Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id
Cemilan terbaru
Meramu Imajinasi Abinaya Ghina Jamela di Tengah Riuhnya Arus Digital Lihat
Next
Kertas Minggu ini
Perjalanan (Bagian 1: Bahagia) Lina Lihat
Sirna Karina Lihat
Transit di Rahim Ibu Kay Lihat

Karya Di dekatmu

Wisata Literasi

Wisata literasi dapat memudahkan kamu untuk mengetahui penulis yang pernah menuliskan karyanya di lokasi tertentu atau menginterpretasikan lokasi tersebut dalam karya mereka

Update Terakhir Penulis Penakota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
/
20
Hening tak bergeming senja nan syahdu Anginnya berhembus dengan sangat lembut Disudut rumah yang berlatarkan tanah kering Aku masih saja setia melangitkan namamu Aku Dengan selembar kertas putih pucat pasi Bersama pena bertinta darah...
Sore ini senja menjelang Jingganya hangatkan jiwaku yang jatuh- Diberanda rindu yang kubagi dalam lima waktu Seperti ; titah Tuhanku Agar rindu tidak angkuh menguluh Dihadapan rahasia semesta, Aku merapal banyak- Perihal sua yang belum jua...
aku mulai sangsi pada diriku sendiri ibarat buku-buku di rak lemari tak pernah dibaca hanya dibeli apakah kosongnya hati ini adalah sanksi?
Dialog yang belum kita selesaikan Suara yang belum kita ungkapkan Bisikan yang belum kita suarakan Kita;~ Hanya seorang insan yang berpadu keegoisan Hidup memang pilihan Dan kita memilih tak bertahan Di dalam keterpurukan Masalah...
aku mengundangmu untuk bersilaturahmi malam ini, disudut rumah tempat biasa aku berkencan dengan buku-buku. mengusap kopi dengan sepi, memandang rupa dengan tiada, mendengar setiap ceritaku yang mustahil, berputar pikiranmu dalam adukan...
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si...
Aku bagai arungi lautan Dalam, semakin dalam Tak tau kan muara dimana Kau seperti fatamorgana Selalu terlihat, Tapi tak kunjung kudapat Mungkin sungguh halusinasi Tapi kau terlampau terasa nyata Jika nanti kutiba di dasar, Mungkinkah...
Sela-sela gua bertasbih dengan nyalak yang perih, meneruskan endapan mulut kami yang disungkup padam. Lebih padam dari pesulap yang gagal mencurangi sekap di suatu kolam. Ada kami yang takut malam karena apa yang di balik kelam dan ada malam...
ritmis hujan kala remang senja seperti triplet simbal dalam kelindan ajegnya degup snare didesir darah yang jeram, begitu letih kau beringsut ”di mataku, nyawa tak ke mana” crash! trakea memulai nada lenguh dalam barisan gelombang...
Lagi-lagi kau datang Dengan senyum yang mengembang Dengan hangat sapamu Khas dirimu Lagi, ku terbelenggu Dalam senyuman itu Hangat sapa itu Yang membuatku kelu Musim silih berganti Dan Waktu berlalu Tapi kau masih sama Seperti masa...
[Part Ending] Melalui angin senja kamu menyampaikan kiasan bahwa rencana kita tak akan berjalan dengan baik. Muram. Seperti peralihan siang dan malam. Remang. Sepiawai apa pun dirimu, Guntur, kamu tak akan pernah bisa membohongiku, apalagi...
Berburu warna-warnimu,, bukan hal yang salah memang,, mereka yang menunggumu,, tak lama atau lama,, seperempat tahun satu saja. Jingga, kuning, dan merah,, adalah gaun indahmu saat pesta,, satu, dua, dan tiga,, mulai lepas angin...
Sore itu , aku benar-benar melihat lelaki yang aku akan mencintainya dan dia akan mencintaiku sampai akhir hayat terkapar penuh luka. Panah-panah asing merobek kulit dadanya tanpa ampun. Sembari air -air merah “itu perlahan menenggelamkan...
“Pada bagian batas ruang, semesta hanya ingin ikut bercengkrama antara rindu dan sebuah kepulangan.” Angin malam berbisik dengan pelan penuh hangat. Tepian jalan mulai menyepi seiring irama suara jangkrik yang bersahutan dengan kencang....
Ketika langit merindukanmu Yang tersirat hanya benci Mengaum di dadamu Dan ketika mereka dihadapkan benci Dan ketika cinta tak lagi jadi prioritas Hanya ketenangan di hati yang dapat angkuhkan jiwa ini Dan ketika rembulan tak dapat menerangi...
Selembar catatan hitam Mulai merasuk ke ambang pertemuan Mengenai batasan-batasan ikrar Namun janji yang terucap takkan pernah bisa hapuskan luka Mengenai canda tawa yang sudah kita rubah Ataukah tentang janji semu Atau tentang waktu yang...
Ketika tengah malam datang Itu saatnya untuk merenung Entah apa yang di renungkan Selalu saja terbersit kalimat tanya Sajak-sajak perubahan Mengalir dan berubah Menjadi sajak-sajak cinta Dan puisi yang terkenang Menjadi sebuah bait penuh...
Senja Lagi lagi aku bercerita tentang hal yang sama Tentang sebuah rasa yang tiba tiba ada Rasaku sendiri Curang Rasa ini curang! Kenapa? Kenapa hanya aku yang rasa Entah Entah dari mana datangnya Apa rasa ini tak tahu arah jalan...
Sejuknya hujan telah membawa kedamayan sehingga aku larut di dalam kedinginan Yg di penuhi oleh hujan ini... Oh hujan.. Buat lah seorang di sana tahu betapa sulitnya berjuang demi cinta yg ia genggam , bawalah bintang Memenuhi alam dengan...
Judul buku : my devil butler Penulis : Queen nakey Tempat terbit : LovRinz Publishing, Sindanglaut - Cirebon. Jawa Barat Tahun terbit : Agustus 2016 Jumlah halaman: 511 Peran utama: Kirena Kleantha & Alardo Lucifer Antagonis: Green...
Kumpulan artikel ringan Penakota

