Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Laki-Laki di Balik Proyek Menulis Sajakinaja

Rabu 01 November 2017
313
oleh Redaksi

Penakota.id - Mungkin sebagian orang sudah mengetahui apa itu Sajakinaja. Namun banyak juga yang belum mengetahui projek menulis tersebut. Apa tujuan, serta siapa yang memulai projek itu.

Sajakinja adalah sebuah projek menulis atau bisa disebut juga sebagai wadah menulis anak-anak muda negeri untuk bekarya (menulis puisi). Sebetulnya, projek tersebut diawali projek pribadi seorang anak muda bernama Pramudya Rashif Gemilang atau lebih dikenal dengan nama pena Gilang Rashif. Akan tetapi, dalam buku-buku yang sudah ditelurkannya, Gilang juga menyediakan satu bab khusus untuk siapapun yang ingin mengenalkan karya-karya mereka. Bahkan Sajakinaja juga sudah menerbitkan satu buah antologi puisi bersama berjudul Monolog Cinta Anak Bangsa pada bulan Agustus 2017 kemarin.

Pada acara "Sumpah Serapah Pemuda" Paviliun Puisi, Sajakinaja menjadi salah satu kelompok atau komunitas yang dikenalkan. Pada kesempatan tersebut Gilang menjelaskan sedikit tentang Sajakinaja kepada orang-orang yang hadir sekaligus mempromosikan buku antologi puisi Sajakinaja 3(65). Pada buku tersebut bukan hanya Gilang yang menulis, beberapa di antaranya ada puisi hasil karya anak bangsa yang ia ajak.

“Sajakinaja lahir bertepatan dengan kegagalan saya menghadapi ujian nasional di Inggris. Dapat nilai D, E, D, E, ga bisa masuk kuliah dan bingung mau ngapain. Pada akhirnya yaudah saya berniat bikin buku. Awalnya cuma modal dari kicauan-kicauan di Twitter sama cekrekan sendiri, jadilah buku pertama. Dicetak 100 eksemplar, dijual seharga 75 ribu. Lakunya setahuan gitu,” tutur Gilang ketika disuruh menceritakan awal mula projek tersebut.

Mula-mula Gilang mencetak buku itu secara soliter, sebelum pada akhirnya ia menemukan satu penerbit yang bersedia untuk melangsungkan kerja sama.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja sama dengan salah satu penerbitan indie, Pustaka Pedia. Kenapa penerbit indie? Karena jujur memang salah satu alasan saya nulis untuk cari duit dan dijual sendiri,” sambungnya.

(penakota.id - fdm/fdm)

Artikel Terkait

Bagikan Cemilan

Pilih salah satu pilihan dibawah