Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Prasetya Febryansyah

Tangerang

0

Mengikuti

3

Pengikut

Prasetya Febryansyah

Tangerang
Tentang Penulis

-

Tempat,tanggal lahir

Tangerang, 08 Februari 2004

Media Sosial

Semua

(13)

Puisi

(13)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Minggu 16 Februari 2020

Cinta, kau pemantik sunyi paling puitikDi beranda setelah hujan mereda duduk memangku tangan, menengadah purnama yang hanya sekadar cahayatanpa cinta.Cinta, embun pagi bersiul ramah dan basahberkilau tanpa kau di ujung mata,sudahkah tangis memecah sunyi?Pada harihari be...

0 Penulis Terpikat
0
11
Rabu 05 Februari 2020

:Untuk HelenptrkAku terbujur di sini,kaku tertutup pintupintu:ngiluAku tengah membangun rumah, dengan bentuk paling ramahse-remah hujan malam itu.siapa menaruh genang di halaman?juga kenang di aspalan?lihatlihat cermat tentu bukan TuhanSekadar puan berlalu pada waktu:me...

2 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 31 Januari 2020

kata tengah ambruk lancang hujan masuk dan membesuk dari balik—bilik membingkis liriklirik puitik o berdendang tanpa gendang dengan bagaimana lagi aku membingkaimu? melalui larik atau melalui rintik? &...

2 Penulis Terpikat
0
74
Jumat 31 Januari 2020

Aku membingkaimu dalam mesin tik digital, yang amat gatal tatkala harus disudahi dengan titik di penghujung ketik.Dalam katakata yang dirangkai sedemikian rupa kubentuk dan kutuk tak pernah sudah menjadi resah, apa gaya bahasa yang tepat untukmu; Alerogi? Paradoks? Sark...

1 Penulis Terpikat
1
70
Senin 20 Januari 2020

Menengadah di antara gulita desaKelelawar terbang sampai ke utara, nyamuk-nyamuk masih terjaga dalam remang berandaIjuk tengah berbenah menyapu halaman rumah dengan ramah.O sepi masih sunyi belum berbunyi barangkaliTubuh-tubuh kaku kembali, berpulangSebelum senyap menye...

0 Penulis Terpikat
0
16
Selasa 14 Januari 2020

Ada jawab yang tak sempat diucap pada tanya.tanya dalam kata yang diketikan sebuah toremaJejak-jejak kata dan kita ada pada deras hujan di batas kotaBerjajar seperti barisan doa pergantian para peraya Aku serupa jelaga yang terberangus dalam tungku sepimu, mau hanc...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 13 Januari 2020

Halaman terakhir pada tubuhmu,adalah lembaran lalu yang tak jemu aku temuDalam tiap pekannya doa dan kata mengalir di halamanDikemas ke dalam tubuhmu yang cemas namun tangkasTubuhmu adalah buku yang belum tuntas aku kupasBuku yang bersampul ketegaran dan keanggunanDi da...

0 Penulis Terpikat
0
28
Minggu 05 Januari 2020

Hujan kian merindumelepas rintik tanpa ragudi ramah atap rumahdi trotoar yang sesak pengendara motordi halte elite,di jembatan para jagoan sekalipun Gelisah merambat kuduk yang basahAda yang ramah dalam remah hujan.Beriring nyanyian beringinO satu semester sudah te...

0 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 10 Desember 2019

Aku tersesat, dalam belantara hujan seseorang berbekal suara, kata, goresan pena, secawan nestapa. Jalan-jalan becek juga dahan-dahan basah yang ikut meresah.Pada pelupuk mata yang berbinar serta pelangi yang merangkak naik ke atas awan, memberi warna pada dunia fiksi p...

1 Penulis Terpikat
0
18
Sabtu 07 Desember 2019

Hujan bertamu lagi, kali ini lebih sopan iadatang dengan memberi kabar lebih dulu,dari balik cakrawala petir sambar- menyambarSedari sore langit sudah murung dan mendung.Rintik-rintik air jatuh, membasahiaspal jalan, tanah kering, dahan rapuh, genteng-genteng, halaman r...

0 Penulis Terpikat
0
16
Senin 04 November 2019

Malam ini aku berpuisiMaaf, jika tak berdiksiMalam ini,Aku menyepi. Jauh dari keramaian dan kepenatanMalam iniAku berinteraksi dengan intuisiBaik sekali, ia mengajariku merangkai kata, menuntunku membuat rimaSehingga, aku berhasil membuat puisi yang berdiksiKekasih, maa...

1 Penulis Terpikat
0
50
Senin 14 Oktober 2019

Dalam puisi-puisi tak berdiksiintuisi menari-nari di lubuk sepiSesekali, lagu kesukaanmu berlalu dengan senduJelas,Suaramu masih terekam setiap malam.Binar matamu yang sembap,acap kali masih menjadi opsi sebuah ilusi.NamunMalam itu ada yang pergi,ia adalah; suara dan ma...

0 Penulis Terpikat
0
25
Jumat 20 September 2019

Malam tetap saja muram, kelam, dan bisu orang-orang tuli seliweran acuh tak acuh, Tak ada perduli. Pagi tadi kasihnya mati ditikam waktu malam begitu laju. Setan pun sekedar mengintai dari jauh Tak ada tempat singgah Semua bergegas dengan tangkas Sebab katanya, ada yang...

