Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id
Cemilan terbaru
Optimisme dalam Memandang Dunia: Satu Dekade Angsa dan Serigala Lihat
Next
Kertas Minggu ini
Kisah Cambang Tiga Babak Cahya Lihat
Indahnya Kasih Sayang Tasasya Lihat
Tiga Gadis Cokelat (Tiga Monolog Surat-surat R.A. Kartini kepada Ny. Abendanon Mandri dan Suaminya) Surahman Lihat

Karya Didekatmu

Wisata Literasi

Wisata literasi dapat memudahkan kamu untuk mengetahui penulis yang pernah menuliskan karyanya di lokasi tertentu atau menginterpretasikan lokasi tersebut dalam karya mereka

Update Terakhir Penulis Penakota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
/
20
banyak hal yang tertulis, termasuk menuangkanmu dalam kata-kata mungkin orang menilai aku ini buaya tapi percaya lah .. jika aku tersentuh, aku tuangkan apapun itu dalam kata aku tidak tenggelam bersama kata-kata aku percaya kekuatan...
Aku kan membalas setiap detik kerinduan yang beradu resah geelisah dengan sebuah doa kalbu pada setiap sujud-sujud dan simpuh penghambaan akan hadirat Ketuhanan yang kuasai segala ruang termasuk lubuk kita...
masa penghabisan bukan hari yang lalu bukan hari ini bukan juga hari esok kau sebut apa hari yang lalu? kau sebut apa hari ini? kau sebut apa hari esok? resah hantui masa lalu takut memata-matai masa...
Happy birthday kupeee @hilda putri nadila Semoga panjang umur Sehat selalu Makin rajin dan selalu patuh sama orang tuanya Jangan nakal nakal hilda kuh 😘 Jangan pernah lupain aku😉 Aku hanya bisa kasih kamu hadiah yg selalu akan kau...
Rasa adalah kita. Kita adalah aku dan kau. Kau adalah apa yang sedang aku rasakan. Aku adalah apa yang belum berani menerima diri sendiri. 2018
Hujan mereda Ibukota Seperti perempuan yang sembuh dari luka Diseduhnya air mata Untuk dinikmati bersama hidup baru Dihangatkannya jiwa-jiwa kedinginan Yang sempat dijanjikan Untuk tidak...
"Aku ingin agar kesempatan itu menjadi jawaban atas tanya, obat atas luka, dan penyelesaian atas masa lalu. Aku memilih menjadi perempuan yang berani." ___ "Naya, bolehkah aku bicara? Sebentar saja." Mas Bay mendekat. Fatya memegang...
Adalah aku yang memandang pusara dari kejauhan Tanah pekuburan masih basah sejak hujan turun seharian Di balik pagar pemakaman tubuh ini bernaung di bawah payung Sesekali menatap langit sewarna lembayung Sesekali menghela napas teratur Mengetuk...
Aku selalu rindu suara dari Sang Maha Agung yang berkata: "Kamu gila." Lewat bibir mungilmu yang senantiasa ingin kukecup mesra. Aku selalu percaya suara dari Sang Maha Agung yang berkata: "Kamu bisa." Lewat bibir mungilmu yang terkadang...
Bunga, angrek, hitam.~ Malam ini aku bisa di kata bingung,~ Sebab tak ada kata untuk mewakili rasa. Sebab kata - kata sudah lumrah tercipta dari mulut manusia. Dan aku enggan menyadurnya, Takut jua mencipta dusta. Akhirnya, bahasa bunga yg...
Kumbang datang bergantian Dahan Murraya basah ripuk menjauh tajuk Sebab embun bertumpuk semalaman Dipetik pukul tujuh pagi Mengering digenggam jemari Angin pergi lebih cepat Menemui tujuan berikutnya Kita tidak pergi, kita butuh dan...
Kepada akar, Menyulam menghujam Timbul kekar dipermukaan Kepada daun, Menghijau jadi rimbun Belukar padat kekar menimbun Sulam bambu pada jarak melingkar Tampak biru jauh di utara Terik bercermin uap mengudara Kita tetap ada.. Akan...
Aku juga ingin keberadaan kita seperti halaman dibuku itu tapi tidak seperti halaman 1 dan 2 yang saling membelakangi. Tapi aku ingin seperti halaman 2 dan 3, 12 dan 13, 24 dan 25, ketika buku itu ditutup, kita bisa saling berhadapan. Aku...
Baiknya kau menjadi sosok yang penting tapi kau masih saja menunggu senja untuk kau bisa jatuh hati juga menunggu hujan untuk kau bisa mengenang harapan yang sudah hilang. Kau waktu itu sama seperti bunga Luffa acutangula: saat senja...
Aku ingin slalu hadir tuk melihat tawa-senyummu yang memanja dan menulus jua, menghapus air mata sedih yang mendera dalam hidupmu, atau menampung semua tumpah rasa dan ekspresi dalam hidupmu melalui sebuah naungan kasih dalam jelma surga...
Aku ini udara Udara terkurung yang menyesakkan Aku ini suara Suara terpendam yang meneriakan Aku ini air mata Air mata tertahan yang meluapkan Aku ini deraan perasaan.
Setiap orang punya masa lalu, baik atau buruk, jerih atau senang, sedih atau bahagia. Keras atau gampang persoalan hidupnya, gigih atau tak biasa perih, pelik atau mudah urusannya. Setiap orang punya masa lalu yang akan menjadi cerita hidupnya....
Padamu Nara Mata berbicara, mata berpaling Acuh kala ekspresinya nampak Sukar sebab ada nafsi Padamu Nara Singgung senyum karena hadirmu Rikuh tatkala bersemuka Ah, filantropi semata Bekasi,...
Jalan-jalan di kota besar paling pedih Tempat yang ku kunjungi adalah lagu sendu Waktu yang mereka punya sama dengan kepergianmu Kau bawa raga dan rasa-rasa Bayanganmu tertinggal Karena jerat yang kubuat erat Mereka menghitam di dalam...
Banyak hal yang perlu aku tahu Seperti apa kau diluar!! Aku bisa melakukan hal yang tidak pernah kau tahu Kau mengisi segala kekurangan aku Dan kau juga mengisi kelebihan orang lain Seberapa pentingnya mereka!?...
Kumpulan artikel ringan Penakota

