Kamisan di Jogja selalu datang dengan cara yang aneh. Bukan hanya tentang orang-orang yang berkumpul di bawah langit sore, tetapi tentang perasaan yang pelan-pelan berubah menjadi ingatan.

Hai. Salam dari seseorang yang akhirnya kalah bukan oleh waktu, bukan oleh perpisahan, melainkan oleh dirinya sendiri. Aku mengira keteguhan dap...
Author's note: Sebuah sekuel dari cerita ekstra pendek pilihan "Di Stasiun Manggarai" karya TulisanFika yang katanya to be continued, entah dari kapan. Jadi saya saja, lah, yang terusin.

Aku bisa menenangkan orang lain. Aku bisa menguatkan mereka yang sedang jatuh. Aku bisa meyakinkan mereka bahwa badai pasti berlalu, bahwa waktu akan menyembuhkan, ...

Tuhan... Ada satu permintaan kecil yang kusimpan dalam diam. Aku ingin bertemu dengannya. Aku tahu, keinginan itu adalah sesuatu yang tak b...

Tuhan... Bolehkah aku menitipkan satu rasa? Sampaikan padanya, ya Tuhan... Sebab kini ia telah berada bersama-Mu, di tempat yang tak lagi bisa kujangka...

Kenapa... Kenapa setiap kali namamu terlintas, hatiku masih memilih diam? Kenapa... Kenapa aku sudah mencoba mengikhlaskan, tetapi rin...

Kalau aku memanggilmu, apakah kamu akan datang, Mas? Kalau aku menyebut namamu pelan, akankah kamu berdiri di sana, tersenyum seperti biasanya? K...

Mas... apa benar di sana penuh dengan kebahagiaan? Apa benar tak ada lagi air mata, tak ada lagi lelah yang harus dipikul, dan tak ada lagi perpisahan? ...

Mas... Ternyata kepergianmu tidak hanya meninggalkan sepi di satu hati. Banyak orang kehilanganmu. Ada yang kehilangan senyummu, ada yang k...
