Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut sabda

sabda wisanggeni

6
Pengikut
7
Mengikuti
Tentang Penulis
secangkir kopi, rak buku, dan beberapa puisi.
Tempat, Tanggal Lahir
bogor , 9 September, 1985
Username Penakota
penakota.id/penulis/terumbukata/
Media Sosial
-
-
-
-
Puisi
Cerpen

Cerpen sabda

ER
Cerpen

“Barangkali kau harus mencari kelucuan-kelucuan dalam hidupmu agar kau tidak cepat menua dan segera masuk liang kubur,” begitu kataku padanya. Sebab, menurutku hidup yang ia jalani terlalu serius. “Sekalipun itu tidak lucu, begitu?,”...

Kediri, Jawa Timur
: 8 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 08:03

MEMBACA KAFKA
Cerpen

Sangat mengesalkan jika sebuah aktifitas tergantung pada kondisi fisik. Hampir setiap hari ia merasakan sakit kepala yang nyaris tak tertahankan selepas bangun tidur. Biasanya, ia akan menuju dapur dan mengambil segelas air putih serta menenggak pil...

Kediri, Jawa Timur
: 5 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 22:48

UTOPIA LELAKI YANG SENDIRI
Cerpen

Lelaki itu masih sejangkung dulu, hanya saja mungkin sekarang ia merasa lebih sendiri dengan jaket kumalnya berwarna coklat yang bolong di bagian siku sebelah kiri dan terlihat agak gondrong. Ia penikmat buku dan pemain gitar serta sesekali membuat...

Kediri, Jawa Timur
: 14 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 08:33

Puisi sabda

Aku Tidak Ingin
Puisi

aku tidak ingin memberikan cinta yang mengancam cintaku adalah lantai marmer di sebuah rumah di pegunungan yang di injak dan tetap memberikan dingin dan sejuk. aku tidak ingin memiliki hati sekeras baja atau batu intan hatiku adalah ruang...

: 3 | : 0 | : Selasa, 10 Juli 2018 - 09:58

SATU-SATUNYA JALAN YANG TAK INGIN KAU LALUI
Puisi

aku ingin menipumu dengan kebahagiaan dengan itu aku menuntut diriku sendiri sebagai sebuah keharusan membahagiakanmu dengan tanpa berpura-pura pula aku meminta maaf kepada kenyataan yang menjelma seperti batu dalam diriku dan taktahu...

: 4 | : 0 | : Senin, 9 Juli 2018 - 12:07

Kita Ini
Puisi

kau bikin aku marah dengan membakar rasa cemburuku niscaya kita akan menjadi abu

: 4 | : 0 | : Sabtu, 7 Juli 2018 - 14:25

Palestina
Puisi

Di sini dari tempat ini cinta kugunakan sebagai batas antara kemulyaan dan penghinaan sejauh hamparan pandangan penglihatan hanya darah yang dimuncratkan dari mulut para pembenci yang memaksaku berlari. Hidup sudah tak aman...

: 4 | : 0 | : Senin, 2 Juli 2018 - 14:18

HIDUP MEMANG NAKAL
Puisi

aku terburu-buru menjadi penulis puisi atau penyair. kau membawa airmata kemana-mana. barangkali mereka berdua: aksaraku dan airmatamu, memiliki sebuah rencana bertemu di bilik sunyi yang bersembunyi di tas ranselku yang kugendong kemana-mana pula....

: 8 | : 0 | : Selasa, 27 Maret 2018 - 13:19

PEMERAN KESEDIHAN
Puisi

Tidak ada pertanyaan "bagaimana?". Semua usaha kerasku adalah apa yang aku butuhkan. Jika kau ingin bertanya untuk apa, aku dengan segala sisa ketabahan yang disimpan airmata hanyalah ingin tetap mempertahankan nafasku agar aku dapat selama mungkin...

: 6 | : 0 | : Rabu, 21 Maret 2018 - 08:58

KENANGAN
Puisi

Jadi inikah perasaan itu?, yang menjalari seluruh saraf di bawah pori-pori tubuhku. Rasa asing yang memikat pikiranku hingga aku sulit melepaskan diri dari ikatan ini. Senyummu yang mengembang tepat dihadapan kedua mataku yang lelah menangis dan...

