
- in memoriam: SDD Sapardi itu rinai hujan bulan juni, Sapardi itu batu gua bersemayam dalam sepi, Sapardi itu sepoi-sepoi

- untuk Anggita Rahma Dinasih Panjatkan, Gita panjatkan langkahmu, menjalar akar mawar tumbuh mekar. Helalah wanginya— kau dan semerbak harummu.

Dunia dan sisifusmu hidup sial. Sial hanya menunda kehidupan. Ku lihat seorang bapak kusir delman menganggur narik penumpang. “Sial! kuda bapak cemburu. Ngambe...

Kau dan Aku bagaikan puisi dan sajak. Sebagaimana kata benar dan betul. Tanpa kita perlu mengerti, keduanya bisa saling sela-menyela atau...

Waktu silih berganti. Namun percaturan belum juga usai. Semesta sudah menunjukkan pukul pulang, namun sejak tadi tak satu pun dinobatkan pemenang. Sepas...

Lama Rabu tak mengorbit pada kasih. Dalam pelintasan kisah yang mengalihkan malam menjadi pagi dan sisa hujan menjelma pelangi. Lalu Rabu melejit ke rahim mimp...

Setiap kali api merundung tubuhku peringkuk nan rinding menggenggamkan bara. Lepuhnya, resah yang tak pernah kuminta. Berjubellah abu menyerak berterbanga...
