

Ada sebuah jalan yang anganku bengkalai,
jalan bersolekkan matamu dan flamboyan:
lintasan mata kakiku menapaki jawaban.
Di sana langkahku tak bosan berjalan;
menyusuri temaramnya menuju pada sampai—
namun lintasan jalan itu kian memuai
panjang menyemayamkan seringai.
Dan tak lagi kutemukan kau dan harapan.

