

Saya tumbuh besar di tanah yang subur dan makmur,
yang tanaman sayurnya tumbuh bersama nalar saya,
cukup untuk melihat betapa indahnya negeri ini dari kacamata anak kecil,
dari tanah yang subur ini saya belajar,
bahwa saya perlu sekolah sampai ke luar negeri agar dapat ganjaran 10 tahun dan 809 miliar,
bahwa saya perlu bertindak adil agar punya 74 kg emas yang tersimpan rapi di lemari besi pribadi,
yang emas nya rajin saya cuci, supaya kinclong dan bersih.
Sungguh asyik jadi anak petani,
kini di sawah saya tidak takut kelaparan,
sudah ada bangunan berdiri kokoh di tengah hutan yang menjual kebutuhan pangan,
kata Bapak yang seorang petani ulung,
saya mesti rajin sekolah dan pintar berhitung,
saya mengangguk,
Bapak tersenyum dan kembali macul.