: 3 | : 0 | : Selasa, 20 Maret 2018 - 10:02

PERNYATAAN TENTANG INGATAN
Puisi

1. Sesekali, kita perlu ingatan itu kemari. Tapi bahkan kau selalu gagal menjaganya setiap ia aku panggil untuk singgah dan kau berkata lelah atau aku sedang jengah. Detik demi detik, jam demi jam, waktu demi waktu berlalu tanpa satupun suara yang...

Kediri, Jawa Timur
: 6 | : 0 | : Jumat, 16 Maret 2018 - 18:39

PARALAKS
Puisi

kau adalah segala cara dalam perihal mencintai. aku hanyalah sepasang kaki yang enggan berhenti mencari tanpa alas kaki. kita: sebuah paralaks dengan lebih banyak kemungkinan saling menjadi asing. cinta: sebuah umpama debar jantung kita yang...

Kediri, Jawa Timur
: 4 | : 0 | : Jumat, 16 Maret 2018 - 16:32

CINTA TIDAK BUTUH PENGIKUT
Puisi

lihatlah kekasih, ke dalam diri kau dan bukalah mata hati kau: cinta yang kau percaya ternyata hanya tipu daya: cinta hanyalah ilusi, hingga aku ingin membuatnya nyata di dalam kehidupan hati kau, ke dalam kehidupan denyar-denyar inti jantung...

: 8 | : 0 | : Kamis, 1 Maret 2018 - 13:40

CINTA DI MATA PELUKIS
Puisi

Aku memiliki keinginan: menggambar bibir perempuan yang tinggal di balik bukit itu. Jika aku beruntung, aku bisa menikmati embun di sudut bibirnya yang ranum. Kini, ia di depanku. Mendekap sebuah buku dengan suara yang aduh, jika kau pernah...

: 3 | : 0 | : Selasa, 27 Februari 2018 - 12:49

MENIKMATI MATI RASA
Puisi

Mata yang lapar, sibuk bekerja di antara riuh suara kendaraan yang di tolak telinga. Suara saling bunuh di udara antara penjual koran yang kesiangan dan penjual buah di trotoar pasar. Sudah lama, aku belajar untuk memeluk siapa saja dengan...

: 20 | : 0 | : Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:04

SAGA
Puisi

Mata kita berkejaran dalam suwung pikiran yang ada hanya: siapa darah yang lebih dulu tumpah di mata pedang yang buta ditempa bara. Memar berkejaran dengan biru merah berkejaran dengan senja hingga langit akan terbelah. Saat bayangan...

: 6 | : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 08:51

SATU
Puisi

Aku mencintai aku: waktu, ruang, dan benda-benda hakiki dan (yang) metafora. manusia: bosan dan gairah—taat dan mangkir jangan bersandiwara: cinta aku segala alam semesta kau yang...

: 9 | : 0 | : Minggu, 18 Februari 2018 - 21:44

SATU SENYUMAN SAJA
Puisi

Kekasih, satu senyuman saja Yang tidak akan mengubah apa-apa Aku akan merelakan semua Yang terbaik yang akan terjadi Aku, akan atau tidak Baik-baik saja Hanyalah ketetapan Yang tidak akan aku ubah Aku ingin menyerah Setelah segala...

: 4 | : 0 | : Minggu, 18 Februari 2018 - 21:35

MENENANGKAN KAU
Puisi

Adakah malam yang tidak bicara saat telinga kau benar-benar ingin mendengar?. Kau memberiku sekotak pertanyaan tentang apa itu ketiadaan cahaya, dan aku cukup lama mencerna bahwa itu adalah sebuah pemberian kau di pertemuan singkat senja...

: 6 | : 0 | : Sabtu, 17 Februari 2018 - 22:08

AKHIR TAHUN
Puisi

sebentar lagi tahun baru tahun genap yang tidak menggenapkan apa-apa seperti cumbuanmu kala itu yang patah saat bibirnya menyapu bersih kasih di bibirmu. 2017/ 31/...

: 4 | : 0 | : Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:46

APAKAH NANTI AKAN ADA SEBUAH FOTO DI DOMPET AKU YANG MINTA DI ISI?
Puisi

Aku seorang lakon dalam sebuah buku puisi yang tidak ingin di jual. Aku ingin menjadi sampul, sesekali, di hati seseorang. Aku ingin memberontak kepada nasib, tapi bagaimana?. Kau jemari yang menolak menyentuh aku. Aku tidak pernah bisa benar-benar...

