

Selesai mengajar dan memberi bekal untuk anak-anak kelas dua,
Ia beranjak pulang.
dipeluknya satu-satu anak-anak itu,
dibelai mesra bangku kantor yang letih menahan nasib sembari berkata,
"Sampai jumpa lagi esok pagi. "
Sri Rejeki namanya.
Malam ini bekasi nampak lebih fasih ngobrol dengan jam dinding di peron,
pukul sembilan lebih lima belas,
sebentar lagi kereta melintas,
sebentar lagi Sri akan memeluk mesra bapak dan anaknya,
dari stasiun yang letih dan sibuk,
Sri beranjak pulang,
ia duduk di kursi, disamping penjual kacang
"Mau?"
"Terima Kasih, masih kenyang" Jawab Sri.
"Kenyang itu rejeki, pulang dengan senyuman juga rejeki"
Obrolan dengan penjual kacang berlanjut menuju tengah malam,
kereta belum juga tiba,
Sri mengantuk,
Penjual kacang pun ngantuk,
Ngantuk juga rejeki.
Sri dan penjual kacang terlelap di kereta menuju sorga,
di pelukan bekasi.

