

Ada kunang-kunang menyapu trotoar pukul dua malam,
disisirnya debu-debu itu lewat sayap-sayap lembut dan halus,
diguyurnya pohon-pohon tandus lewat doa-doa yang tulus,
ia menyapunya dua kali supaya bersih
barangkali masih ada sisa badai yang lupa dibawa pulang.
Kunang-kunang tahu betul mana yang harus ia bersihkan selanjutnya,
tapi malam sudah semakin ngantuk,
dirawatnya rasa letih itu dipangkuan bulan,
Kunang-kunang tahu betul,
malam menyisakan setengah mangkuk sunyi.
Sayap-sayap lentik mulai berguguran dipangkuan ilalang,
kuning cahaya remang itu patah,
menjadi bias,
di ufuk timur.
Pagi itu, bulan mengucapkan selamat tidur dan bermimpi,
dengan tenang.

