Tadi aku marah pada sang pencipta aku marah mengapa dia menciptakan ku kalau aku hidup dalam ke sengsaraan aku tidak ingim di ciptakan dengan jalan takdir seperti ini aku ra...

Bandung di pertengahan November tahun sembilan puluh empat selalu menyisakan aroma dingin yang menusuk ceruk dada. Di bawah naungan seng berkarat warung Mbok Sum dekat lapangan sekolah, udara sore...
Anak rambutmu melambai-lambai Seperti anak-anak kita di daun telinga di balik jendela kecil warna-warni yang tingginya hanya sedagu manismu Dalam semenit yang tak genap, dan ikata...

Matahari sore di atas atap seng pasar loak selalu berhasil membuat udara terasa panas berkeringat. Di balik tumpukan kardus bekas dan onderdil sepeda tua, Aksa sedang sibuk mengelap kalkulator plas...
Rindu sedang menyayat-nyayat cakrawalaku.... Memaksa tabir lisan untuk mengaku Liriha...