
- in memoriam: SDD Sapardi itu rinai hujan bulan juni, Sapardi itu batu gua bersemayam dalam sepi, Sapardi itu sepoi-sepoi

Kusampaikan kepada kasur, agar kau segera tidur. Bila tidak, peneguk anggur yang tertidur, mendengkur, menghampar syukur. Kusampaikan kepada langit,

Kepalaku lintasan panjang. Lintasan panjang di kepalaku jalan raya Jakarta-Bogor yang saban hari padat kendaraan, motor dan mobil saling-menyilang enggan...

- untuk Anggita Rahma Dinasih Panjatkan, Gita panjatkan langkahmu, menjalar akar mawar tumbuh mekar. Helalah wanginya— kau dan semerbak harummu.

Dunia dan sisifusmu hidup sial. Sial hanya menunda kehidupan. Ku lihat di sebuah pangkalan delman seorang bapak kusir menganggur narik penumpang. “Sial! kuda bapak cembur...

Tuan Negaraku... sudahkah pelayan- pelayan-Mu menyiapkan persediaan derita tuk mencukupi kebutuhan rakyat hari ini? Dan andai kata mereka sedikit s...

Kau dan Aku bagaikan puisi dan sajak. Sebagaimana kata benar dan betul. Tanpa kita perlu mengerti, keduanya bisa saling sela-menyela atau...

Ketahuilah, Kau dan Aku tak akan pernah, “Menjadi apa kita.” Sebelum Kau dan Aku lebih dulu mengerti, “Di antara apa kita?”

Waktu silih berganti. Namun percaturan belum juga usai. Semesta sudah menunjukkan pukul pulang, namun sejak tadi tak satu pun dinobatkan pemenang. Sepas...

Lama Rabu tak mengorbit pada kasih. Dalam pelintasan kisah yang mengalihkan malam menjadi pagi dan sisa hujan menjelma pelangi. Lalu Rabu melejit ke rahim mimp...
