Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Penerima Penghargaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan 2019

Sabtu 02 November 2019
155
oleh Redaksi

Penakota.id - Bulan Bahasa dan Sastra yang telah digelar sejak 1989, kembali diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Perhelatan ini terdiri dari berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, baik di pusat maupun di daerah, dengan melibatkan banyak pihak dalam dunia pendidikan, individu dan komunitas pemerhati bahasa dan sastra, lembaga, serta masyarakat umum.

Bulan Bahasa dan Sastra 2019 mengangkat tema “Maju Bahasa dan Sastra, Maju Indonesia”. Tema itu diambil sebagai simbol optimisme bangsa yang maju dengan salah satu unsur pendukungnya: bahasa dan sastra. Ada berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam Bulan Bahasa dan Sastra 2019, bentuknya antara lain perlombaan dan seminar yang berlangsung di tingkat pusat dan daerah. Para pemenang diundang ke acara puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta (28/10/19).

Berikut ini sejumlah penghargaan yang diberikan dalam puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2019:

Kategori “Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak Berdedikasi”:

1. Kompas (DKI Jakarta)

2. Koran Tempo (DKI Jakarta)

3. Media Indonesia (DKI Jakarta)

Kategori “Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak”:

1. Republika (DKI Jakarta)

2. Tribun Jabar (Jawa Barat)

3. Bisnis Indonesia (DKI Jakarta)

4. Koran Jakarta (DKI Jakarta)

5. Pikiran Rakyat (Jawa Barat)

6. Solopos (Jawa Tengah)

7. Koran Sindo (DKI Jakarta)

8. Suara Merdeka (Jawa Tengah)

9. Suara Pembaruan (DKI Jakarta)

10. Radar Sampit (Jawa Tengah)

Kategori “Penghargaan Sastra Badan Bahasa”:

1. Ashadi Siregar (Novel)

2. Dadang Ari Murtono (Puisi)

3. Iksaka Banu (Cerpen)

Foto: Iwan Kurniawan

 Kategori “Penghargaan Pengabdian pada Dunia Sastra”:

1. Umbu Landu Paranggi

2. Sori Siregar

Kategori “Anugerah Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan”:

1. Karen Bailey (Pegiat Diplomasi Kebahasaan) - Perth, Australia

2. Opik (Pegiat Literasi) - Garut, Jawa Barat

Foto: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan

 Kategori "Acarya (pendidik) Sastra":

1. Bambang Kariyawan, guru Sosiologi di SMA Cendana (Pekanbaru)

2. Galeh Pramudianto, guru Bahasa Indonesia di SMA Makarios (DKI Jakarta)

3. Qanita Tajuddin, guru di SDIT Sahabat Alam (Palangka Raya)

Kategori “Pengiriman Sastrawan Berkarya ke Wilayah 3T”:

1. Hary B Kori'un (Kepulauan Riau)

2. Aksan Taqwin (Tangerang)

3. Suparlan (Tjak S Parlan) (Lombok, NTB)

4. Agit Yogi Subandi (Lampung)

5. Faisal Syahreza (Bandung)

6. Eko Triono (Yogyakarta)

7. Setia Naka Andrian (Kendal, Jawa Tengah)

8. Mutia Sukma (Yogyakarta)

Kategori “Taruna Sastra”:

1. Almukhlis (Kepulauan Riau) 

2. Muthia Fadhila Khairunnisa (Tangerang) 

3. Muammar Qadafi Muhajir Kendari (Sulawesi Tenggara) 

Selain itu, ada pula kegiatan lain, yaitu Lomba Kuis Pelita Bahasa Tingkat SMA dan Sederajat se-Jabodetabek, Debat Bahasa Antarmahasiswa se-Jabodetabek, Lomba Mendongeng bagi Penyandang Disabilitas Netra, Festival Film Pendek Berbahasa Daerah Kategori SMA, dan Festival Film Pendek Berbahasa Daerah Kategori Mahasiswa/Umum.

Hal yang menarik dari perhelatan tersebut adalah adanya kategori perlombaan terbaru yaitu lomba mendongeng bagi penyandang disabilitas netra. Pada dasarnya bahasa dan sastra memang harus bersifat inklusif. Karena dengan hal itu, setiap kalangan dapat berkontribusi bagi perkembangan literasi pada khususnya dan kebudayaan pada umumnya. 

Sumber: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

Artikel Terkait

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah