Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Wisata Literasi

Wisata literasi dapat memudahkan kamu untuk mengetahui penulis yang pernah menuliskan karyanya di lokasi tertentu atau menginterpretasikan lokasi tersebut dalam karya mereka

Puisi karya Herman Herman
Catatan Kaki
Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Jika hidup adalah buku, kita adalah kedangkalan. Tenggelam sebelum memahami. Maka waktu menjadi catatan kaki. Menerangkan kenyataan yang harus...

Lihat lebih lanjut
: 109| : 0 | : Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:27
Puisi karya Herman Herman
Telisik - Untuk Album
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Pada penutupan, suaramu meneduhkan hujan Kau jebakan di lintasan waktu, sepintas masa lalu. Lahir dari tanah basah sebuah tunas Keinginan memilikimu, namun hanya seutas. Senja memerah malu, nyanyianmu pilu. Kepiluan diakhiri suara jejak...

Lihat lebih lanjut
: 21| : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 10:11
Puisi karya Herman Herman
Penari
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Tubuh terbuka lepas menari Berlari sejumlah mata menghampiri Menggoyah iman pria-pria baris depan Menggoda pikiran “apakah hanya sekedar tarian?” Dari belakang tirai sandiwara, negosiasi berbicara Merumuskan harga jasa, Membungkus pulang...

Lihat lebih lanjut
: 21| : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:39
Puisi karya Herman Herman
Mata Kaca Ibu
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Tak sempat teralir, kata maaf pada pamitku yang serupa nyala petir. Kukemasi diri dan meninggalkan beberapa khawatir. Lembab di mata tertahan, sebelum diriku hilang sesudah pertigaan. Aku harus belajar terbang. Masa depan sedang kurakit, di...

Lihat lebih lanjut
: 14| : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:44
Puisi karya Herman Herman
Perokok
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Asapiku dengan persepsimu “Rokok adalah Ibu, yang lahirkan ide-ide baru.” Katamu. Yang aku tahu dompetmu tak berhenti mencandu. Zat-zat berbahaya berbahasa kedokteran Lebih kau hafal ketimbang teks undang-undang. Senin pagi kau tak pernah...

Lihat lebih lanjut
: 16| : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 11:56
Puisi karya Herman Herman
Tempat Paling Sendiri
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Kau, masih renangi masa silam Bahkan kenangan yang tak punya kaki untuk berjalan. Tangannya menggapai pikiranmu, mengaduk keruh keberadaanku. Kau, salahkan waktu, lelahmu yang tak bisa kupangku. Disisakan memar, mendekat dan bersandar. Entah...

Lihat lebih lanjut
: 38| : 0 | : Senin, 19 Februari 2018 - 12:02
Puisi karya Herman Herman
Marah
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Menjadi pemarah setiap hari Bergegas menua atau jadi benda mati saja Meja, brangkas , apa saja yang tak bisa diajak bicara. Dan pendingin ruangan membekukan kita. Kebosanan, berhala yang kusembah. Detik disini terasa begitu plastik, tak...

Lihat lebih lanjut
: 17| : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:35
Puisi karya Herman Herman
Pecahan
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Anak-anak pikiran, mengambang di tengah malam mimpi dan kenyataan tak bisa lagi dipisahkan pejam Anak-anak pikiran, belarian di lorong-lorong kubur Pikiran tak bisa tertidur, mengumpulkan pecahan yang terhambur Anak-anak pikiran, mati perlahan...

Lihat lebih lanjut
: 16| : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:39
Puisi karya Herman Herman
Kemana?
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Pikiranku adalah gang sempit menuju rumahmu Lalui kumuh pemandangan Riuh anak-anak kecil berlarian Pikiranmu adalah setapak buntu penuh ilalang Menanjak dan menurun tak berarah kepastian Menuju laut atau...

Lihat lebih lanjut
: 22| : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:46
Puisi karya Herman Herman
Sajak Kemarau
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Untuk kabut asap tahun 2015 yang begitu parah Nafas kami gantungkan di kokohnya belantara. Kini terkabar, hutan kami terbakar murka api kemarau. Jiwa-jiwa pohon mati bergentayang menjadi asap kelam Tanah kami tak tersentuh cahaya...

Lihat lebih lanjut
: 14| : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:55
Puisi karya Herman Herman
Untuk Hujan Sore Kemarin
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Memandangi beranda dan halaman dimandikan. Perciknya meresonansi ingatan masa silam Terbentuk dari uap ingatan Jatuh kembali ke bumi jadi kenangan. Di ketinggian awan memasak hujan Dengan cinta-Nya langit, hidup bumi telah...

