUISI

bagaimana rindu mengudara

Sabtu 24 Maret 2018
-
46
CERPEN

Percakapan

Minggu 25 Maret 2018
-
26

target

Puisi oleh Arfi Choirunnisa

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah