Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
Kolaborasi Penulis Vol 1

Sumpah Pemuda

<p>Penakota berkolaborasi dengan Paviliun Puisi mengajak kalian untuk menulis satu buah karya kolaboratif sampai tanggal 25 Oktober dengan tema #MerasakanSumpah dalam rangka mengapresiasi Bulan Bahasa dan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.</p>
Kumpulan Baris

Biarpun telah langkas raga ini, sumpah akan terus baka menghantui

Satu bahasa yang lantang menyatu jelma dhere.

Hei Pemuda, Air tak akan terisi penuh jika ember KOSONG..!!!

Karena pemuda Indonesia itu, setiap ucapannya tra kosong !

Kepalan-kepalan tangan menari bebas di langit kebiruan di atas bumi Indonesia

Seakan sumpah tra lagi kata bernyawa!

Mamasepi dewata-e, sumpah hidup sepanjang hirup!

Sampai hari ini, masih banyak yang menggunakan sumpah untuk berlaggak songong

Apakah sumpah sudah kehilangan makna, karena banyak yang hanya mengumbar janji?

Sumpah kan teteasan banyu mu dan ku untuk bersama

Mergo janji harus dibuktikan dengan perbuatan nyata

Masih Bersatukah Kita? Pemuda

Sumpah para pemuda benar-benar tak kan terhembus habis dan hilang

Sebab sumpah pemuda lebih berarti daripada bualan para begundal-begundal feodal

Ini sumpah, bukan sampah yang bisa kamu buang dan tendang.

Bukan kata tapi aksi yang perlu, dapatkah ku sebut kau pemuda!

Sebab sumpahmu pemuda, kelak kau akan dikenal sebagai siapa

Torang so ba sumpah, mo kase jaga Bhinneka Tunggal Ika

Ke manakah lagi harus kurindukan? Bumi pertiwiku yang hilang ditelan zaman

Arah tiada lagi menjadi petunjuk, semuanya menjadi jauh dan kehilangan harapan

namun dalam sumpah, harapan tetap bernyawa, tansah ana

Jikalau mengkhianati sumpah, jadilah kau aki-aki yang penuh dengan keriput kebohongan

Sumpahmu pemuda gema janjimu masih tetap meraung, kan kugemakan selalu sampai nanti

Pasti kan direalisasi namun nggak setiap hari, karena lelah akan tersitanya kesibukan.

Cukup lakukan saja tanpa sampah-sampah nyaring dari mulutmu

Tekadkan mudamu kawal sumpah suci ini demi pertiwi

Sebab kamu bersumpah layaknya lodeh di tanggal tua, hambar.

sumpah pemuda wajib dibuktikan jika kau tak ingin dicap sampah pemuda.

Sumpah jabatan sajalah yang terlanggar, sumpah pemuda tetap terikrar pada ibu pertiwi

Sumpah pemuda adalah awal impian, tentang Indonesia yang saling berjabat tangan

Kalau utas hanya angka, buat apa sumpah pemuda ada?

Jika aku penyair kau akan menjadi insipirasiku!!!

sumpah pemuda kau biarkan, yang kau pikirkan hanya sumpah serapah orang lain.

Terbelalak ribuan pasang mata mendengarkan sumpahmu yang menggetarkan jiwa

indonesia is a myth. discuss.

Biarkan aku bersumpah sebagai pemuda untuk menghargai lahirnya Indonesia

Karena sejatinya, mereka yang berbisik pun akan jadi berisik bila serentak bersuara.

tak peduli kau penalar yang memilih sadar atau pendekar tanpa gelar

sumpah bukan sekedar ucapan, melainkan doa dalam ikatan penuh keyakinan

sumpah tidak perlu di tulis, di rekam. Tapi perlu di buktikan

Pemuda, dan lawan diri sendiri dari keterpurukan ahklak dan moral.

Jancuk! Definisi paling sederhana perihal sumpah itu sendiri, seumpama ngarai di pipi

Masih beranikah untuk bersumpah? hai pemuda?

Apakah sumpah, tidak ada lagi maknanya jika tanpa di ikuti oleh serapah?

Sumpahlah Raden. Urip iku ojo lali eling lan waspada!

sumpah pemuda tidak akan lagi bernyawa manakala torang mudah terbelah

Sumpah yang bersimbah dengan darah. Masih tersisakah di dalam jiwa?

Tanpa di sadari, kita terlalu jauh berlari tanpa peduli dengan negeri sendiri

kita merawat sumpah pemuda dengan mendengar Jakarta banjir dan basah bersamanya

Dan apakah para pemuda itu berani sumpah untuk menjaga negeri ini tentram?

Atau hanya ucap kosong dan negeri ini kenyang dengan sumpah kosong?

Yang bukan sampah adalah yang bersumpah dengan tekad, bukan untuk akhirat.

Sejarah tercipta sebab darah dari luka perjuangan, tak hanya tangisan penyesalan

padahal yang bilang itu abang-abang jaman dulu. kok malah aku?

Sumpah Pemuda hanya mengunyah janji, sampai pencernaan jadi sebentuk mencret; sisanya sepi.

sumpah yang kesepian kasiang rupa pigura kosong di ngana pe dinding rumah

kesepian abadi, lahir dari rahim puisi. sumpah bertungkus dalam dahi dan hati

Jiwamu akan terus membuncah, sumpah tak pernah kau muntahkan.

Ingatlah, karena setetes nyali dalam peluhmu memicu gairah tak terbatas

sebermula sumpah ialah wadah, dan pemuda ialah isi yang mudah dipindah.

Tutup usia wahai penerus. Kita adalah pelurus

Sumpah demi kerang ajaib, semoga kita pemuda makin ajib

Beda jaman bukan berarti beda semangat juang jadi pemuda

Wahai pemuda, mari befusi dalam sumpah untuk getarkan semesta

sumpah, aku takut bersumpah. Karena kesetiaan pada sumpah sesok ditagih oleh-Nya.

Sumpah, barangkali kata-kata itu ialah antara bohong dan benar.

Jadi, ke mana arahnya tulisan ini? Mungkin ke mimpi para pahlawan kami.

Pernah sekali, Aku pernah persumpah untuk tidak pernah bersumpah lagi

sumpah adalah janji-janji yang lebih mendalam.

Karena rongga kosong berani berteriak hingga yang terisi sungkan beriak

pada akhirnya diujung nyata kau memaki diri sendiri karena ulah sumpah serapahmu

Jangan gagap ihwal masa kini lalu merelakan ikrar jadi prasasti

Jangan pula mengotori prasasti suci dengan emosi

Baris Info

Joe Taslim
Joetaslim

" Karena aku juga begitu "