Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

BERDAMAI

Oleh egacharlluvi

—Untuk aku keadaan tak pernah mau memberi kesempatan.


Perasaan pikir mempola lingkaran berikat

Mengunci langkah demi langkah yang terbungkam insomnia

Bilaman setumpuk pikir mulai menghimpit rancangan pagi

Malamnya aku berestafet memutar tutup kendi fantasi, lagi.


Ada pada beberapa purnama,

Tak terbendung syahwat tuk menikam tubuh yang melarat

Menghantam dan menjambak keringat lelah pada luka di tubuh saya

Sesekali isak melerai pada kawah wajah,

Menghantarkan sebuah tawa kebencian akan dunia

( Tangis dan gelak mengakak mengoyak wibawa congkak yang tertanam pada aku )


Apa aku ini?

Kata dia; aku gila

Kata dunia; aku amarah

Kata malaikat tuhan; aku pendusta

Kata malam; aku pelupa

Kata siapa? Aku adalah mayor yang sebentar lagi akan berkorosi dari wajah kaumku.


Lihat, bila tak berisak pada lajur tawa yang mengakak

Sesekali jemari akan merobek-robek kepala hingga botak

Meringis darah pada wajah angkuh aku yang memaksa congkak

Bila aku tak sempat berestafet lagi,

Mungkin aku sudah bisa mencaci tuhan,

Di hadapanNYA akan aku hunuskan moncong belati kebencian.


Kapan paradigma rantai pikir ini mampu aku damaikan?

Perperangan tiada akhir pada kepala hanya selalu ingin membunuh tanpa mencabut nyawa.

Pola rantai yang mengikat rapat,

Tak dapat patah hanya dengan tertebas lidah yang berkarat


Setelah hantaman nanar pada wajah dan perut

Setelah gelak dan Isak tangis berjingkrak-jingkrak mengakak

Setelah berlusin-lusin nanah nista pada kendi ku tenggak sepanjang purnama

Tak ada damai pada mayor yang menutup senyum dengan gelak mengakak


Lalu apa damai pada aku saat ini?

Yang selalu mengikat aku, pola rantai nya mampu menjanjikan

Besok penabuh genderang akan beriatirahat jauh di dalam realita

Dan aku?

Ya, aku mulai lagi pagi dengan wibawa seorang manusia tak berhati.



Jambi,

14, Januari 2022


Jumat 14 Januari 2022
17
0 Penulis Terpikat
Terjadi kesalahan, karya ini belum bisa diunduh
Ditulis oleh

Ega Charlluvi

egacharlluvi

Hanya menitipkan sekumpulan kisah buah tangan mata yg membaca.

Tuliskan tanggapanmu tentang BERDAMAI

Baca karya Ega lainnya

BERDAMAI

Puisi oleh egacharlluvi

—Untuk aku keadaan tak pernah mau memberi kesempatan.


Perasaan pikir mempola lingkaran berikat

Mengunci langkah demi langkah yang terbungkam insomnia

Bilaman setumpuk pikir mulai menghimpit rancangan pagi

Malamnya aku berestafet memutar tutup kendi fantasi, lagi.


Ada pada beberapa purnama,

Tak terbendung syahwat tuk menikam tubuh yang me...

baca selengkapnya di penakota.id
penakota.id/penulis/egacharlluvi

BERDAMAI

Puisi oleh Ega Charlluvi

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah