RESENSI BUKU PULANG Leila S. Chudori
kau berangkat, aku masih jadi stasiun pukul 2 kereta datang, membawa nama-nama baru tapi tak ada yang membawa kabarmu pulang. waktu seperti petugas stasiun,

Hari ini aku melihatmu di antara kemacetan kau berjalan di trotoar, sedang aku khusyuk memandangimu dari kejauhan Hari ini panas Jogja menyiksa tenggorokan dan hati secara bersamaan ...

Hari itu Tiba Aku tidak menangis saat meninggalkan Jakarta. Setidaknya tidak di depan siapa pun. Aku hanya diam sepanjang perjalanan. Melihat ged...

Hari Itu Aku berusia tiga belas tahun ketika menyadari bahwa rumah bisa hancur tanpa benar-benar runtuh. Saat itu aku duduk di bangku SMP kelas dua. Ak...

Hi, aku Zagita Allifya. Tak terasa, sudah tiga tahun berlalu sejak terakhir kali aku menulis kisah hidupku di usia 23 tahun. Hari ini, aku kembali membuka...

Bahagıa saling mengasıhi tanpa pamrıh sukacıta salıng mengampuni tanpa dengki Melalui setiap detik dalam langkah sehari Menuju tepian Hati nurani Mentari bersina...

Aku centaur yang hidup di belantara pengasingan dan gemar memanah Kau dan kepala usangmu tidak suka wanita ikut b...

Kita mengabaikan hal besar dengan membiarkan kesedihan hinggap lebih dari jam sebelas malam. di hari ketigabelas d...

Kau dan aku adalah dua manusia yang dibentuk dengan trauma dan tumbuh dengan kebingungan yang besar. Tapi kalau kepalaku bilang, seharusnya kita memang sudah sele...
