Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Elegi Demensia

Oleh masteguhh
Seingatku jendela punya cerita.

Tujuh empat limaku di rusuk jendela.
Repetisi lakon tuan lesap dan hamba.
Katanya pernah ada cerita dan warna,
yang direguk selalu tanah dan lupa.

Melerai hujan, mencari ihwal, hanya berhenti kala guruh marah betul.
Agave pun festuca siratkan rahasia kisah kalut.
Karena awakmu bambu di seberang jalan, serta dingin di amuk tukang roti.
Aspal yang dehidrasi juga paham, akulah grissini.
Tiga dasawarsa sudah gerimis ini.
Dihalang kabut pohon kemiri.

Kadang hanya duduk di bangku jati bercerita cita,
atau mengasah asa sampai lupa jemawa.
Kadang dalam cerita, kita menjadi tukang cukur.
Pensiun dini kosmonaut, pelaut akur.
Besok-besok sudah jadi pendeta di Tibet.
Kau jemari rumah yang cerewet.

Lucunya sekarang aku rabun senja.
Dari tertawa bersama yang absah, tidur, konon lara.
Tuan jauh mangkir, menyapa luka lupa.
Apa guna bila kau tak di sini?

Seingatku jendela punya cerita.
Senin 05 November 2018
35
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Teguh Setiawan

masteguhh

Menulis tanpa kotak.

Tuliskan tanggapanmu tentang Elegi Demensia

Baca karya Teguh lainnya

PUISI

Sadu

Selasa 07 November 2017
-
81
PUISI

Senda

Kamis 09 November 2017
-
126
PUISI

Nalar

Kamis 09 November 2017
-
104

Elegi Demensia

Puisi oleh Teguh Setiawan

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah