Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

muhammad sadikun

Aceh

5

Mengikuti

13

Pengikut

muhammad sadikun

Aceh
Tentang Penulis

Lahir di Aceh. 12 maret 1999.\r\nPenggiat sastra atas rasa ingin tau; sebab memiliki mu hanya sebatas angan buang waktu.\r\n Menggambar dan menulis yang kugemari, bukan tentang patah hati yang kemudian kusesali.

Tempat,tanggal lahir

Aceh, 12 Maret 1999

Media Sosial

Semua

(10)

Puisi

(7)

Cerpen

(3)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Selasa 05 Februari 2019

Berapa umurmu malam itu Hingga sebotol Vodka sebagai temanmu Dari berbagai pameran yang kau kunjungi Ditempat keramaian namun kau tetap merasakan sendiri Anggur merah sebagai teman paling ramah Jas hujan dari pelangi, selimut dari embun pagi. Saat itu tuhan seda...

0 Penulis Terpikat
0
125
Minggu 30 Desember 2018
-

Sembari menadahkan doa diatas gulungan ombak tsunami Tasbih dengan goyangan gempa bumi Diatas puing-puing bangunan Dan tulang-tulang berserakan Sepanjang pulau-pulau yang berjejer kokoh dan rapi Menenggelamkan hampir semua nyawa. Hingga kita sebagai sisa-sisa...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 11 Desember 2018
-

aku mengundangmu untuk bersilaturahmi malam ini, disudut rumah tempat biasa aku berkencan dengan buku-buku. mengusap kopi dengan sepi, memandang rupa dengan tiada, mendengar setiap ceritaku yang mustahil, berputar pikiranmu dalam adukan kesedihan, mendengar tawa...

0 Penulis Terpikat
0
60
Senin 03 Desember 2018
-

Tulisan ini kubuat semerdeka mungkin, Sebab Jiwa belum selesai diterapi Larut dalam adukan secangkir kopi. Seutas tali merah senada dengan langkah Kepada diri yang sedang bersenang-senang dengan jajanan pemerintah, Kepada diri yang sedang dicambuk cemburu sebab k...

0 Penulis Terpikat
0
48
Rabu 12 September 2018
-

Tawa kacil di waktu lalu Sapa enggan dengan yang baru Mimpimu tinggi, tapi jatuh disini Menyelam dalam kabut imaji Berantas semua luka, Mulai dengan yang baru dalam tawa Yang kusebut cinta Yang kau sebut sementara Kita, adalah ramai dalam andai Bising hanya...

0 Penulis Terpikat
0
76
Minggu 24 Juni 2018

Saat itu hampir senja, Rinduku tiba dimuara, Menimbulkan tanda tanya Mengungkap semua nyata. Berbincang tentang kepulangan, Menitip pesan sebelum kehilangan, Perihal doa-doa bahagia, Sebelum pisah pada waktunya. Sembari menikmati es jeruk pesananmu Dan es teh manis hi...

1 Penulis Terpikat
0
321
Rabu 18 April 2018
-

Tempat ibadah, rumah penduduk asli Dibakar, dijarah dibunuh jadi saksi Ketika matinya orang-orang tak bersalah Negeriku kian berdarah. Kita hanya masyarakat miskin Lalu pantaskah kita tunduk dan patuh kepada ribuan senjata mesin Menebar ribuan janji sebagai...

0 Penulis Terpikat
0
194
Senin 19 Maret 2018

Mari melangkah dari kebohongan; Perkara hati yang tidaklagi diperbincangkan. malam itu di dinding kamarku masih ada puisi-puisi yang kutulis kemudian kubingkai dengan rapi dan kupajang dibawah lampu di keheningan paling sunyi. oya! Aku lupa mengucapkan selamat malam u...

0 Penulis Terpikat
0
183
Kamis 15 Maret 2018

Mari bersantap malam ini; Pilih saja mau makan apa, cuman teh sama roti. Dan aku tetap memilih mu untuk teman pengganti, meski itu hanya prestasi sebatas mimpi. karena bersamanya Dahulu ada hal yang kusia-siakan, jatuh cinta padamu adalah ranting pohon sebab ucap te...