0 Penulis Terpikat
0
24
Prasetya belum menulis satupun cerpen
Minggu 16 Februari 2020

Cinta, kau pemantik sunyi paling puitikDi beranda setelah hujan mereda duduk memangku tangan, menengadah purnama yang hanya sekadar cahayatanpa cinta.Cinta, embun pagi bersiul ramah dan basahberkilau tanpa kau di ujung mata,sudahkah tangis memecah sunyi?Pada harihari be...

0 Penulis Terpikat
0
11
Rabu 05 Februari 2020

:Untuk HelenptrkAku terbujur di sini,kaku tertutup pintupintu:ngiluAku tengah membangun rumah, dengan bentuk paling ramahse-remah hujan malam itu.siapa menaruh genang di halaman?juga kenang di aspalan?lihatlihat cermat tentu bukan TuhanSekadar puan berlalu pada waktu:me...

2 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 31 Januari 2020

kata tengah ambruk lancang hujan masuk dan membesuk dari balik—bilik membingkis liriklirik puitik o berdendang tanpa gendang dengan bagaimana lagi aku membingkaimu? melalui larik atau melalui rintik? &...

2 Penulis Terpikat
0
74
Jumat 31 Januari 2020

Aku membingkaimu dalam mesin tik digital, yang amat gatal tatkala harus disudahi dengan titik di penghujung ketik.Dalam katakata yang dirangkai sedemikian rupa kubentuk dan kutuk tak pernah sudah menjadi resah, apa gaya bahasa yang tepat untukmu; Alerogi? Paradoks? Sark...

1 Penulis Terpikat
1
70
Senin 20 Januari 2020

Menengadah di antara gulita desaKelelawar terbang sampai ke utara, nyamuk-nyamuk masih terjaga dalam remang berandaIjuk tengah berbenah menyapu halaman rumah dengan ramah.O sepi masih sunyi belum berbunyi barangkaliTubuh-tubuh kaku kembali, berpulangSebelum senyap menye...

0 Penulis Terpikat
0
16
Selasa 14 Januari 2020

Ada jawab yang tak sempat diucap pada tanya.tanya dalam kata yang diketikan sebuah toremaJejak-jejak kata dan kita ada pada deras hujan di batas kotaBerjajar seperti barisan doa pergantian para peraya Aku serupa jelaga yang terberangus dalam tungku sepimu, mau hanc...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 13 Januari 2020

Halaman terakhir pada tubuhmu,adalah lembaran lalu yang tak jemu aku temuDalam tiap pekannya doa dan kata mengalir di halamanDikemas ke dalam tubuhmu yang cemas namun tangkasTubuhmu adalah buku yang belum tuntas aku kupasBuku yang bersampul ketegaran dan keanggunanDi da...

0 Penulis Terpikat
0
28
Minggu 05 Januari 2020

Hujan kian merindumelepas rintik tanpa ragudi ramah atap rumahdi trotoar yang sesak pengendara motordi halte elite,di jembatan para jagoan sekalipun Gelisah merambat kuduk yang basahAda yang ramah dalam remah hujan.Beriring nyanyian beringinO satu semester sudah te...

0 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 10 Desember 2019

Aku tersesat, dalam belantara hujan seseorang berbekal suara, kata, goresan pena, secawan nestapa. Jalan-jalan becek juga dahan-dahan basah yang ikut meresah.Pada pelupuk mata yang berbinar serta pelangi yang merangkak naik ke atas awan, memberi warna pada dunia fiksi p...

1 Penulis Terpikat
0
18
Sabtu 07 Desember 2019

Hujan bertamu lagi, kali ini lebih sopan iadatang dengan memberi kabar lebih dulu,dari balik cakrawala petir sambar- menyambarSedari sore langit sudah murung dan mendung.Rintik-rintik air jatuh, membasahiaspal jalan, tanah kering, dahan rapuh, genteng-genteng, halaman r...

0 Penulis Terpikat
0
16
Senin 04 November 2019

Malam ini aku berpuisiMaaf, jika tak berdiksiMalam ini,Aku menyepi. Jauh dari keramaian dan kepenatanMalam iniAku berinteraksi dengan intuisiBaik sekali, ia mengajariku merangkai kata, menuntunku membuat rimaSehingga, aku berhasil membuat puisi yang berdiksiKekasih, maa...

1 Penulis Terpikat
0
50
Senin 14 Oktober 2019

Dalam puisi-puisi tak berdiksiintuisi menari-nari di lubuk sepiSesekali, lagu kesukaanmu berlalu dengan senduJelas,Suaramu masih terekam setiap malam.Binar matamu yang sembap,acap kali masih menjadi opsi sebuah ilusi.NamunMalam itu ada yang pergi,ia adalah; suara dan ma...

0 Penulis Terpikat
0
25
Jumat 20 September 2019

Malam tetap saja muram, kelam, dan bisu orang-orang tuli seliweran acuh tak acuh, Tak ada perduli. Pagi tadi kasihnya mati ditikam waktu malam begitu laju. Setan pun sekedar mengintai dari jauh Tak ada tempat singgah Semua bergegas dengan tangkas Sebab katanya, ada yang...

0 Penulis Terpikat
0
24
Prasetya belum menulis satupun Naskah Drama
Prasetya belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Prasetya