Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Prasetya Febryansyah

Tangerang

0

Mengikuti

5

Pengikut

Prasetya Febryansyah

Tangerang
Tentang Penulis

Tumpukan kata ini datang bersama luka.

Tempat,tanggal lahir

Tangerang, 08 Pebruari 2004

Media Sosial

Semua

(28)

Puisi

(28)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Minggu 19 Juli 2020

:untuk Sapardi Djoko Damono Pagi tadi Sapardi pergi, tanpa mengucap permisi tanpa mengecup puisi menuju pintu pintu sunyi menggenggam rapalan doa tanpa nama O, Sapardi. Si pemilik Hujan Bulan Juni O, Sapardi. Kau tak abadi layaknya...

9 Penulis Terpikat
0
146
Kamis 25 Juni 2020

benar teriakmu, sayang. sunyi itu menenangkan dan sepi itu menegangkan seperti api di depan tenda terus menyala tanpa dimintabenar teriakmu, sayang. malam begitu semu hanya tinggal beberapa rindu di ruang tamu terus terjaga dan berjaga sampai kita pejamkan matatetapi sa...

1 Penulis Terpikat
0
31
Selasa 09 Juni 2020
-

Nduk, kembali—lagi tentangmu saban malam terpajang pada sebuah layar datarada rindu yang menjadi sukar untuk dikejar ada ragu yang mati kutu di kelopak matamusudahkah malam menyampaikan pesannya kepadamu? sudahkan tiba semua kalimat tentangmu kepadamu?o, pada riwayat ap...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 11 Mei 2020

Malam ini waktu telah mengabarkanmu apa saja?adakah kata terpajang di sudut sudut layaradakah doa terunggah pada sebuah linimasasayang, sudahkah kedua mata menatap bersama pada sebuah beranda pencarian mengemuka nama namabukankah sebuah pertemuan tak melulu tentang tiba...

2 Penulis Terpikat
0
88
Selasa 14 April 2020

Di beranda hujan membaurdalam dingin yang kaburmembentur lampu lampu, membiasdaun daunterbangun lagu lama yang kembali berbunyihari hari bernyanyi seraya melipur kesunyian diridibingkisnya sepi, dibungkusnya sunyiberlari ke selatan ke utaramenuju gelap dalam remang bera...

1 Penulis Terpikat
0
51
Minggu 12 April 2020

Aku menyendiri pergi dari keramaian di beranda yang beku lagu lagu mulai pandai mengemas dirinya sendiri kata kata mulai pandai merawat maknanya sendiri : kau pun aku tahu dunia tengah muram akhir akhir ini &n...

1 Penulis Terpikat
0
89
Sabtu 11 April 2020

Pagi tadi matahari terbit setengah memangkas gelisah yang merundung dunia akhir akhir inisementara aku belum tertidur dari pencarian panjang malam tadi bait bait pergi dan tinggallah diksi diksi yang menghiasi layar sepike mana lagi langkah kaki ini pergi, ke dekapanNya...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 06 April 2020

Malam belum usai malam kami masih terjaga menggambar rupa dengan warna dan tinta // siapa tidak mengenal penyair di ujung pulau? beberapa mati tenggelam diri di lariknya yang sunyi // malam masih temaram sepenuhnya belum redam seutuhnya bertahan jegal waktu berhenti //...

0 Penulis Terpikat
0
26
Senin 30 Maret 2020

Sepasang hujan berpunggungan di beranda waktu membatu di lagu lagu sendusepasang hujan berpunggungan di beranda masa mendekap hati dan luka pada lubuk dadanya masing masing:membisu menyulam kembali waktusepasang hujan terdiam ditelisiknya masa silam kesunyian sekadar um...

0 Penulis Terpikat
0
29
Selasa 17 Maret 2020

Hujan kian merindumelepas rintiknya tanpa ragudi remah atap rumah, di halte,di jembatan.Orang orang berteduh, di dalam teduhnya ada sebuah doa yang menggema, seraya meminta jumpa tersemoga dan bukan sekadar perjumpaan di datarnya sebuah layarO, gema doa menggemaKota yan...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 12 Maret 2020

Setapak jalan lengang berlalu lalang orang orang terdiam merunduk tundukjam demi jam pagi hingga malammengabdi sepenuh hari demi upah bertaruh harga diri menambal lubang piutang dengan lembaran uangorang orang di persimpangan gelisah merambat kuduk yang basah kerja, ker...

0 Penulis Terpikat
0
31
Senin 09 Maret 2020

Nduk, malam terlalu panjang untuk dibiarkan pagi begitu jauh untuk dinantiSecarik kertas harian penuh akan bait pelarian pergi, sembunyi menanti hari yang berlariNurani Intuisi Fiksi Diksi: Merajut mimpi di penghujung hariO, bulan basah menjulur lidah lidah yang selalu...

2 Penulis Terpikat
0
37
Rabu 04 Maret 2020

masa lalu masih menjadi waktu yang muramdan sejarah hanya penenang yang enggan menyembuhkan luka silam;kekalahansekadar umpatan di tiap tiap kesakitan kata kata luka terjaga, kawin—memperanak makna melahirkan kalimat kalimat lain senantiasa hidup dan berjaga sebagai ung...

0 Penulis Terpikat
0
31
Sabtu 22 Pebruari 2020

Dalam Bandung ada sedikit kenang yang tertuangPada sisa hujan sebuah kerinduanAku kembali menuai kata yang tertanam pada tubuhmu:kata yang selalu dijaga dan dirawat dengan cantik dan apikBandung adalah tempat paling tepat mengarang kalimat dengan cermatDengan hangatmu y...

3 Penulis Terpikat
0
52
Kamis 20 Pebruari 2020

Katakata berkeliaran dalam malam malam harumenyambut lalu dengan barumembingkai hebat dan cepat setiap kenang, meski terdengar sumbang tetap kau mengerang.Katakata berkelana menyusur awalan hari yang gelap seraya mencari tempat berpulang, mengasuh dengan asih dan rayu y...

2 Penulis Terpikat
0
45
Minggu 16 Pebruari 2020

Cinta, kau pemantik sunyi paling puitikDi beranda setelah hujan mereda duduk memangku tangan, menengadah purnama yang hanya sekadar cahayatanpa cinta.Cinta, embun pagi bersiul ramah dan basahberkilau tanpa kau di ujung mata,sudahkah tangis memecah sunyi?Pada harihari be...

0 Penulis Terpikat
0
42
Rabu 05 Pebruari 2020

: Kepada Sebuah Cinta yang MewaktuAku terbujur di sini,kaku tertutup pintupintu:ngiluAku tengah membangun rumah, dengan bentuk paling ramahse-remah hujan malam itu.siapa menaruh genang di halaman?juga kenang di aspalan?lihatlihat cermat tentu bukan TuhanSekadar puan ber...

2 Penulis Terpikat
0
84
Jumat 31 Januari 2020

kata tengah ambruklancang hujan masuk dan membesukdari balik—bilikmembingkis liriklirik puitik o, berdendang tanpa gendang dengan bagaimana lagi aku membingkaimu?melalui larik atau melalui rintik?dukaduka sekadar menganga.tanpa nama, di lubuk tanpa suaraapakah...

3 Penulis Terpikat
0
176
Jumat 31 Januari 2020

Aku membingkaimu dalam mesin tik digital,yang amat gatal tatkala harus disudahi dengan titik di penghujung ketik.Dalam katakata yang dirangkai sedemikian rupakubentuk dan kutuk tak pernah sudah menjadi resah,apa gaya bahasa yang tepat untukmu;Alerogi?Paradoks?Sarkasme?a...

1 Penulis Terpikat
1
155
Senin 20 Januari 2020

Menengadah di antara gulita desaKelelawar terbang sampai ke utara, nyamuk-nyamuk masih terjaga dalam remang berandaIjuk tengah berbenah menyapu halaman rumah dengan ramah.O sepi masih sunyi belum berbunyi barangkaliTubuh-tubuh kaku kembali, berpulangSebelum senyap menye...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 14 Januari 2020

Ada jawab yang tak sempat diucap pada tanya.tanya dalam kata yang diketikan sebuah toremaJejak-jejak kata dan kita ada pada deras hujan di batas kotaBerjajar seperti barisan doa pergantian para peraya Aku serupa jelaga yang terberangus dalam tungku sepimu, mau hanc...

0 Penulis Terpikat
0
46
Senin 13 Januari 2020

Halaman terakhir pada tubuhmu,adalah lembaran lalu yang tak jemu aku temuDalam tiap pekannya doa dan kata mengalir di halamanDikemas ke dalam tubuhmu yang cemas namun tangkasTubuhmu adalah buku yang belum tuntas aku kupasBuku yang bersampul ketegaran dan keanggunanDi da...

