Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id
Cemilan terbaru
Selintas Fiksi Ilmiah Indonesia dan Percakapan dengan Triskaidekaman Lihat
Next
Kertas Minggu ini
Galaksi itu, Rumahmu? Karina Lihat
Hubungan Tanpa Temu Sagita Lihat
Sebuah Hari Untuk Tidak Merayakan Apa Apa Mahfud Lihat

Karya Di dekatmu

Wisata Literasi

Wisata literasi dapat memudahkan kamu untuk mengetahui penulis yang pernah menuliskan karyanya di lokasi tertentu atau menginterpretasikan lokasi tersebut dalam karya mereka

Update Terakhir Penulis Penakota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
/
20
Rinai hujan balut raga ku malam ini~ Daun basah kelembaban sepi kamar ini~ Kamu~tercatat alpa tuk sekian kali~ Semilir angin buah kerinduan yang hadir~ Gerah.~ Mau mandi saja.~ Namun senandung mu bergema di dalam bak air~ Urung.~ Tidur...
Kupikir akan hari ini dan esok Masikah sama atau berbeda Sudah kuduga sebelumnya bahwa waktu memang harus memberikan ruang yang cukup untuk merenung Isi kepala ingin berhenti memikirkan kemungkinan-kemungkinan sebab memastikan akan baik-baik...
Ketika senja meraba tubuh laut dan pasir berhenti menyala, doa-doa bergantungan di atas langit surau. Bagaimana kabar laut? Laut pernah pucat seperti orang mati, pernah bersuka cita menenggak dangdut koplo. dan Marco Polo tetap menggeber...
Ayat-ayat itu yang menuntunmu Melangkah Mendekati Bercerita Lisan dan hati Niat dan Ilahi Berujar angka pasti Maka satu yang kita sepakati Namun satu tak hanya tentang sama Bukan soal cara Apalagi tatap muka Bagai menanti benih yang...
Waktu menyatukan Ruang mempertemukan Hati tak bersama Kakukah ataukah ego hati ini meninggi pun denganmu Bersama namun tak beriringan Berjalan namun tak menyatukan rasa Mungkinkah! Diri ini yang lupa mendoakanmu Mendoakan agar...
aku terjebak disebuah tempat yang asing bagiku,~ Aku bertanya pada seseorang, “Kenapa seperti kota mati ?”~ Ia tidak menjawab.~ Aku bertanya lagi padanya, “Dimana ini ?”~ Tak ada jawaban.~ Aku terus mengikutinya. Lalu ia...
Kara mematung di sudut ruangan, tepat di sisi tempat tidur bertabur kelopak mawar berwarna merah. Sepasang handuk berbentuk angsa berada tepat di tengahnya. Lilin-lilin kecil dalam gelas kaca menghiasi setiap meja di dalam ruangan. Semilir angin...
Aku ingin tidur seperti mereka.~ Tanpa bantuan.~ dan tanpa rasa sakit, bu ...~ Jakarta,~ 05 Oktober
akhirnya, setelah satu senja berlalu tanpamu, aku menyadari bahwa kau, telah memutuskan.. pergilah,... jangan bertanya, apakah kau boleh kembali... lekas sembunyi dibalik malam ini,biar kan aku berdiri menuai kasih- di batas senja bersama...
Salam, Maaf menggaggu malammu, atau malah mengganggu hubunganmu dengan tumpukan kertas² itu Maaf, kamu tau, sejatinya aku tidak tau menahu bagaimana mengucapkan selamat ulang tahun yang sesuai dengan UUD 45 berlaku Tapi, Atas segala nama...
Sebuah naskah cerita yang masih rancu Antara masih ingin bersama tapi ada tembok tinggi, mau berakhir juga masih amat merindu Hanya bibir yang sempat mengucap untuk berpisah tapi jiwa tak bisa berkata untuk pergi karna tak ingin Jika kamu...
Di beranda malam ini, hujan tidak berhenti dan membentuk bunyi-bunyian yang kaupesan Tidakkah putus panas diatas gurun yang melemah di pundak kita? Kaca jendela jadi membiru, membisikkan aroma dingin dan menyekap angin yang putih Di dalam sini...
Kacamatamu dilepas oleh embun yang melambaikan tangannya kepada bulan Di batas-batas malam ini, kita bergegas menuju mustahil yang akan datang dan entah ke arah mana Suara dari doaku sudah tidak bisa menerka kabar yang hanya berakhir dibawa burung...
Keahlian paling hebat para munafik adalah kemampuannya mengukir diatas air Munafik sangat ahli mengukir mirat diri Dengan khidmat di depan para kekasih diujung danau Entah satu hari atau sepuluh, mirat munafik tak pernah selesai diukir Tak...
"Bajuku kusut!" Teriak pesolek berambut panjang yang berdiri di depan bayangan kembarnya Tanpa kain selimut mengamati baju kusut Yang sudah ia pakai 20 tahun lamanya "Harusnya aku beli baju baru sebelum kencanku!" Teriak munafik yang...
Lucunya Satu-satunya yang kau tinggalkan adalah kulit kering pipi sedihmu Kau tularkan di ujung-ujung lapisan kulit wajahku Sampai-sampai mirat diriku keheranan Bagaimana mungkin melupakan Jikalau melihat wajah sendiri sama dengan melihat...
Puncak sedih adalah taman letak benih-benih sedih mulai aku tanami Ku semai sepenuh hati agar mereka tumbuh tinggi Perlahan-lahan ku biarkan mereka berakar Mencengkeram tanah agar kokoh dan tidak tumbang Benih-benih sedih ku pelihara jadi...
Hilir mudik ramai di pasar tak lagi kau sukai Lebih menarik empat dinding tanpa pintu dengan segelas kopi, Katamu Tumpukan buku jadi pemandangan indah Yang lebih menenangkan dari senja oranye penutup hari Seberkas cahaya temaram jadi...
'Tak perlu mantera, untuk menumbuhkan cinta diantara aku dan dia. Perlakuan sederhananya mampu membuat benih-benih cinta tumbuh dengan sendirinya. Aku selalu bersyukur bisa memilikinya, yang selalu mau membawaku sekedar untuk berkeliling kota,...
Terjebak dalam nostalgia Yang tak kunjung beranjak pergi.. Entah mengapa kata hati ini Tak berniat untuk berkompromi.. Meski begitu sakit untuk dikenang Namun ingin rasanya selalu terbenam.. Hati dan pikiran yang saling beradu Karena...
Kumpulan artikel ringan Penakota

