Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Ut Infra

Oleh masteguhh
Malam itu gemuruh elegi mega bersahutan.
Menyalahkan Afrodit di Olimpus laksana setan.
Karena kini relungnya jauh lebih pagan.
Dalam dan sangat jatuh pada Rawi yang arogan.

Tiga dua puluh, Tuan Guruh jauh lebih tenang.
Cintanya berbalasan.
Bak syair di hati mertua dan menang.
Cintanya beralasan.

Rawi sungguh membenci hujan.
Lebih-lebih Guruh hidup atasnya.
Lantas terjaga matanya alip-alipan.
Tuan puan tak lagi pernah sama.

Di dalam kotak, di kaki Olimpus.
Guruh tahu hatinya tidak salah,
meski jua benar rasanya mampus.
Mengendur mundur perlu mengalah.

Benar Rawi tidak mengenal lelap.
Bukan Guruh yang menjinjing hujan segenap.
Sungguh salah Hades mengarang gelap.
Menenggak anggur beradu tatap mirat cakap.

Lebih dari itu, tuan jauh lebih mencintai dirinya.


#MengarsirKisahKasih
Jumat 23 Februari 2018
40
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Teguh Setiawan

masteguhh

Menulis tanpa kotak.

Tuliskan tanggapanmu tentang Ut Infra

Baca karya Teguh lainnya

PUISI

Sadu

Selasa 07 November 2017
-
82
PUISI

Senda

Kamis 09 November 2017
-
126
PUISI

Nalar

Kamis 09 November 2017
-
104

Ut Infra

Puisi oleh Teguh Setiawan

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah