Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Gansu Karangnio

Talang Leak

7

Mengikuti

8

Pengikut

Gansu Karangnio

Talang Leak
Tentang Penulis

Lahir di Talang Leak, Lebong 16 September 1992. Menamatkan pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Bengkulu. Juara 1 seleksi tingkat provinsi baca puisi putra mampu mengantarkannya menjadi wakil provinsi Bengkulu dalam ajang dua tahunan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS XI) 2012 di Mataram NTB, untuk tangkai lomba baca puisi putra. Puisinya yang bertajuk “Laki-laki Yang Bersajak Lupa” menjadi puisi pilihan dalam antologi puisi “Di Ujung Benang” Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia (IMABSII), Belistra, Jakarta, 2013. Lima puisinya juga tergabung dalam antologi “Kado Puisi untuk Bengkulu”, Oksana, Sidoarjo, 2014. Menulis esai “Anak Muda dan Semangat Bersastra” yang dimuat Harian Rakyat Bengkulu, 2014. Karya tunggalnya “Akrostik Dari Balik Jendela” Komunitas Titik Awal, Palembang, 2014. Tiga tahun bergelut di dunia teater sebagai aktor. Teater Petak Rumbia Bengkulu menjadi rumahnya dalam beberapa pementasan, salah satunya di “Kala Sumatera-Festival Legenda se-Sumatera” Taman Budaya Lampung, Teater Satu Lampung, 2012. Tahun 2016 lalu menerbitkan buku antologi puisi empat penyair muda Bengkulu “Melihat Kabut”, Ganding Pustaka, Yogyakarta.

Tempat,tanggal lahir

Talang Leak, 16 September 1992

Media Sosial

Semua

(10)

Puisi

(10)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Kamis 19 April 2018

yang terpenggal dari kita mengkoda di lagu-lagu abad silam satu kepala perempuan tanpa tubuh dan tubir untuk terjun ke kematian dua belas jam sehabis meneguk pahit kenangan "beri aku satu kata saja" selalu di kemudian hari, melulu kita bawa senjata yan...

1 Penulis Terpikat
0
37
Rabu 11 April 2018

hanya seminggu, kuputuskan tak menulis puisi tersebab yang puitik sementara ini ialah kabar layar habis melaut di air mata kau kemudian bertamu membawa satu nisan lebih duka dari seribu kehilangan. katamu sebuah ciuman t'lah kesasar merentangkan jarak...

0 Penulis Terpikat
0
32
Sabtu 31 Maret 2018

: Jumat Agung, Grasia Renata Lingga dan listrik padam di kota ini kubawakan lilin menyinar Amsal di malam sakral, Jumat keramat yang kita sepakati sebagai perayaan mengingat catatan-catatanmu kusampul biru agar jadi cahaya bantu, kelak jalanmu terlalu keab...

0 Penulis Terpikat
0
46
Jumat 30 Maret 2018

:Deda Icha pelan kumasuki tubuh jalang sendiri hanya satu pintu tersisa merah jambu kamar anakku lari kecil, memeluk boneka yang ia beri nama entah seperti wajahnya yang subtil belum mampu terjemah dada ibu; ada puing lara dari kisah-kisah air mata beku...

0 Penulis Terpikat
0
47
Jumat 23 Maret 2018

Buat V : mengukur jarak antara esok dan kemarin, sama dengan menerka tatapmu yang teduh. banyak pemberhentian agar menuju mata itu membuat batas antara bayangan dan tubuh, berbanding lurus dengan melukis wajahmu yang venus. terbang ke semesta as...

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 22 Maret 2018

"bagi mereka yang saling mencintai dalam sunyi" apa kita hunuskan saja jantung? --detaknya cekat--saat ciuman tergesa-gesa kalian ragakan di sela-sela resah. ia kecup bibir lain di tengah dadamu serupa hewan sorga yang terangkeng, tapi tak berniat ingin lepas....

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 15 Maret 2018

1/ saat yang tepat untuk mengenang adalah hujan; 2/ tempat paling sunyi untuk bercinta adalah ranjang; 3/ satu-satunya rumah untuk pulang adalah tubuhmu; 4/ maka pergilah, karena jalan terjauh adalah melupakan. Bengkulu, Maret 2018

0 Penulis Terpikat
0
109
Selasa 13 Maret 2018

"hanya sial yang mampu hentikan lenguh. dalam sebuah perjalanan tubuh, kita sepakat janganlah angkuh" ruang tempat mengingat kini gelap serta pekat. buku berdebu tak sempat kita baca halaman terakhirnya pun t'lah lenyap. kunjungan yang penghabisan jadi bayang,...