: 26 | : 0 | : Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:24

KAU: GRAVITASI DI PUISI AKU
Puisi

Sambil menunggu esok tiba, ada puisi yang minta tumpah. Ia, benda teramat bising dalam kepala yang sulit ditenangkan. Seharian ini ia mengurung diri di dalam dirinya sendiri dan malam ini, ia ingin sebuah perayaan: semacam kecupan selamat membaca...

Kediri, Jawa Timur
: 14 | : 0 | : Jumat, 16 Februari 2018 - 21:07

MEMASTIKAN KEPULANGAN
Puisi

Maaf, aku mengambil gambar kau di internet tanpa permisi. Aku ingin lari dari hidup, sebentar saja, dengan membuat satu puisi yang sedang berselera kepada cinta. Aku sering menghabiskan waktu di sini sendiri, tanpa kau yang dingin di mata tapi panas...

Kediri, Jawa Timur
: 12 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 22:58

PESTA TOPENG
Puisi

Aku tidak harus berteriak andai hidup terlalu bangsat. Jalanan hanyalah galeri topeng- topeng yang setiap saat memajang wajah-wajah lain yang aku kenal. Mereka tersenyum pada duka luka aku tepat di bawah permukaan kulit mereka. Aku melukis di...

Kediri, Jawa Timur
: 11 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 22:23

KAU ATAU AKU YANG DATANG DENGAN MAKSUD LAIN
Puisi

Saat aku membuka daun jendela kamar di pagi hari. Sesuatu: kenyataan, datang menusuk rongga dada aku. Di pandangan mata pikiran kau, aku orang yang paling patut dipersalahkan. Waktu yang bergerak di jam dinding selalu hidup. Pergi ke udara...

Kediri, Jawa Timur
: 5 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 09:38

PERJAMUAN DUKA
Puisi

untuk segala sesuatunya, ingin aku sampaikan maksudku di ambang kesungguhan. Terimakasih atas segala bentuk luka-luka ini. Kini aku terluka lebih dalam. Sejak saat ini aku tidak akan pernah baik-baik saja. Kau boleh pergi. Kau boleh...

Kediri, Jawa Timur
: 10 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 09:05

OTODIDAK
Puisi

Seorang bocah tidak pernah becita-cita menjadi penyair atau nyemplung di koran untuk diawasi banyak mata. Ia masih bocah dan punya keinginan tumbuh dewasa seperti biji manggis yang ia tanam di pekarangan tak seberapa belakang rumah dan...

Kediri, Jawa Timur
: 5 | : 0 | : Kamis, 15 Februari 2018 - 07:49

JAUH LEBIH DALAM
Puisi

Aku ingin membuatkan kau buku puisi yang di daftar isi terdapat hanya satu judul. Tulisan yang membuat jantung kau berdenyut lebih kencang dan beberapa gambar sebelum kau menikah dan bisa kau tambahkan gambar bocah-bocah lucu suatu saat nanti. Sudah...

Kediri, Jawa Timur
: 11 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 22:37

SABDA PANDITA RATU
Puisi

Menjadi sendiri adalah pekerjaan yang melelahkan bagi kau. Bagi aku, kesunyian adalah teman bicara yang menggairahkan dan menggemaskan secara bersamaan. Di luar sana, seseorang sedang membuat kau mati rasa. Diam adalah jalan tengah terbaik yang...

Kediri, Jawa Timur
: 39 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 22:21

TIGA PULUH TAHUN KESUNYIAN
Puisi

Aku ingin menjadi udara yang mengintai di kamar tidur kau, agar saat mimpi buruk mengepung kau, aku bisa memunguti mereka, seperti kaki-kaki hujan yang membunuhi debu-debu yang seringkali aku hirup di jalanan. Aku adalah titik kecil di semesta...

Kediri, Jawa Timur
: 8 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 10:27

MEMANCING
Puisi

--in memoriam Seorang bocah pulang sekolah tidak langsung ke rumah dengan masih berseragam putih merah ia menenteng joran menuju kali. Saat melemparkan kail ke air ikan-ikan mendadak mati mengambang kali sudah di racun. Ia gagal...

Kediri, Jawa Timur
: 8 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 09:08

SAMPUL BUKU
Puisi

Kopi semalam sudah dingin kertas yang dilipat kembali di gelar pena sudah berdandan penyair sudah siap menjadi penghulu aksara sudah siap mengakhiri masa lajang. Para saksi sudah siap di toko buku apa lagi yang kau tunggu?. Sampul...

Kediri, Jawa Timur
: 16 | : 0 | : Selasa, 13 Februari 2018 - 08:15
Tutup

Bagikan profil sabda