Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Kalimantan; Kampung Halaman

Oleh ImamBudiman
suatu hari tanpa syakal tanpa tanggal
pada hari yang tiada berbilang
saya pasti akan datang
untuk pulang

1) menanam, merawat, mengawasi pohon mangga di sepetak halaman rumah setiap pagi-sore --burung-burung meminta izin untuk sesekali ikut mencicipinya.

2) memberi makan ikan-ikan air tawar di tambak kecil yang dibuat alakadarnya dengan panganan seadanya.

3) menyiram tunas limau kuit, daun salam, sirih dan cabai secara rutin satu persatu, menyayangi mereka bagai anak sendiri.

4) sarapan pagi nasi kuning lauk haruan masak habang, lalu menyeduh dan menandaskan segelas kopi, 3 potong pisang goreng, 2 batang kretek sembari menulis sebuah puisi pendek sebagai bentuk rasa syukur di permulaan hari yang berbahagia

: betapa bersahaja
kita mengisi kehidupan

- doa-doa bisa saya bacakan lebih panjang tanpa suara bising kendaraan beroda empat-tiga-dua.

- doa-doa bisa saya bacakan lebih panjang tanpa harus berseteru dengan jadwal jam masuk kantor.

: kapan kita terakhir
berdoa dengan khusu'?

di kampung sana, saya bisa bertemu dan berbincang dengan Tuhan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus membuat janji, ataupun mengurusi birokrasi pertemuan ini-itu yang bertele-tele sebelumnya.

: waktu saya sangat luas,
sedang Dia maha tak berbatas.

Ciputat, 2017
Sabtu 16 Juni 2018
95
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Imam Budiman

ImamBudiman

Pembaca. Menulis Puisi Sesekali.

Tuliskan tanggapanmu tentang Kalimantan; Kampung Halaman

Baca karya Imam lainnya

Kalimantan; Kampung Halaman

Puisi oleh Imam Budiman

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah