Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Secangkir

Secangkir Kopi

9
Pengikut
10
Mengikuti
Tentang Penulis
Hanya seorang penonton yang menontoni Homo Sapiens dalam pentas Dunia.
Tempat, Tanggal Lahir
Jakarta , 1 August, 1999
Username Penakota
penakota.id/penulis/secangkirkopi01/
Media Sosial
Puisi
Cerpen

Cerpen Secangkir

Bintang Jatuh
Cerpen

Bukankan kamu indah? Terjatuh lalu berenang pada lautan langit malam. Kamu mencoba menarik fokus di bawahmu. “Hanya saya yang pantas untuk dipandang wahai makhluk!” teriakmu bersiratkan sinar. Halah tak perlu kamu bercakap seperti itu,...

: 118 | : 0 | : Minggu, 6 Mei 2018 - 13:49

Puisi Secangkir

Rasa Asmara
Puisi

Gula yang kamu tuangkan pada teh menjelang subuh, menambah asmaramu Aku berbeda denganmu Dengannya: daun menjari ialah overdosis asmara Sampai kalanya aku melambaikan...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 5 | : 0 | : Selasa, 28 Agustus 2018 - 17:45

Monolog Seorang Pendosa
Puisi

Siapapun itu, Tolong Aku! Keluarkan Aku dari lubang hitam! Raihlah tangan busukku Oh ayolah! Jangan mengagungkan gengsimu! Aku manusia, Kamu manusia, Marilah, bantu aku! Percuma, susah payah mendorongmu ke dalam tubuhku kepalsuanmu...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 23 | : 0 | : Senin, 18 Juni 2018 - 09:47

Ratapan Tak Berair
Puisi

Meringkuk badan Terletak pada permadani langit Bintang menemaniku Aku berharap dia mengerti Ingin berteriak, lagi-lagi gerbang terkunci Ingin menangis, lagi-lagi panas merajalela Ini hampa menggerogoti kasih sayangku untukmu Yah,...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 13 | : 0 | : Selasa, 29 Mei 2018 - 09:35

D O A
Puisi

Hamparan ruang tanpa ujung Serba hitam Tidak bersama cahaya: Teriak! Tangisan! Ketakutan! Amarah! Kesombongan, Ego, itulah nadaku Memelukku dengan dinginmu Melemparkanku ke jurang lalu Ketika menyentuh dasar, mencoba merangkai...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 9 | : 0 | : Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:34

Menontoni Monyet
Puisi

Lucu sekali dia! Bergoyang bernyanyi pada arena keangkuhannya menyawer sekarung koin seketika emas batangan jadi Mulut baru berbusa tarik terus mang! Pinggul menipis yok menggila lagi! Lihatlah mereka Yang Mulia! Sampai sisa kerangka pun...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 16 | : 0 | : Jumat, 18 Mei 2018 - 21:37

Mencintaimu
Puisi

Mencintaimu rupa pembakaran menjadi abu, tertiup angin membekas hitam :tidak ada. (Jakarta, 12 Mei...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 30 | : 0 | : Sabtu, 12 Mei 2018 - 20:50

Salju Bersenja
Puisi

"Sayang, menarilah pada blok-blok piano" Ah, aku tahu kamu pasti kaku Apalagi aku terkaku dalam berpeluk biola Tak bisa bersua dengan salju hari ini "Salju? Kamu bukannya menyukainya?" Berpeluk jua dengan boneka kelinci Mengutarakan arahku...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 19 | : 0 | : Selasa, 1 Mei 2018 - 01:38

Ke Mana?
Puisi

bertengkalah: berjubah, bersayap putih mengkilau tanduk merah tajam berderang Merebut hati Si Patung Tanah Berjalan sebagai produk baru dari Si Perajin "Wahai Kamu! Ikutlah Aku menuju tempat kesucian!" "Suci hanya putih! Asah keberanianmu ...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 32 | : 0 | : Senin, 23 April 2018 - 00:29
Tutup

Bagikan profil Secangkir