0 Penulis Terpikat
0
62
Minggu 05 Januari 2020

Hujan kian merindumelepas rintik tanpa ragudi ramah atap rumahdi trotoar yang sesak pengendara motordi halte elite,di jembatan para jagoan sekalipun Gelisah merambat kuduk yang basahAda yang ramah dalam remah hujan.Beriring nyanyian beringinO satu semester sudah te...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 10 Desember 2019

Aku tersesat, dalam belantara hujan seseorang berbekal suara, kata, goresan pena, secawan nestapa. Jalan-jalan becek juga dahan-dahan basah yang ikut meresah.Pada pelupuk mata yang berbinar serta pelangi yang merangkak naik ke atas awan, memberi warna pada dunia fiksi p...

1 Penulis Terpikat
0
48
Sabtu 07 Desember 2019

Hujan bertamu lagi, kali ini lebih sopan iadatang dengan memberi kabar lebih dulu,dari balik cakrawala petir sambar- menyambarSedari sore langit sudah murung dan mendung.Rintik-rintik air jatuh, membasahiaspal jalan, tanah kering, dahan rapuh, genteng-genteng, halaman r...

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 04 November 2019

Malam ini aku berpuisiMaaf, jika tak berdiksiMalam ini,Aku menyepi. Jauh dari keramaian dan kepenatanMalam iniAku berinteraksi dengan intuisiBaik sekali, ia mengajariku merangkai kata, menuntunku membuat rimaSehingga, aku berhasil membuat puisi yang berdiksiKekasih, maa...

1 Penulis Terpikat
0
101
Senin 14 Oktober 2019

Dalam puisi-puisi tak berdiksiintuisi menari-nari di lubuk sepiSesekali, lagu kesukaanmu berlalu dengan senduJelas,Suaramu masih terekam setiap malam.Binar matamu yang sembap,acap kali masih menjadi opsi sebuah ilusi.NamunMalam itu ada yang pergi,ia adalah; suara dan ma...

0 Penulis Terpikat
0
73
Jumat 20 September 2019

Malam tetap saja muram, kelam, dan bisu orang-orang tuli seliweran acuh tak acuh, Tak ada perduli. Pagi tadi kasihnya mati ditikam waktu malam begitu laju. Setan pun sekedar mengintai dari jauh Tak ada tempat singgah Semua bergegas dengan tangkas Sebab katanya, ada yang...

0 Penulis Terpikat
0
77
Prasetya belum menulis satupun cerpen
Minggu 19 Juli 2020

:untuk Sapardi Djoko Damono Pagi tadi Sapardi pergi, tanpa mengucap permisi tanpa mengecup puisi menuju pintu pintu sunyi menggenggam rapalan doa tanpa nama O, Sapardi. Si pemilik Hujan Bulan Juni O, Sapardi. Kau tak abadi layaknya...

9 Penulis Terpikat
0
146
Kamis 25 Juni 2020

benar teriakmu, sayang. sunyi itu menenangkan dan sepi itu menegangkan seperti api di depan tenda terus menyala tanpa dimintabenar teriakmu, sayang. malam begitu semu hanya tinggal beberapa rindu di ruang tamu terus terjaga dan berjaga sampai kita pejamkan matatetapi sa...

1 Penulis Terpikat
0
31
Selasa 09 Juni 2020
-

Nduk, kembali—lagi tentangmu saban malam terpajang pada sebuah layar datarada rindu yang menjadi sukar untuk dikejar ada ragu yang mati kutu di kelopak matamusudahkah malam menyampaikan pesannya kepadamu? sudahkan tiba semua kalimat tentangmu kepadamu?o, pada riwayat ap...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 11 Mei 2020

Malam ini waktu telah mengabarkanmu apa saja?adakah kata terpajang di sudut sudut layaradakah doa terunggah pada sebuah linimasasayang, sudahkah kedua mata menatap bersama pada sebuah beranda pencarian mengemuka nama namabukankah sebuah pertemuan tak melulu tentang tiba...

2 Penulis Terpikat
0
88
Selasa 14 April 2020

Di beranda hujan membaurdalam dingin yang kaburmembentur lampu lampu, membiasdaun daunterbangun lagu lama yang kembali berbunyihari hari bernyanyi seraya melipur kesunyian diridibingkisnya sepi, dibungkusnya sunyiberlari ke selatan ke utaramenuju gelap dalam remang bera...

1 Penulis Terpikat
0
51
Minggu 12 April 2020

Aku menyendiri pergi dari keramaian di beranda yang beku lagu lagu mulai pandai mengemas dirinya sendiri kata kata mulai pandai merawat maknanya sendiri : kau pun aku tahu dunia tengah muram akhir akhir ini &n...

1 Penulis Terpikat
0
89
Sabtu 11 April 2020

Pagi tadi matahari terbit setengah memangkas gelisah yang merundung dunia akhir akhir inisementara aku belum tertidur dari pencarian panjang malam tadi bait bait pergi dan tinggallah diksi diksi yang menghiasi layar sepike mana lagi langkah kaki ini pergi, ke dekapanNya...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 06 April 2020

Malam belum usai malam kami masih terjaga menggambar rupa dengan warna dan tinta // siapa tidak mengenal penyair di ujung pulau? beberapa mati tenggelam diri di lariknya yang sunyi // malam masih temaram sepenuhnya belum redam seutuhnya bertahan jegal waktu berhenti //...

0 Penulis Terpikat
0
26
Senin 30 Maret 2020

Sepasang hujan berpunggungan di beranda waktu membatu di lagu lagu sendusepasang hujan berpunggungan di beranda masa mendekap hati dan luka pada lubuk dadanya masing masing:membisu menyulam kembali waktusepasang hujan terdiam ditelisiknya masa silam kesunyian sekadar um...

0 Penulis Terpikat
0
29
Selasa 17 Maret 2020

Hujan kian merindumelepas rintiknya tanpa ragudi remah atap rumah, di halte,di jembatan.Orang orang berteduh, di dalam teduhnya ada sebuah doa yang menggema, seraya meminta jumpa tersemoga dan bukan sekadar perjumpaan di datarnya sebuah layarO, gema doa menggemaKota yan...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 12 Maret 2020

Setapak jalan lengang berlalu lalang orang orang terdiam merunduk tundukjam demi jam pagi hingga malammengabdi sepenuh hari demi upah bertaruh harga diri menambal lubang piutang dengan lembaran uangorang orang di persimpangan gelisah merambat kuduk yang basah kerja, ker...

0 Penulis Terpikat
0
31
Senin 09 Maret 2020

Nduk, malam terlalu panjang untuk dibiarkan pagi begitu jauh untuk dinantiSecarik kertas harian penuh akan bait pelarian pergi, sembunyi menanti hari yang berlariNurani Intuisi Fiksi Diksi: Merajut mimpi di penghujung hariO, bulan basah menjulur lidah lidah yang selalu...

2 Penulis Terpikat
0
37
Rabu 04 Maret 2020

masa lalu masih menjadi waktu yang muramdan sejarah hanya penenang yang enggan menyembuhkan luka silam;kekalahansekadar umpatan di tiap tiap kesakitan kata kata luka terjaga, kawin—memperanak makna melahirkan kalimat kalimat lain senantiasa hidup dan berjaga sebagai ung...

0 Penulis Terpikat
0
31
Sabtu 22 Pebruari 2020

Dalam Bandung ada sedikit kenang yang tertuangPada sisa hujan sebuah kerinduanAku kembali menuai kata yang tertanam pada tubuhmu:kata yang selalu dijaga dan dirawat dengan cantik dan apikBandung adalah tempat paling tepat mengarang kalimat dengan cermatDengan hangatmu y...

3 Penulis Terpikat
0
52
Kamis 20 Pebruari 2020

Katakata berkeliaran dalam malam malam harumenyambut lalu dengan barumembingkai hebat dan cepat setiap kenang, meski terdengar sumbang tetap kau mengerang.Katakata berkelana menyusur awalan hari yang gelap seraya mencari tempat berpulang, mengasuh dengan asih dan rayu y...

2 Penulis Terpikat
0
45
Minggu 16 Pebruari 2020

Cinta, kau pemantik sunyi paling puitikDi beranda setelah hujan mereda duduk memangku tangan, menengadah purnama yang hanya sekadar cahayatanpa cinta.Cinta, embun pagi bersiul ramah dan basahberkilau tanpa kau di ujung mata,sudahkah tangis memecah sunyi?Pada harihari be...

0 Penulis Terpikat
0
42
Rabu 05 Pebruari 2020

: Kepada Sebuah Cinta yang MewaktuAku terbujur di sini,kaku tertutup pintupintu:ngiluAku tengah membangun rumah, dengan bentuk paling ramahse-remah hujan malam itu.siapa menaruh genang di halaman?juga kenang di aspalan?lihatlihat cermat tentu bukan TuhanSekadar puan ber...

2 Penulis Terpikat
0
84
Jumat 31 Januari 2020

kata tengah ambruklancang hujan masuk dan membesukdari balik—bilikmembingkis liriklirik puitik o, berdendang tanpa gendang dengan bagaimana lagi aku membingkaimu?melalui larik atau melalui rintik?dukaduka sekadar menganga.tanpa nama, di lubuk tanpa suaraapakah...

3 Penulis Terpikat
0
176
Jumat 31 Januari 2020

Aku membingkaimu dalam mesin tik digital,yang amat gatal tatkala harus disudahi dengan titik di penghujung ketik.Dalam katakata yang dirangkai sedemikian rupakubentuk dan kutuk tak pernah sudah menjadi resah,apa gaya bahasa yang tepat untukmu;Alerogi?Paradoks?Sarkasme?a...

1 Penulis Terpikat
1
155
Senin 20 Januari 2020

Menengadah di antara gulita desaKelelawar terbang sampai ke utara, nyamuk-nyamuk masih terjaga dalam remang berandaIjuk tengah berbenah menyapu halaman rumah dengan ramah.O sepi masih sunyi belum berbunyi barangkaliTubuh-tubuh kaku kembali, berpulangSebelum senyap menye...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 14 Januari 2020

Ada jawab yang tak sempat diucap pada tanya.tanya dalam kata yang diketikan sebuah toremaJejak-jejak kata dan kita ada pada deras hujan di batas kotaBerjajar seperti barisan doa pergantian para peraya Aku serupa jelaga yang terberangus dalam tungku sepimu, mau hanc...

0 Penulis Terpikat
0
46
Senin 13 Januari 2020

Halaman terakhir pada tubuhmu,adalah lembaran lalu yang tak jemu aku temuDalam tiap pekannya doa dan kata mengalir di halamanDikemas ke dalam tubuhmu yang cemas namun tangkasTubuhmu adalah buku yang belum tuntas aku kupasBuku yang bersampul ketegaran dan keanggunanDi da...

0 Penulis Terpikat
0
62
Minggu 05 Januari 2020

Hujan kian merindumelepas rintik tanpa ragudi ramah atap rumahdi trotoar yang sesak pengendara motordi halte elite,di jembatan para jagoan sekalipun Gelisah merambat kuduk yang basahAda yang ramah dalam remah hujan.Beriring nyanyian beringinO satu semester sudah te...

0 Penulis Terpikat
0
42
Selasa 10 Desember 2019

Aku tersesat, dalam belantara hujan seseorang berbekal suara, kata, goresan pena, secawan nestapa. Jalan-jalan becek juga dahan-dahan basah yang ikut meresah.Pada pelupuk mata yang berbinar serta pelangi yang merangkak naik ke atas awan, memberi warna pada dunia fiksi p...

1 Penulis Terpikat
0
48
Sabtu 07 Desember 2019

Hujan bertamu lagi, kali ini lebih sopan iadatang dengan memberi kabar lebih dulu,dari balik cakrawala petir sambar- menyambarSedari sore langit sudah murung dan mendung.Rintik-rintik air jatuh, membasahiaspal jalan, tanah kering, dahan rapuh, genteng-genteng, halaman r...

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 04 November 2019

Malam ini aku berpuisiMaaf, jika tak berdiksiMalam ini,Aku menyepi. Jauh dari keramaian dan kepenatanMalam iniAku berinteraksi dengan intuisiBaik sekali, ia mengajariku merangkai kata, menuntunku membuat rimaSehingga, aku berhasil membuat puisi yang berdiksiKekasih, maa...

1 Penulis Terpikat
0
101
Senin 14 Oktober 2019

Dalam puisi-puisi tak berdiksiintuisi menari-nari di lubuk sepiSesekali, lagu kesukaanmu berlalu dengan senduJelas,Suaramu masih terekam setiap malam.Binar matamu yang sembap,acap kali masih menjadi opsi sebuah ilusi.NamunMalam itu ada yang pergi,ia adalah; suara dan ma...

0 Penulis Terpikat
0
73
Jumat 20 September 2019

Malam tetap saja muram, kelam, dan bisu orang-orang tuli seliweran acuh tak acuh, Tak ada perduli. Pagi tadi kasihnya mati ditikam waktu malam begitu laju. Setan pun sekedar mengintai dari jauh Tak ada tempat singgah Semua bergegas dengan tangkas Sebab katanya, ada yang...

0 Penulis Terpikat
0
77
Prasetya belum menulis satupun Naskah Drama
Prasetya belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Prasetya