
- untuk Anggita Rahma Dinasih Panjatkan, Gita panjatkan langkahmu, menjalar akar mawar mencintai mekar. Helalah wanginya, kau dan semerbak harumm...

Dunia dan sisifusmu hidup sial. Sial hanya menunda kehidupan. Sudah tiga minggu bapak kusir delman mogok narik penumpang. “Sial! kuda bapak cemburu. Ngam...

Saat polusi lepas kau akan terkulai lemas barangkali kesulitan bernapas. Saat polisi lepas kau akan dirantai waswas barangkali berujung tewas.

Tuan Negaraku... sudahkah pelayan- pelayan-Mu menyiapkan persediaan derita tuk mencukupi kebutuhan rakyat hari ini? Dan andai kata mereka sedikit s...

Kau dan Aku bagaikan puisi dan sajak. Sebagaimana kata benar dan betul. Tanpa kita perlu mengerti, keduanya bisa saling sela-menyela atau...

Ketahuilah, Kau dan Aku tak akan pernah, “Menjadi apa kita.” Sebelum Kau dan Aku lebih dulu mengerti, “Di antara apa kita?”

Waktu silih berganti. Namun percaturan belum juga usai. Semesta sudah menunjukkan pukul pulang, namun sejak tadi tak satu pun dinobatkan pemenang. Sepas...

Lama Rabu tak mengorbit pada kasih. Dalam pelintasan kisah yang mengalihkan malam menjadi pagi dan sisa hujan menjelma pelangi. Lalu Rabu melejit ke rahim mimp...

Setiap kali api merundung tubuhku peringkuk nan rinding menggenggamkan bara. Lepuhnya, resah yang tak pernah kuminta. Berjubellah abu menyerak berterbanga...