Lihat lebih lanjut
: 17| : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 10:58
Puisi karya Herman Herman
Pemakan Plastik
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Mereka menulis puisi Mengaku paling mengerti perihal kesenduan menggurat kesedihan di atas kertas buram Rekaan tangis pada baris-baris tanpa arahan Kata yang tak saling berkenalan, kehilangan tujuan. Kunyah itu kalimat, dijilat sejuta...

Lihat lebih lanjut
: 17| : 0 | : Rabu, 21 Februari 2018 - 10:17
Puisi karya Herman Herman
Potongan Kalimat Ini Kutemukan Di Jalan Pulang
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Diantara debu, ada rindu yang kuhirup separuh jalan pulang Lampu jalan redup redam, berkedip bak kunang-kunang Banyak ruang kosong di kota ini, seperti juga kepala yang harus diisi Dari segala sisi, rindu bisa saja memanggil Sebab Palangka Raya...

Lihat lebih lanjut
: 23| : 0 | : Kamis, 22 Februari 2018 - 08:49
Puisi karya Herman Herman
Inisiasi Rasa
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Waktu, latar berwarna kecemasan. Terang gelap yang saling silang. Suara-suara tembakan dari film tema kejahatan. Jenuh, kamuflase warna di dinding waktu. Penuh coretan yang kerap menyaru. Merayu nyala api ‘tuk menari membakar...

Lihat lebih lanjut
: 16| : 0 | : Jumat, 23 Februari 2018 - 07:56
Puisi karya Herman Herman
Padang Panjang
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Buai aku di sana. Hidangkan sejuk ‘tuk mengairi kemarau di kepala dan di dada. Susuri sawah kuning merekah di tepi jalan. Kabut embun tak lekang oleh siang. Telusuri sejuk hutan di jalanan yang berlumpur selepas hujan lebur. Pohon-pohon yang...

Lihat lebih lanjut
: 27| : 0 | : Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:20
Puisi karya Herman Herman
Cincin Perkawinan
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Engkau adalah alam liar Aku adalah serakahnya pembangunan Apa aku harus berhenti membangun? Apakah harus merelakan hasrat berjalan di tempat? Aku cintai kau diam-diam, di sudut-sudut pembangunan ada pohon kutanam, meski terlarang tapi rindu...

Lihat lebih lanjut
: 24| : 0 | : Minggu, 25 Februari 2018 - 20:36
Puisi karya Herman Herman
Engkaukah Angin Itu?
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Engkaukah angin itu? Meniupkan malam membawa pagi datang dalam pertemuan, Sungguh disayang aku lupa membawa keberanian dan membiarkan waktu memisahkan ruang. Dalam kacaunya sirkuit waktu dan sengitnya hariku, kau temukan aku dalam kegamangan...

Lihat lebih lanjut
: 17| : 0 | : Selasa, 27 Februari 2018 - 20:35
Puisi karya Herman Herman
Penantian Yang Lain
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Apakah hidup hanya menanti, menari dari cahaya redup mata, digiring oleh iring irama sesak di dada, seperti batu besar mengganjal di rongga. Jika jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, bukankah yang kerap mengintai hidup adalah...

Lihat lebih lanjut
: 14| : 0 | : Rabu, 7 Maret 2018 - 14:45
Puisi karya Herman Herman
Sepi
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Restoran ini sepi, tak ada bunyi denting sendok mengadu pada piring Tak ada riuh pengunjung bising, meja-meja kering. Bukankah kita dibesarkan pula oleh sepi, ucapmu nyaring. Lalu kita aku disuguhi yang semula diresapi, sepi. Bahkan dalam...

Lihat lebih lanjut
: 26| : 0 | : Kamis, 15 Maret 2018 - 08:34
Puisi karya Herman Herman
Khayal
Palangkaraya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
0.00 km dari lokasi

Di ruang-ruang kepala, tak ada tentara, tak ada agama. Tak perlu menista dan tak ada siksa. Di ruang-ruang pikiran, sejuta keindahan diaduk menjadi adonan. Tak ada bunuh-membunuh, tak ada lahir yang dibuang Tak ada cinta terlarang, tak ada yang...

Lihat lebih lanjut
: 12| : 0 | : Senin, 26 Maret 2018 - 10:36