Optimisme dalam Memandang Dunia: Satu Dekade Angsa dan Serigala

“Without music, life would be a mistake,” kata Friedrich Nietzsche. Penakota - Di Indonesia, ada banyak sekali jenis musik yang tersedia untuk didengarkan kemudian dinikmati oleh para khalayak. Mulai dari yang paling digandrungi saat...

Lihat Selengkapnya

Memahami Seni Memahami

oleh Ridwan

Penakota – Memahami ialah sebuah seni, di mana kegiatan memahami tidak dapat dilakukan begitu saja tanpa adanya kemampuan dalam memahami. Di dalam memahami terdapat banyak faktor yang menentukan bagaimana proses memahami itu dilakukan,...

Lihat Selengkapnya

Fenomena Gunung ES Membekukan Cita-Cita

oleh Redaksi

Penakota – Kami pusing. Lewat dari 3 jam sudah masing-masing dari kami tidak ada yang menemukan tema menarik untuk kami tuliskan. Apalagi, selama itu Sir Pentoel juga belum datang ke kantor. Alasannya, Sir bilang kepada kami, ia sedang...

Lihat Selengkapnya

Jendela

Jendela adalah sebuah konten untuk kalian melihat lebih luas lagi terhadap karya-karya penulis pun biografi mereka. Hal tersebut merupakan kegiatan yang kami harapkan dapat menjadi acuan-acuan yang bermanfaat bagi karya-karya kalian semuanya.

Prev
Pramoedya Ananta
Gumira Ajidarma
Dewi Lestari
Novelis, Esais
Penulis
Penulis
Next

Rak Penulis

Kamu bisa melihat karya karya penulis Penakota dan menulis karya kamu di sini, sebagai bentuk apresiasi untuk penulis kami akan memilih 3 karya terbaik tiap minggunya untuk ditampilkan di laman depan Penakota.

Cahya R. Gusti
Tasasya 36
Surahman Arip
Member baru Penakota.id
Tulis Cerpen dan Puisi kamu dimanapun dan kapanpun
Buat karya kamu lebih menarik dengan efek ketik dan jeda
Bagikan karya kamu ke teman-teman kamu dengan cepat
Daftar sekarang dan mulai menulis dengan Penakota