

Demi massa, sungguh aku pun tak menyangkah manusia-manusia itu saling merusak dan membunuh, di belahan bumi tenggara di pulau sulawasi tepatnya kota palu, bumi di keruk, bumi di hancurkan dengan dalil keberlanjutan umat manusia. Sayang seribu sayang kepada bumi tapi maaf sayang itu hanya sebatas puisi belaka, pohon-pohon nan asri telang tumbang menjadi bukti penghiatan rasa sayang itu. Ketika panasnya matahari manusia berkata "ini salah kalian, kalian tertalu banyak buat dosa, tampa ia sadari ialah sang pedosa itu" dan padah akhirnya massa berkata sudahlah lebih baik kita akhiri saja.

