Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Aerophobia (bagian II)

Oleh triskaidekaman
Yang pertama ia dengar:
Gadis menyapanya
Itu bukan kursinya
Kontras ia dengan seseorang yang tampak seram tinggi besar berambut berjanggut tetapi memaksakan senyum supaya terlihat ramah padahal jelas itu palsu
Perhatian, perhatian!
Kalimat lain mengiang
Kata-katanya beda
Wajahnya sama
Tak ada gunanya melawan karena di sana ia cuma penumpang yang butuh ketenangan tiga belas jam dan tak lebih
Sambil mengemaskan pikirannya
Mengulum korannya
Melipat matanya
Meremas doanya
Merapal dadanya
Menggulung awannya ke bawah kursi
Hingga menabrak:
Jaket
Pelampung
Ransel orang belakang
Botol air mineral
Kaki orang belakang
Dan pilar baja
Saksi bisu satu-satunya
Yang menyaksikan ia menggumamkan apa-apa
Selagi kupingnya berdengung kenapa-kenapa
Demi semua memelesat
Jauh
Dan sampai dengan selamat


Jakarta, 23.01.2018
Sabtu 10 Februari 2018
58
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Henny Triskaidekaman

triskaidekaman

Penulis [novel] Buku Panduan Matematika Terapan (Gramedia Pustaka Utama, 2018) * 1st Winner of 2017 Unnes International Novel Writing Contest * daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2017/18 kategor...

Tuliskan tanggapanmu tentang Aerophobia (bagian II)

Baca karya Henny lainnya

CERPEN

Menelikung Archimedes

Senin 27 November 2017
-
141
PUISI

Cara Menyusui yang Baik dan Benar

Selasa 28 November 2017
-
105
CERPEN

Sesuatu yang Tanpa Nama

Minggu 03 Desember 2017
-
173

Aerophobia (bagian II)

Puisi oleh Henny Triskaidekaman

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah