Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut wulan

wulan hamid

3
Pengikut
14
Mengikuti
Tentang Penulis
Hari yang pergi tak pulang kembali.
Tempat, Tanggal Lahir
Jakarta , 24 February, 1991
Username Penakota
penakota.id/penulis/wulanhamid/
Puisi
Cerpen

Cerpen wulan

Takdir Bicara
Cerpen

Tuhan berseru : Tulislah Ketetapan-KU yang AKU gariskan bagi segala sesuatu, hingga datangnya Hari Kiamat. Bicara Takdir.. Rizki, jodoh, kematian? Rizki, Usaha tak mengkhianati hasil. Menurutmu ini digariskan begitu saja? Tuhan pun...

: 12 | : 0 | : Senin, 14 Mei 2018 - 07:29

amygdala
Cerpen

Hai Amygdala, salam kenal, aku ingin berbagi denganmu. Persepsi salah tentangmu, menyalahkan kehadiranmu, sebagai pengatur, penyalahguna, pengontrol emosi, memporak-porandakan diri, semua bermuara pada dirimu, hal-hal buruk tentangmu...

: 30 | : 0 | : Rabu, 25 April 2018 - 18:12

kacamata
Cerpen

hey kacamata! telah lama kita bersama tanpa memiliki dan sekarang patahanmu parah, bersama pun mataku tak mampu melihat cadangan kacamata lainnya kupakai kembali, tak senyaman denganmu, beberapa hariku gunakan, tanpa sengaja ia patah...

: 11 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:45

Ketukan Berulang
Cerpen

hening malam // kudengar kembali penggilan itu // Dia memanggil berulang kali // selalu saja kuabaikan panggilan itu // Dia tetap saja memanggil // dan berulang kali mengetuk pintu // aku diam dan memaki hidup // marah, geram, kutepis segala //...

: 9 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:44

Rumah = Hukuman
Cerpen

14 Februari 2018 Rumah adalah hukuman. Kau tahu mengapa, ma? Pijakkan kakiku di lantai rumah, hangat senyummu secara tiba-tiba saja telah memenuhi lantai, segera saja aku menundukkan kepala untuk memperhatikan setiap lantai yang kupijak,...

: 12 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:43

Mungkin Dia Jatuh Cinta (2)
Cerpen

— Kita menapaki aspal jalan yang panjang, sampai wanita itu bertanya “berapa lama lagi perjalanan kita?” “tunggu saja, sebentar lagi” Mentari tepat pada porosnya di tengah hari, panas terik tak begitu menyengat, hanya terasa hangat...

: 9 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:42

Mungkin Dia Jatuh Cinta (1)
Cerpen

tiada terbayang wajah, bukan senyum ramah, apalagi pesona.. yah! Beberapa percakapan, ketika kita bicara satu sama lain. bersama selalu milik kita, rindu juga selalu milik kita. Namun, ingatan adalah milik sendiri, ah! Hal ini yang menyebalkan, dia...

: 6 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:42

Rak Buku
Cerpen

Kupandangi rak buku di kamar, belum genap satu tahun, ia berdiri, penuh berisikan buku-buku kuliah dan buku kesukaan. Belum genap satu tahun, ia menampung beratnya buku-buku itu. Besar, kecil, tebal, tipis ukuran buku-buku yang berdesakan dan tak...

: 10 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:41

Bunga Tidur Belaka
Cerpen

Mimpi hanya bunga tidur belaka. Tapi kenapa juga dipikirkan berulang-ulang, menganggu suasana hatimu saja. Hari ini senin penuh kekacauan, di mana hari yang paling sibuk di antara hari lainnya. Ketika membuka jendela pagi ini, hanya bising suara...

: 10 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:40

Penempuan (2)
Cerpen

Monolog : Lelaki tinggi besar berkata, “tak perlulah kau sering membaca, merangkai kata-kata apalagi, kalau apa yang sudah kau baca tak seirama dengan jalan hidupmu”. Lelaki berkulit putih, berambut gondrong berkata, “membacalah, kau...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:39

Penyembuhan
Cerpen

Ma.. telah banyak kutemui perempuan-perempuan mereka menapaki jalan hidup memilih untuk tetap sendiri dan makin mencintai diri sendiri banyak juga memilih mengakhiri kesendirian lalu menyesali pilihannya telah banyak juga kutemui...

: 6 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:38

Perempuan menutupi wajah
Cerpen

sambutku riang pada pagi lupa segala dendam ayo kita tuntaskan! Dialog: “mengapa kamu tutupi wajahmu?” tanya kursi kepada seorang perempuan … Seorang perempuan itu hanya terdiam dan tetap menutupi wajahnya. “mengapa kau...

: 9 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:37

Anno Domini
Cerpen

penanggalan Gregorian, tersebut tahun Tuhan sebut juga ia matahari, basuhi jiwa-jiwa sepi cita-cita, harapan, angan-angan serta khayalan mencetuskan diri sebagai pengabdian memelihara sukma dan berkiprah gelora dialog : “Hai Sukma, apa...

: 6 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:37

Dialog Dini Hari (Euforia 3)
Cerpen

cukup (dekapan rindu) ah! itu tidak perlu diucapkan selalu saja ia berkawan dengan kemesraan . “kemesraan menawar rindu lalu berpeluh asmara” ucapmu sambil mencubitku auw! kenapa kau sebut menawar? mungkin yang kau maksud penawar...

: 7 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:33

Perempuan
Cerpen

Siapa perempuan? Apa kau perempuan? Apa kau pernah meresapi menjadi perempuan? Apa kau merasa bahagia mendapat bagian menjadi perempuan di kehidupan ini? Bagiku perempuan itu warna. Ia mampu menghapus segala duka, sesal dan hina. Ia mampu bangkit...

: 16 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:30

Puisi wulan

Cokelat Panas
Puisi

secangkir gelas kosong dengan sisa cokelat di tepi bibir seruput pertama manis luar biasa seruput kedua nikmat di lidah seruput ketiga hangat di kerongkongan seruput demi seruput membuat lupa diri hingga seruput terakhir, ampas cokelat...

: 4 | : 0 | : Kamis, 21 Juni 2018 - 09:30

setan
Puisi

setan rasuki kembali pergi sana kau pergi dia yang tak diundang tak perlu dihiraukan apalagi kau jaga.. walau nyatanya dia tak...

: 6 | : 0 | : Senin, 14 Mei 2018 - 17:25

kata
Puisi

banyak hal yang tertulis, termasuk menuangkanmu dalam kata-kata mungkin orang menilai aku ini buaya tapi percaya lah .. jika aku tersentuh, aku tuangkan apapun itu dalam kata aku tidak tenggelam bersama kata-kata aku percaya kekuatan...

: 10 | : 0 | : Selasa, 24 April 2018 - 17:41

Hari
Puisi

masa penghabisan bukan hari yang lalu bukan hari ini bukan juga hari esok kau sebut apa hari yang lalu? kau sebut apa hari ini? kau sebut apa hari esok? resah hantui masa lalu takut memata-matai masa mendatang...

: 6 | : 0 | : Selasa, 24 April 2018 - 17:05

Menyapa diri?
Puisi

cinta bukan pengisi kekosongan kedangkalan hati dapat kau takar hambar menampakkan diri lalu, kapan penuh menyapa...

: 11 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:44

Nak,
Puisi

apa yang sedang kau cari? ketika Tuhan menjemput orang yang paling kau cintai! apa yang sedang kau cari? ketika Tuhan memanggilmu.. apa yang sedang kau cari, nak? Tuhan memberimu segalanya apa yang sedang kau cari, nak? berapa kali...

: 7 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:43

Tiada Beda
Puisi

semua mata terlelap matamu, mataku tetap terjaga hingga dini hari hingga semua mata terbangun lalu bertanya “ada apa dengan kalian? memaki dan memuja tiada beda” matamu, mataku termenung dan tersadar, tiada lagi dendam antara...

: 9 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:40

Pucuk Cinta
Puisi

Kekasihku, jika kau berada di pucuk cinta kau akan menyambut sesat akal kau akan mengabaikan waras tertidur lelap di sela-sela pembuluh darah lalu kita membentuk jaringan dan menyatu dalam...

: 7 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:36

Yaumul Jumu’ati
Puisi

Jumat, ia adalah sebaik-baik hari sebaik-baik hari, matahari terbit lebih cerah ketika Adam diciptakan, perjumpaan Adam dan Hawa Jumat, ia adalah sebaik-baik hari waktu mustajab untuk berdoa di kala khutbah hingga sholat jumat usai dan...

: 13 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:36

ODONATA
Puisi

sentuhan lembut kakinya menimbulkan riak di permukaan air menyelami lipatan-lipatan dan merenungi alam bawah sadar dan pikiran beriringan riak hanya fenomena permukaan selami lebih dalam selami sedalam mungkin dan kenali diri...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:35

Melebur Tawar
Puisi

kurasa ini sudah lebih dari cukup! tak perlu bermuram rindu kita sama-sama tahu siapa pemilik rindu paling besar? … kita memiliki rindu yang sama besar bagiku: pertemuan memang sulit terhindari namun perpisahan dapat...

: 5 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:35

Pelita
Puisi

Pemberi cahaya langit dan bumi Cahaya-Nya melahirkan pelita Pelita-Nya bagai bintang berkilauan Menerangi walau tak tersentuh api Cahaya di atas Cahaya Dia memberi cahaya-Nya Kepada yang Dia kehendaki.. (an-Nur:35) 23:36, 16 Desember...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:34

Belajarlah Hidup Tanpa Seorang Ibu
Puisi

celaka! bejat! derai-menderai .. porak-poranda .. terkoyak-koyak .. berkeping-keping .. tahanlah remuk tunggu ia ambruk lalu binasa dan lebur bersama sambut ia di saat memuai biarkan ia terbit lalu timbul di permukaan dan membentang...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:33

Imajinasi Bertepuk Tangan
Puisi

… bagiku huruf-huruf begitu nyata ketika berdampingan saling mengisi bergandengan membentuk sebuah kata lalu kata-kata berpelukan dalam kalimat kau dapat menikmati mereka pada setiap bacaan.. hasrat mata terpuaskan, imajinasi pun bertepuk...

: 5 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:32

Hilang Asa
Puisi

Ma, kusebut ini hidup.. peralihan ada menjadi tiada segala rasa telah menjamah peralihan ada menjadi tiada tiada bagian terbaik tanpamu Ada telah...

: 7 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:32

Berdesir Tanpa Izin
Puisi

Ibu, Biar aku sendiri meraba segala ini masih belum apa-apa bukan? pasang surut berlalu ini dalam dan sangat dalam darahmu mengalir dalam nadi berdesir tanpa izin hentikan desiran ini! kumohon, Ibu.. … langit pun tak berani...

: 5 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:31

Futur
Puisi

sesat .. sesat nodai sesat nodai ikrar sesat nodai ikrar hati hilang keakuanku padaMU hilang keakuanku hilang aku hilang .. hilang aku hilang keakuanku hilang keakuanku padaMU sesat nodai ikrar hati sesat nodai ikrar sesat nodai sesat...

: 5 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:29

Kubuang Jauh
Puisi

Kau tahu rasanya bangkit dari reruntuhan? Aku tak pernah meminta siapa pun memberi belas kasih. Hanya aku yang pantas akan hal itu, bukan siapa pun. Aku tahu apa yang telah kulalui Aku merangkak seorang diri Aku berjuang melawan Aku...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:29

365 Hari Berlalu
Puisi

1 hari berlalu.. Kehilangan membuat hidup terasa kosong Tak ada keinginan apapun Hanya bersandar pada dinding Penuh kehampaan dan curam 14 hari berlalu, Beberapa orang yang mencintaimu Semangat membangkitkan gairahmu Tetap saja hampa dan...

: 5 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:28

Letakkan hatimu pada-Nya
Puisi

Kau tahu kisah Nabi Yusuf dan Zulaika ? Ketika aku mengejar cintanya, Ketika itu juga Allah menjauhkan dia dariku. Ketika aku mengejar cinta Allah, Ketika itu juga Allah mendekatkan dia padaku. Begitu kiranya zulaika mengejar cinta nabi...

: 11 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:27

Gusti..
Puisi

Gusti.. hamba macam apa aku ini! Dosa menggunung, sesal pun menumpuk Nikmat-Mu tiada henti mengalir Segala telah kuterima.. Tetap saja haus tak terpenuhi Gusti.. hamba macam apa aku ini! Cedera dan hilang hati telah terlewati Walau kadang...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:26

Rasa dan Nyawa (2)
Puisi

Hidup .. bukan melulu perkara cinta . . . Kini aku tahu.. Hidup bukan melulu perkara cinta, Tapi ini soal bangkit! Yakinkan dirimu, kau bisa melalui apapun, sesulit apapun kau bangkit dari keterpurukan. Tetap tegakkan kepalamu. Jangan kau...

: 9 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:25

Pandangan Gila !
Puisi

Hewan pun memandang ke segala arah Rasakan pandangannya! Berbagai hasrat terbayang Ingin tahu segala Peduli antar sesama Harap tak terkira Ambisi terangkai Dengki sesakkan jiwa Dan mengemis rasa Terbayang.. Jika Ia manusia; hasrat...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:24

Ingat
Puisi

Goresan keras begitu melukai Ingat dan ingat sekali lagi Kepada siapa kau kembali? Padanya atau PadaNya? . . . Ingat baik-baik Dan letakkan semua dengan baik-baik. Pukul 14:14, Minggu, 25 Juni...

: 4 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:23

Penempuan
Puisi

Kau sebut setiap kisah di perjalanan hidup Kisah yang sesakkan hati, getarkan jiwa, lalu Membawamu dalam kesejatian diri Harapan harus terbayar tuntas Jika kau menempuhnya seorang diri, Kau tau sejatinya dirimu Jika dia menemanimu dalam...

: 8 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:22

Mati atau Hilang
Puisi

Mati atau hilang Dua-duanya menumbuhkan pedih Lalu, Tidak akan hadir kembali Habis semua kebiasaan...

: 6 | : 0 | : Senin, 16 April 2018 - 16:19
Tutup

Bagikan profil wulan