0 Penulis Terpikat
0
239
Rabu 14 Maret 2018

Selamat berpatah hati kembali Menggenggam tanganmu lagi adalah prestasi yang hanya sebatas mimpi Sebelum kita benar-benar lupa Akan rindu yang saat itu terbilang sama; Mari berjenguk dalam mimpi yang hanya pura-pura terjadi Kemudian kamu boleh kembali bersa...

0 Penulis Terpikat
0
57
Minggu 24 Juni 2018

Saat itu hampir senja, Rinduku tiba dimuara, Menimbulkan tanda tanya Mengungkap semua nyata. Berbincang tentang kepulangan, Menitip pesan sebelum kehilangan, Perihal doa-doa bahagia, Sebelum pisah pada waktunya. Sembari menikmati es jeruk pesananmu Dan es teh manis hi...

1 Penulis Terpikat
0
321
Senin 19 Maret 2018

Mari melangkah dari kebohongan; Perkara hati yang tidaklagi diperbincangkan. malam itu di dinding kamarku masih ada puisi-puisi yang kutulis kemudian kubingkai dengan rapi dan kupajang dibawah lampu di keheningan paling sunyi. oya! Aku lupa mengucapkan selamat malam u...

0 Penulis Terpikat
0
183
Kamis 15 Maret 2018

Mari bersantap malam ini; Pilih saja mau makan apa, cuman teh sama roti. Dan aku tetap memilih mu untuk teman pengganti, meski itu hanya prestasi sebatas mimpi. karena bersamanya Dahulu ada hal yang kusia-siakan, jatuh cinta padamu adalah ranting pohon sebab ucap te...

0 Penulis Terpikat
0
239
Selasa 05 Februari 2019

Berapa umurmu malam itu Hingga sebotol Vodka sebagai temanmu Dari berbagai pameran yang kau kunjungi Ditempat keramaian namun kau tetap merasakan sendiri Anggur merah sebagai teman paling ramah Jas hujan dari pelangi, selimut dari embun pagi. Saat itu tuhan seda...

0 Penulis Terpikat
0
125
Minggu 30 Desember 2018
-

Sembari menadahkan doa diatas gulungan ombak tsunami Tasbih dengan goyangan gempa bumi Diatas puing-puing bangunan Dan tulang-tulang berserakan Sepanjang pulau-pulau yang berjejer kokoh dan rapi Menenggelamkan hampir semua nyawa. Hingga kita sebagai sisa-sisa...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 11 Desember 2018
-

aku mengundangmu untuk bersilaturahmi malam ini, disudut rumah tempat biasa aku berkencan dengan buku-buku. mengusap kopi dengan sepi, memandang rupa dengan tiada, mendengar setiap ceritaku yang mustahil, berputar pikiranmu dalam adukan kesedihan, mendengar tawa...

0 Penulis Terpikat
0
60
Senin 03 Desember 2018
-

Tulisan ini kubuat semerdeka mungkin, Sebab Jiwa belum selesai diterapi Larut dalam adukan secangkir kopi. Seutas tali merah senada dengan langkah Kepada diri yang sedang bersenang-senang dengan jajanan pemerintah, Kepada diri yang sedang dicambuk cemburu sebab k...

0 Penulis Terpikat
0
48
Rabu 12 September 2018
-

Tawa kacil di waktu lalu Sapa enggan dengan yang baru Mimpimu tinggi, tapi jatuh disini Menyelam dalam kabut imaji Berantas semua luka, Mulai dengan yang baru dalam tawa Yang kusebut cinta Yang kau sebut sementara Kita, adalah ramai dalam andai Bising hanya...

0 Penulis Terpikat
0
76
Rabu 18 April 2018
-

Tempat ibadah, rumah penduduk asli Dibakar, dijarah dibunuh jadi saksi Ketika matinya orang-orang tak bersalah Negeriku kian berdarah. Kita hanya masyarakat miskin Lalu pantaskah kita tunduk dan patuh kepada ribuan senjata mesin Menebar ribuan janji sebagai...

0 Penulis Terpikat
0
194
Rabu 14 Maret 2018

Selamat berpatah hati kembali Menggenggam tanganmu lagi adalah prestasi yang hanya sebatas mimpi Sebelum kita benar-benar lupa Akan rindu yang saat itu terbilang sama; Mari berjenguk dalam mimpi yang hanya pura-pura terjadi Kemudian kamu boleh kembali bersa...

0 Penulis Terpikat
0
57
muhammad belum menulis satupun Naskah Drama
muhammad belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

muhammad