Selintas Fiksi Ilmiah Indonesia dan Percakapan dengan Triskaidekaman

oleh Redaksi

Belakangan ini fiksi ilmiah sedang menjamur di berbagai industri kreatif Indonesia. Pertama, bisa kita lihat dari dunia audio visual. Ada film Tengkorak yang mempertanyakan nalar dan kepercayaan, lalu yang akan tayang mendatang: Foxtrot Six dan...

Lihat Selengkapnya

Hikayat Pendidikan Anak Terpapar HIV AIDS

oleh Redaksi

Aktivitas anak dengan HIV positif takkan membuat anak-anak lain di sekolah atau lingkungan tertular. Masyarakat dan sekolah sejatinya harus mengerti ini, jangan malah seolah mendiskriminasi. Penakota.ID –  “ Kapan kami ke sekolah,...

Lihat Selengkapnya

Cara Kartunis Eko Faizin Bantu Korban Gempa Sulteng

oleh Redaksi

Selain berdonasi kegiatan itu juga sekaligus mencari tahu respon masyarakat terhadap karya tersebut di tengah masa pemilihan Presiden (Pilpres) Penakota – Suasana mencengkam telah menyelimuti kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat...

Lihat Selengkapnya

Jendela

Jendela adalah sebuah konten untuk kalian melihat lebih luas lagi terhadap karya-karya penulis pun biografi mereka. Hal tersebut merupakan kegiatan yang kami harapkan dapat menjadi acuan-acuan yang bermanfaat bagi karya-karya kalian semuanya.

Prev
Pramoedya Ananta
Gumira Ajidarma
Dewi Lestari
Novelis, Esais
Penulis
Penulis
Next

Rak Penulis

Kamu bisa melihat karya karya penulis Penakota dan menulis karya kamu di sini, sebagai bentuk apresiasi untuk penulis kami akan memilih 3 karya terbaik tiap minggunya untuk ditampilkan di laman depan Penakota.

Karina Natalia
Sagita Deskia
Mahfud Ridwan
Member baru Penakota.id
Tulis Cerpen dan Puisi kamu dimanapun dan kapanpun
Buat karya kamu lebih menarik dengan efek ketik dan jeda
Bagikan karya kamu ke teman-teman kamu dengan cepat
Daftar sekarang dan mulai menulis dengan Penakota