0 Penulis Terpikat
0
91
Sabtu 10 Maret 2018

tak perlu kau sibuk tentukan arah mata angin menunjuk dimana-mana timur hilang di jemarimu barat lesap di tengkukmu lidah itu adalah utara tersembunyi menuntunku ke sepasang mata selatan "asal tiada tengkar, teruslah berjalan dari hutan hingga hiruk-pikuk pasar" kema...

0 Penulis Terpikat
0
203
Sabtu 10 Maret 2018

menuju langit yang tak senja mencari cinta tak kasat mata pelukmu adalah gigil seribu candu dalam pura-pura dan luka tak pernah sembuh menjadi mata yang kian kau linangkan jadilah apa saja mungkin serupa malaikat agar kau menuju langit yang tak biru. ta...

0 Penulis Terpikat
0
53
Gansu belum menulis satupun cerpen
Kamis 19 April 2018

yang terpenggal dari kita mengkoda di lagu-lagu abad silam satu kepala perempuan tanpa tubuh dan tubir untuk terjun ke kematian dua belas jam sehabis meneguk pahit kenangan "beri aku satu kata saja" selalu di kemudian hari, melulu kita bawa senjata yan...

1 Penulis Terpikat
0
37
Rabu 11 April 2018

hanya seminggu, kuputuskan tak menulis puisi tersebab yang puitik sementara ini ialah kabar layar habis melaut di air mata kau kemudian bertamu membawa satu nisan lebih duka dari seribu kehilangan. katamu sebuah ciuman t'lah kesasar merentangkan jarak...

0 Penulis Terpikat
0
32
Sabtu 31 Maret 2018

: Jumat Agung, Grasia Renata Lingga dan listrik padam di kota ini kubawakan lilin menyinar Amsal di malam sakral, Jumat keramat yang kita sepakati sebagai perayaan mengingat catatan-catatanmu kusampul biru agar jadi cahaya bantu, kelak jalanmu terlalu keab...

0 Penulis Terpikat
0
46
Jumat 30 Maret 2018

:Deda Icha pelan kumasuki tubuh jalang sendiri hanya satu pintu tersisa merah jambu kamar anakku lari kecil, memeluk boneka yang ia beri nama entah seperti wajahnya yang subtil belum mampu terjemah dada ibu; ada puing lara dari kisah-kisah air mata beku...

0 Penulis Terpikat
0
47
Jumat 23 Maret 2018

Buat V : mengukur jarak antara esok dan kemarin, sama dengan menerka tatapmu yang teduh. banyak pemberhentian agar menuju mata itu membuat batas antara bayangan dan tubuh, berbanding lurus dengan melukis wajahmu yang venus. terbang ke semesta as...

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 22 Maret 2018

"bagi mereka yang saling mencintai dalam sunyi" apa kita hunuskan saja jantung? --detaknya cekat--saat ciuman tergesa-gesa kalian ragakan di sela-sela resah. ia kecup bibir lain di tengah dadamu serupa hewan sorga yang terangkeng, tapi tak berniat ingin lepas....

0 Penulis Terpikat
0
35
Kamis 15 Maret 2018

1/ saat yang tepat untuk mengenang adalah hujan; 2/ tempat paling sunyi untuk bercinta adalah ranjang; 3/ satu-satunya rumah untuk pulang adalah tubuhmu; 4/ maka pergilah, karena jalan terjauh adalah melupakan. Bengkulu, Maret 2018

0 Penulis Terpikat
0
109
Selasa 13 Maret 2018

"hanya sial yang mampu hentikan lenguh. dalam sebuah perjalanan tubuh, kita sepakat janganlah angkuh" ruang tempat mengingat kini gelap serta pekat. buku berdebu tak sempat kita baca halaman terakhirnya pun t'lah lenyap. kunjungan yang penghabisan jadi bayang,...

0 Penulis Terpikat
0
91
Sabtu 10 Maret 2018

tak perlu kau sibuk tentukan arah mata angin menunjuk dimana-mana timur hilang di jemarimu barat lesap di tengkukmu lidah itu adalah utara tersembunyi menuntunku ke sepasang mata selatan "asal tiada tengkar, teruslah berjalan dari hutan hingga hiruk-pikuk pasar" kema...

0 Penulis Terpikat
0
203
Sabtu 10 Maret 2018

menuju langit yang tak senja mencari cinta tak kasat mata pelukmu adalah gigil seribu candu dalam pura-pura dan luka tak pernah sembuh menjadi mata yang kian kau linangkan jadilah apa saja mungkin serupa malaikat agar kau menuju langit yang tak biru. ta...

0 Penulis Terpikat
0
53
Gansu belum menulis satupun Naskah Drama
Gansu belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Gansu