
Setiap hari, saya selalu menatap linimasa Instagram di ponsel Paling tidak tiga kali sehari sembari minum kopi di beranda Sekarang jaman serba canggih dan cepat Saya hanya perlu m...

Saya tumbuh besar di tanah yang subur dan makmur, yang tanaman sayurnya tumbuh bersama nalar saya, cukup untuk melihat betapa indahnya negeri ini dari kacamata anak kecil, dari ta...

Ada kunang-kunang menyapu trotoar pukul dua malam, disisirnya debu-debu itu lewat sayap-sayap lembut dan halus, diguyurnya pohon-pohon tandus lewat doa-doa yang tulus, ia menyapun...

Bangku kosong di atas bukit gusar melihat matahari tengah menyiram tubuh Ismail Ismail yang kepanasan memanggil Bapaknya, "Kenapa panas begitu terik Pak? saya in...

Ada manusia memikul kayu tua di belantara hutan, nyanyian serangga jadi pemandu sore itu, sedikit nyaring, kurang merdu. embun menetes di punggung ilalang, se...

Hari ini aku melihatmu di antara kemacetan kau berjalan di trotoar, sedang aku khusyuk memandangimu dari kejauhan Hari ini panas Jogja menyiksa tenggorokan dan hati secara bersamaan ...

Jemari Bapak kasar dan kotor ketika bekerja, jemari yang ia gunakan pula untuk menggendong anaknya yang terlelap di depan televisi. Pundaknya tak sehalus bantalan kapuk di musim semi,...

Selesai mengajar dan memberi bekal untuk anak-anak kelas dua, Ia beranjak pulang. dipeluknya satu-satu anak-anak itu, dibelai mesra bangku kantor yang letih menahan nasib sembar...

dua pekan terakhir mata menolak rehat dan asik bercengkerama dengan layar ponsel di instagram, orang-orang bersahutan meminta jempol dan balasan di satu postingan, jari-jari...

Tuan... sekiranya Tuan bersedia meminjamkan hati Tuan barang sebentar untuk Nona yang pedih hatinya ini, tak perlu risau hilang atau ditelan dasar lautan yang dingin nan sunyi,
