

Semua dimulai ketika awal pembelajaran ketika sedang mengajar pada suatu sekolah penuh harapan di atas bukit, bahkan kami dengan jumlah 6 orang ditugaskan untuk mengajar di tempat terpencil dengan beraneka ragam murid-murid dan perilakunya. Kami datang disambut dengan upacara di lapangan terpencil di halaman sekolah, dan tak lama kemudian aku ditugaskan untuk mengajar murid-murid perempuan berusia di antara 11 sampai 13 tahun.
Hari berikutnya, aku mengajari murid laki-laki yang di mana mereka juga tenang sama seperti murid perempuan. Dan berikutnya ketika hari di mana mereka di satukan, kelas menjadi seperti kapal pecah yang terkena benturan batu karang, karena kelas menjadi tidak tenang suasana hening menjadi bising. Dan di saat itu aku berpikir ternyata lebih baik dipisah karena dengan dipisah suara yang berbunyi mulai sunyi.
Karena keduanya tidak dapat menyatu pada akhirnya selama pembelajaran berlangsung kami menjalaninya dengan memisah antara laki-laki dan perempuan. Dapat dikatakan kami mengajar bergantian semisal temanku si A mengajari kelas laki-laki maka aku dan si C mengajari perempuan, dan tempatnya bergantian semisal hari ini perempuan belajar di kelas maka laki-laki belajar di masjid. Hal ini terjadi sampai kontrak kegiatan mengajar kami usai.
Di hari sebelum terakhir kami sudah menyepakati untuk mengadakan lomba di kelas masing-masing yang di mana dapat disebutkan bahwa lomba ini kami namai adu kepintaran. Lomba ini diadopsi dari ranking 1 tetapi tidak bisa disebut dengan ranking 1 karena lomba tersebut memiliki 3 juara pemenang dari setiap murid-murid akan tetapi sistemnya sama seperti ranking 1 karena menggunakan metode eliminasi semisal terdapat jawabannya salah maka ia gugur atau kalah dan tidak bisa melanjutkan ke soal berikutnya.
Lomba pun berjalan dengan tenang tidak ada kebisingan atau keributan di kelas bahkan di hari sebelum perlombaan kami sudah mengingatkan untuk menyiapkan dengan cara membaca-baca materi yang telah disampaikan oleh aku dan teman-temanku. Perlombaan berjalan selama satu jam yang di mana penuh kata antusias untuk menjawab dengan cepat dan tepat karena dihitung dengan menggunakan waktu dari 10 detik waktu normalnya. Semakin lama, semakin sedikit dan pada akhirnya hitungannya menjadi 5 detik ketika sudah mencapai 5 murid tersisa, sampai ditemukan 3 pemenang yang di mana dari murid laki-laki semua.
Setelah lomba selesai dan masih terdapat sisa waktu, kami menyuruh murid-murid untuk menulis kesan dan pesan di kertas lalu dikumpulkan dan boleh dibaca ketika sudah pulang bukan dibaca di depan murid-murid. Setelah kami mengajar, kami berdiskusi untuk penutupan mulai dari susunan acara, sambutan, dan penampilan-penampilan. Dan kami memutuskan untuk menampilkan drama tentang orang biasa yang pernah kehilangan arah.
Setelah sekian lama hari yang ditunggu-tunggu yaitu penutupan yang direncanakan dengan matang berjalan dengan baik bahkan drama berjalan dengan lancar banyak murid-murid tertawa sangat ceria ketika menonton drama, mereka mengira bahwa itu adalah hal yang sangat lucu meskipun aku dan teman-temanku harus menahan malu pada banyak murid-murid. Dan setelah acara berakhir diadakan sesi foto-foto dari kelas 4 sampai kelas 6, lalu aku dan temanku yang mengajar para murid-murid kelas 6 mengarahkan untuk masuk ke kelas terlebih dahulu.
Sambil menunggu pengumuman dari pihak sekolah, bahwa mereka melaksanakan T K A (Tes Kemampuan Akademik), dan aku berpikir bahwa mereka juga melaksanakan T K A setelah selesai kontrak kami mengajar selama 14 hari. Setelah selesai pengumuman kami mengarahkan agar untuk melakukan foto bersama di lapangan hanya untuk kelas 6. Mungkin karena terlalu ramai ada salah satu dari temanku memanjat tiang bendera untuk terlihat di kamera. Setelah foto Mereka semua langsung pulang menuju rumah mereka masing-masing, ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan sepeda dan ada yang dijemput orang tuanya, mereka pulang beraneka ragam dan sangat wajar karena rumah mereka juga beragam ada yang jauh ada yang dekat. Dan setelah mereka pulang maka kegiatan mengajar kami juga selesai dan cerita pun usai.