Meramu Imajinasi Abinaya Ghina Jamela di Tengah Riuhnya Arus Digital

Literasi itu bukan kerja satu orang, itu kerja bersama. Ki hajar dewantara menyebutkan tiga tokoh guru dalam pendidikan, satu keluarga, dua masyarakat, dan tiga sekolah. Ketiga elemen itu harus bisa berkolaborasi dan beriringan. Anak butuh figur,...

Lihat Selengkapnya

Selintas Fiksi Ilmiah Indonesia dan Percakapan dengan Triskaidekaman

oleh Redaksi

Belakangan ini fiksi ilmiah sedang menjamur di berbagai industri kreatif Indonesia. Pertama, bisa kita lihat dari dunia audio visual. Ada film Tengkorak yang mempertanyakan nalar dan kepercayaan, lalu yang akan tayang mendatang: Foxtrot Six dan...

Lihat Selengkapnya

Hikayat Pendidikan Anak Terpapar HIV AIDS

oleh Redaksi

Aktivitas anak dengan HIV positif takkan membuat anak-anak lain di sekolah atau lingkungan tertular. Masyarakat dan sekolah sejatinya harus mengerti ini, jangan malah seolah mendiskriminasi. Penakota.ID –  “ Kapan kami ke sekolah,...

Lihat Selengkapnya

Jendela

Jendela adalah sebuah konten untuk kalian melihat lebih luas lagi terhadap karya-karya penulis pun biografi mereka. Hal tersebut merupakan kegiatan yang kami harapkan dapat menjadi acuan-acuan yang bermanfaat bagi karya-karya kalian semuanya.

Prev
Pramoedya Ananta
Gumira Ajidarma
Dewi Lestari
Novelis, Esais
Penulis
Penulis
Next

Rak Penulis

Kamu bisa melihat karya karya penulis Penakota dan menulis karya kamu di sini, sebagai bentuk apresiasi untuk penulis kami akan memilih 3 karya terbaik tiap minggunya untuk ditampilkan di laman depan Penakota.

Lina Nurdiana
Karina Novira
Kay .
Member baru Penakota.id
Tulis Cerpen dan Puisi kamu dimanapun dan kapanpun
Buat karya kamu lebih menarik dengan efek ketik dan jeda
Bagikan karya kamu ke teman-teman kamu dengan cepat
Daftar sekarang dan mulai menulis dengan Penakota