Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

RAMAI DALAM ANDAI

Oleh muhammadsadikun
Tawa kacil di waktu lalu
Sapa enggan dengan yang baru
Mimpimu tinggi, tapi jatuh disini
Menyelam dalam kabut imaji

Berantas semua luka,
Mulai dengan yang baru dalam tawa
Yang kusebut cinta
Yang kau sebut sementara

Kita, adalah ramai dalam andai
Bising hanyalah puing mahkota bisu
Tempat ini menyambutmu; aku, kita.

Dengan banyak pepohonan yang belum bersilaturahmi dengan polusi
Wajah yang terisi relung
Kini hilang dalam renung

Bersanding dalam dekapannya
Menitipkan pesan dalam harap yang memeluk doa-doa

Bacalah sebanyak-banyaknya buku
Kenali sebaik-baiknya temanmu

Aku melamun pada petang, dan kau termangu dalam temaram. Bersama, kita akan terus tenggelam. Saling merindu gelimang cahaya dalam kelam..


Tempat tubuh yang masih utuh
Pikiran segar yang belum lumpuh
Tumbuh diantara geledak perahu
Dengan air laut yang biru

Manis luka, Sepi canda,
Pedih air mata,
Adalah tempat yang hangat menyambut kesunyian

Ini bukan hutan, ini adalah kota
yang akan ramai ditempati manusia
Yang hilang akan berganti
Yang bertahan akan abadi.

Muhammad Sadikun Jantho, Aceh. 2018.





Rabu 12 September 2018
62
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

muhammad sadikun

muhammadsadikun

Lahir di Aceh. 12 maret 1999.\r\nPenggiat sastra atas rasa ingin tau; sebab memiliki mu hanya sebatas angan buang waktu.\r\n Menggambar dan menulis yang kugemari, bukan tentang patah hati yang kemudia...

Tuliskan tanggapanmu tentang RAMAI DALAM ANDAI

Baca karya muhammad lainnya

RAMAI DALAM ANDAI

Puisi oleh muhammad sadikun

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah